
Somehow today feels quite boring, quite monotonous it feels from college I went straight to the cofe shop to work part-time does today feel boring because I have not met brother Adam huh?.
" what the hell am I why so think brother Adam continues yes lately, I can't think of him continue, mending I finish the table first rather than thinking of people who already have a partner"
"Why are you talking about the deck yourself?"
"Eh bang Bobi, just ngagetin"
"Eat it don't talk to yourself, later trance new know your taste"take a laugh.
" hehe..who said it himself, will I have a friend who does not look like a bang"
"It is certain that you know Abang doang already know"
"You don't believe it already, even though he was standing still before his brother"
"Ah run away ah ngak asik becanya"
Bang bobi immediately ran away while looking at me while shuddering, it was quite easy to work on it haha I was quite satisfied.
After finishing my cleaning and the bobby bang immediately closed the cofe shop but the Bobi bang came home first because it wanted to take his family who were sick, so tonight I went home alone.
"Am I walking only once yes, I also mall directly home kosan consider it a night walk"
I also walked towards the kosan while watching around, which was still a lot of people
On the way I saw children busking, I immediately approached them.
"Hey sisters, know the name of Citra I can help you ngamen ngak?"
"By a big brother, surely many love what else hehe beautiful sister"
"Truly this"
"Yes my real brother" smiled at me.
Tonight feels good because I can help these street kids make money.
After a few hours we had already collected quite a lot of spare change.
"There are still many thanks to our brother so we can go home quickly, because this money is more than enough for mothers at home"
"Yes, we'll both go home, be careful"
"Every brother, sister is also careful because around here there are still many thugs"
"Yes dek, thank you for telling me brother"
I parted with them, and went back alone again to Kosan.
"Hey pretty yourself"
Kenapa jadi ketemu preman sih.
"Iya bang"sambil mempercepat langkah.
"Kok buru-buru, biar abang temenin ya"
"Ngak usah bang makasih"
Kok dia ngikutin aku ya, apa aku lari aja.
Akupun berlari dengan kencang.
"Kok lari cantik Abang kan ngak jahat"sambil berlari mengejar ku.
"itu kayak Citra, ngapain dia lari malem-malem gini ada yang ngejar lagi, aku susulin aja kali"
"Citra"teriak kak Adam.
"Kak Adam tolongin aku kak"
"Sini naik motor ku"
Entah darimana kak Adam muncul, tapi aku tidak peduli yang penting sekarang aku terbebas dari preman genit itu.
"Cepetan kak" sambil menaiki motor.
"Iya kamu pegangan ya"
Aku lansung berpegang dengan kak Adam lalu meninggalkan preman genit itu.
"Citra kok kamu bisa di kejar gitu sama preman"
Kak Adam menghentikan motornya.
"Hei kamu kenapa gemetar gini" sambil memegang tangan ku.
"Sini turun dulu"
Kamipun duduk di sebuah pos ronda.
"Kamu tenang dulu ya sini"
Kak Adam memeluk sambil mengelus kepalaku, itu membuat aku jadi merasa nyaman.
"Makasih ya kak udah nolongin aku, aku takut banget di apa-apain Sama preman"
"Udah, ngak usah takut lagi ya kan ada aku disini"
"Iya kak sekarang udah ngak takut kok"
Tanpa sadar kami mengobrol sambil berpelukan.
"Eh maaf kak"kami langsung salah tingkah satu sama lain.
"Ya udah aku anter ke kosan ya"
"Akhirnya sampai juga, sekali lagi makasih banyak ya kak"
"Udah jangan kebanyakan makasih, sana masuk"
"Iya kak"
Kenapa aku jadi pengen nyium kak Adam ya kayaknya aku udah gila deh.
"Kak Adam, coba liat ada bintang jatuh tu"
"Mana?"
Saat kak Adam memalingkan muka aku mencium pipinya, ya ampun apa yang aku lakukan.
"Maaf ya kak" sambil berlari menuju kosan.
"Aku ngak mimpi barusan di cium Citra, manis banget dia jadi pengen nyium balik" sambil tersenyum.
aduh apasih yang aku lakuin barusan bego banget sih Citra scholastika.
akupun mencoba mengintip kak Adam yang masih berdiri tak bergerak di depan kosanku, itu semakin membuat hatiku tak karuan.
tiba-tiba dia menoleh ke belakang melihat jendela kosanku membuat aku yang sedang melihatnya begitu terkejut.
"kenapa ngintip gitu Citra?"
akupun membuka pintu kosanku.
"em maaf ya kak udah lancang nyium kak Adam"
dia tiba-tiba menempelkan tangannya ke dinding membuat badanku mundur dan tersandar di tembok.
"em... kenapa kak marah ya?"
"kamu harus tanggung jawab" dengan ekspresi penuh sinis.
"emang aku ngelakuin apa sampai harus tanggung jawab kak?"
"kamu udah buat jantung aku ngak karuan nanti kalo aku di bawah ke rumah sakit gimana"
"ha-ha-ha....kakak lagi ngelawak apa gimana kak"
"aku beneran"
tiba-tiba kak Adam mendekatkan wajahnya ke wajahku kamipun saling memandang satu sama lain entah apa yang berusaha ya lakukan kepadaku membuat jantungku berdegup kencang.
"ah-ah..em..."
kak Adam memcium bibirku dan tangannya mulai nakal menyentuh leherku membuat aku menjadi terangsang karenanya.
"ah-ah-ah...."dia mulai mencium leherku.
"aku sayang banget sama kamu Citra jadi kamu jangan pergi ya dari aku"
"iya kak Adam, tapi kak Sarah gimana?"
"udah jangan pikirin dia kita jalani aja dulu kayak gini yah"
aku tidak bisa menolak ajakan kak Adam walaupun aku tau ini tidak benar, menjadi simpanan bukanlah hal yang aku inginkan tapi kehilangan sosok seperti kak Adam juga aku tidak bisa karena aku terlanjur mencinta.
kamipun melanjutkan ciuman yang penuh nafsu itu.
tak terasa kami sudah berciuman selama satu jam lamanya.
"Citra aku boleh buka baju kamu?"
pertanyaan macam apa yang kak Adam katakan kepadaku apa aku tidak salah dengar.
"hei kak Adam sayangku, kan bentar lagi kakak akan sibuk ujian skripsi jadi ngak boleh nakal, untuk saat ini ngak boleh lebih dari ciuman pokoknya"
"yah padahal aku udah terangsang banget ini Citra sayang"
"apaansih dasar nakal" aku mengelus kepala kak Adam yang berbaring di atas pahaku.
aku merasa menjadi seorang istri yang mencoba menahan nafsu suaminya, hah benar-benar gila rasanya.
"kak Adam ngak mau pulang?"
"jadi ngusir nih ceritanya" sambil memanyunkan bibirnya.
"ih engak ya, ini apaan lagi bibir di manyun-manyunin gini ngak imut tau Haha"
aku sambil menyentuh bibirnya.
"ya udah aku pulang ya Citra scholastika jelek"
"ih cantik tau"
"iyadeh cantik banget"
"hati-hati di jalan ya kak"
iya kamu juga hati-hati di sini nanti ada yang nemenin lagi"
"ih malah nakutin"akupun sambil mendorong kak Adam.
"ya udah dadah"
"dah kak"
malam itu menjadi malam yang indah yang pernah aku rasakan, rasa ingin memiliki dia sepenuhnya semakin membara rasanya di hatiku walaupun aku merasa tidak cukup pantas untuknya.
Bersambung....