
After the incident I was accused of being a thief by sarah and her friend, friends on campus so like to keep my distance, I became more depressed because I really did not do the deed, he said, luckily Adam and Anisa still trust me, so I still have my back because there are still people who trust me even though it feels hard to live the days full of suspicion of others around me but maybe this is the test of life that I have to face.
"Today it feels really want to go for a walk but Anisa can't because she wants to help her mother make a cake, do I walk alone aja yes"
I also decided to go back to the boarding house and prepare to go to the mall to entertain myself a little.
"Circling the mall alone was not that bad, yes, I was looking for food first ah"
I went straight into the dining room and sat alone, I looked around and saw people eating and making out with their partners, I felt like a cctv,well, this is how if only you can fantasize about having a coveted partner.
"Where to go, find a novel ah"
I walked straight to the bookstore at the mall.
"That's a lot of novels when I just got here"
I read the novel on the prepared table.
An hour and a half later.
"Hey" while patting me on the shoulder.
"Sister Adam" I was surprised.
"I'm surprised that I'm bothering you"
"Not bother at all brother hehee"
Well why is this people are everywhere yes now, this is coincidence or indeed destiny ah but I really like there is brother Adam here.
"What did you read again?"while approaching me.
"There's no old-fashioned novel"
I immediately hid what I read, because I read a novel that was quite hot, too embarrassed.
"Look, don't you read the adult magazines" while smiling at me.
He tried to grab the novel I was holding while scrutinizing me.
"No, not brother"
"Why what novel is that?"
"God"
I too was rolled over and brother Adam was above me. Gosh what kind of position is this.
"I'm sorry" Adam's brother went wrong.
"Yes, brother ngak papa"
padahal aku seneng banget hehe.
"Kita main aja yuk, aku juga bosen baca terus"
Tumben kak Adam bosen, ini kesempatan aku buat menghibur kak Adam lagian dia udah banyak bantu aku.
"Ayok kak aku juga bosen banget baca novel hehe"
"Bukannya kalo baca novel panas kayak gitu ngak ngebosenin ya" sambil tersenyum nakal kepadaku.
"Apaansih kak ini ngak panas sama sekali tau" sambil tersenyum berlari dari kak Adam.
"Haha iya-iya dasar kamu ya"
Kamipun menuju tempat bermain di dalam mall yg ramai sekali, kebetulan memang sudah sore jadi anak-anak sekolah juga ke mall untuk bermain, aku dan kak Adam memainkan permainan satu-persatu dengan penuh kegembiraan, aku senang sekali melihat wajah kak Adam yang penuh kegembiraan seperti ini.
"Kita udah dapet banyak tiket kita tuker aja di sana"
"Ayok kak"
Kamipun menukar tiket yang sudah banyak kami dapatkan dari hasil bermain.
"Ini tiketnya mau di tukar apa ya mas?"
"Kamu mau apa" sambil memandang ku.
"Terserah kakak aja"
"Ya udah boneka Teddy bear itu bisa?"
"Bisa mas kebetulan ini boneka terakhir yang bisa di tukar tiket permainan, mas dan mbaknya pasangan yang beruntung.
Ha pasangan, aku langsung tersenyum mendengarnya.
"Nih buat kamu"
Kak Adam memberikan boneka beruang itu padaku, begitu beruntung aku hari ini bermain dan di berikan boneka pula oleh orang yang ku kagumi.
"Kak"
"Apa adekku" sambil mengelus kepalaku.
"Kita ke Photobox yuk, untuk kenang-kenangan"
"Emang kamu pengen di kenang?" Sambil tersenyum.
"Ya udah aku foto sendiri aja"
"Ya udah sana haha"sambil tertawa melihatku.
Dia berjalan di sampingku sambil merangkul bahuku, ya tuhan mimpi apa aku bisa sedekat ini dengan orang yang aku kagumi.
Kami langsung masuk ke dalam Photobox dan berpose lucu.
"Kayak gini kak posenya telunjuk di pipi kayak gini biar lucu"
"Biarin week"sambil menjulurkan lidah.
"Dih yaudah aku tau pose yang bagus untuk kita"
"Sini kamu deketan dikit"
Akupun mendekat dengan kak Adam.
Kami berpose tapi tiba-tiba.
"Muach...."suara kak Adam mencium pipiku.
"Jadi ini posenya kak?" Sambil melirik kak Adam.
"Lucukan posenya?" Sambil tersenyum malu.
"Iya lucu tapi bikin jantungan kak"
"Haha.... iya-iya maaf ya Citra scholastika udah nyium tanpa izin"
"Iya kak ngak papa kok"
Padahal jantungku berdegup kencang.
Hari ini jadi hari penuh warna untukku, aku merasa beruntung karena kak Adam hadir dalam hidupku, tapi disisi lain aku sadar bahwa aku tidak bisa memilikinya sepenuhnya.
"setelah ini kita kemana lagi?"
"gimana kalo kita beli eskrim kak"
"ya udah sekarang kita cari ekstrim ya"
setelah berfoto-foto lucu pergi menuju eksrim yang masih berada di dalam mall.
"kamu bebas pilih yang mana aja biar aku yang traktir"
"beneran nih kak?"
"iya citra pilih aja apapun yang kamu suka"
"kak Adam mau yang mana?"
"sama kayak kamu aja"
"ya udah mbak saya pesen yang rasa coklat kacang almond dua ya"
"iya kak di tunggu sebentar ya"
lima menit kemudian.
"ini kak silahkan menikmati"
"em... enak banget"
"seenak apasih"
"nih kak cobain" aku menyodorkan eskrim ke pipi kak Adam"
"berani ya kamu"
kamipun sedikit bermain kejar-kejaran di dalam mall.
"ih iya-iya ampun kak, aku udah capek"
"yang nyuruh kamu lagi siapa Citra jelek"
"ih cantik tau"
"iyadeh cantik"
kamipun duduk sambil menikmati eksrim yang sedikit mencair.
"yah cair deh eksrimnya"
"yaudah kita beli lagi aja eksrimnya gimana"
"ngak usah kak kan jauh tau di lantai atas eskrim nya"
"ngak papa kamu pasti belum puas makan eskrimnya haha"
"ih emang aku anak kecil kak"
"iya mirip tau" sambil tersenyum nakal kepadaku.
kak Adam lansung pergi ke lantai atas untuk membelikan aku eskrim lagi, dia romantis banget sih membuat aku menjadi tak bisa berpaling pada pria lain.
setelah beberapa menit menunggu kak Adam turun dari lantai atas dengan membawa sekotak eskrim dan juga coklat batangan yang cukup besar.
"nih buat kamu ekrimnya mau kansung di makan apa di bawa pulang kebetulan aku nyuruh mbaknya buat di kotakin tadi biar ngak cepet cair, ini ada coklat juga tadi aku liat jadi aku beli aja siapa tau kamu suka"
"suka banget makasih ya kak"
"iya yaudah sekarang mau main lagi apa pulang"
"pulang aja yuk kak, aku juga ada tugas kuliah yang belum selesai di kosan"
"ya udah aku anterin ya"
"kalo ngak ngerepotin boleh kak"
"ngomong apa sih" sambil mencubit pipiku.
dia sungguh pria yang sangat manis yang pernah aku temui di hidupku yang bisa menghibur di saat aku sedang sedih dan selalu berusaha menjadi tempat bersandarku.
Bersambung.....