
Today I no longer use a wheelchair, after a few days off from college I became like a stranger in college, but I was happy to meet my friends especially Anisa who also diligently visited me when I was sick.
"Hey, your image is healthy"
"Yes he can walk normally again hehe"
"Good, you must be looking for Anisa huh?"
"Where is he?"
"She was in the cafeteria again in class"
"Oh yes thanks for telling me"
"Yes together"
Suddenly a man came in and sat down next to me, who was he playing.
"The image of you finally entering, it really can walk"Nisa while hugging me.
"Yes dong this blessing in the care of whether deh"
"It's good that's taken care of"
"Wh who's next to my bench who's just seen it?"
"He's a freshman named Rama, he's transferred to our university because of the scholarship, why is it pretty handsome right"
Anisa teases me.
"Oh that's who I thought I was"
"Hey again talking about me yeah" took a glance at us.
"Eh yes Rama knows this Citra, he just entered again because of the sudden he broke his leg because of learning to take a motorbike"
"ih Anisa kok use in telling you everything"
"Yes ngak papa dong my cute let open hahaha"
Shame on Anisa.
"Hi know my name Rama Mahendra call me Rama"he stretched out his hand to me.
"Oh yes know my name Citra scholastika call aja Citra"
"Hopefully we can be good friends"
"Yes"
"Eh the lecturer has already entered the conversation"
We continued the class, whether this was my feeling or indeed Rama always noticed me while studying.
Sesudah jam pelajaran aku pergi mengerjakan tugas di bawah pohon yang sejuk di samping lapangan sendirian karena Anisa sedang sibuk di organisasi yang dia ikuti.
Setelah satu setengah jam kemudian.
"Citra aku boleh duduk di sini"
"Duduk aja ngak papa lagian inikan tempat umum"
Rama duduk di dekatku dan bertanya banyak hal, sebenarnya aku senang menjawabnya dia juga cukup asik dan juga pintar.
"Eh itu si Citra itukan genit banget sama anak baru"
"Citra mana?"
"Itu sayang yang kamu tolongin pas ospek"
Adam melirik ke arah Citra.
Siapa cowok itu kok duduk deketan gitu sama Citra.
"Sayang" Sarah berteriak.
"Kok bengong sih, ke kantin yuk"
"Aku ada rapat bentar lagi, kamu aja duluan"
"Hem...ya udah aku ke kantin ya sayang"
"Iya"
Entah kenapa rasanya aku sedang di perhatikan, akupun melihat sekeliling dan melihat kak Adam sedang memandang kami dengan tatapan mata yang cukup tajam.
Dia kenapa lagi berantem sama sarah kali makannya natap sinis gitu.
"Citra yang ini kayaknya salah konsep
jawabannya"
"Yang mana"
Aku terus lanjut belajar dengan Rama tanpa menghiraukan tatapan kak Adam.
"ini harusnya kamu buat programnya dulu baru nanti masuk ke inti pembahasan"
"oh gitu ya"
"kamu lagi mikirin apa kayaknya fikiran kamu lagi ngak di sini ya"
kenapa Rama bisa tau ya kalo aku lagi ngak fokus.
"eh maaf ya aku memang lagi ngak fokus soalnya belum makan iya gara-gara belum makan kayaknya"
"ya udah kita ke kantin aja"
Kamipun pergi menuju kantin.
"Eh sarah liat tuh si Citra kemarin-kemarin godain Adam sekarang liat tuh deketin anak baru yang dapet beasiswa di kampus kita"
"Ya emang dasarnya gatel ya gatel gimana kalo kita kerjain aja dia sini aku bisikin"
Kenapa harus ada Sarah sama temen-temen di kantin bikin aku ngak tenang aja tapi aku ngak boleh keganggu gara-gara dia.
Aku merasa aneh pada gerak-gerik temannya Sarah yang seperti sengaja menumpahkan minuman pada baju Rama.
"Kamu ngak papa Rama?"
"Ngak papa kok cuman basah sedikit, aku ke toilet dulu ya kamu tunggu di sini"
"Ya udah sana aku tunggu di sini kok"
Rama pun pergi meninggalkan aku di kantin karena ingin membersihkan bajunya.
"Hei cewek gatel udah lama ya ngak main baren"
Tiba-tiba Sarah dan teman-temannya menghampiri mejaku dengan sapaan yang tidak ingin aku dengar.
"Kita ngomongnya jangan di sini deh ngak seru gimana kalo kita ngomongnya di tempat yang seru"
"Maaf kak aku ngak ada waktu"
aku harus menghindari mereka tapi aku rasa sudah terlambat.
"Sibuk apaansih bentar aja kok yuk ikut sama kita"
Merekapun menarik tanganku dan entah ingin membawaku kemana.
"Eh itu neng Citra kenapa di paksa gitu?"
"Eh bi mana ada di paksa kitatuh sebenarnya teman akrab ia kan Citra" sarah melotot kepadaku.
"Eh iya Bu"
Ternyata mereka membawa aku ke atas gedung kampus yang sepi sebenarnya apa yang mereka rencanakan kali ini.
"Kok Citra udah ngak ada di sini, bi tau Citra kemana ngak?"
"Eh itu barusan neng Citra kayak di paksa gitu sama si siapa itu namanya aduh bibi lupa namanya, tapi mereka kayak maksa gitu nyuruh neng Citra ikutin mereka"
"Sini duduk dulu, guys iket dia"
"Jangan kak aku mohon jangan pake cara kayak gini kalo kakak ada masalah sama aku kita omongin baik-baik"
"Hah omongin baik-baik kamu tuh yang ngak bisa di kasih tau secara baik-baik kamu taukan Adam itu milik aku jadi kamu jangan ganggu dia lagi ngerti kamu perempuan gatel"
"Aku ngak ganggu Kak Adam kok cuman dia selalu ada aja buat aku"
"Berani ya kamu jawab omongan aku"
"Aduh sakit kak"
"Lebih sakit mana di Jambak apa sakit ngeliat kalian sering jalan bareng, sadar kamu Citra kamu cuman jadi roda ke tiga di hubungan aku sama Adam kayak ngak ada cowok lain aja yang mau sama kamu"
Akupun terdiam mendengar cacian Sarah padaku.
"Tuh kan emang ngak mau di bilangin nih anak"
"Mana air pelannya guys"
"Nih sar siap untuk menguyur si pelakor ngak tahu diri ini"
"Byurr.....Mereka menyiramku dengan air bekas pelan"
"Ups maaf yah ngak sengaja, yuk guys tugas kita udah selesai"
"Jangan tingalin aku di sini kak aku takut"
"Hah kalian denger ada yang ngomong ngak guys?"
"Ngak tuh suara kucing kali lagi kelaperan"
"Ha-ha-ha iya yaudah yuk"
Merekapun pergi meninggalkan aku sendiri yang terikat dan basah kuyup di atas gedung kampus aku harap ada yang menolong aku di sini.
"Perasaan aku jadi ngak enak yah sebenernya di mana Citra?"
Eh itu bukannya cewek-cewek di kantin tadi kayaknya mereka dari atas gedung kampus aku coba cek aja siapa tau Citra ada si sana.
"Huhu...tolong siapapun tolong aku"
Itu kayak suara citra.
"Citra kamu dimana"
Itu kayak suara Rama.
"Tolongin aku Rama aku di sini tolong"
Rama berusaha membuka pintu yang sudah di kunci dengan mendobraknya.
"Citra siapa yang ngelakuin ini sama kamu?"
"Huhuu..."aku menangis di pelukan Rama.
Dia lansung melepaskan ikatan dan memakaikan jaketnya padaku.
"Citra aku tahu kamu masih shock tapi aku bener-bener ingin tahu siapa yang ngelakuin ini ke kamu?"
akupun menceritakan semuanya pada Rama.
"tapi kamu janji ya sama aku ngak cerita ini ke siapapun"
"tapi mereka udah keterlaluan Citra"
"udah ngak papa ini memang salah aku kok"
"ya udah sekarang aku anter kamu pulang ya"
"iya maaf ya udah ngerepotin kamu"
"ngak papa kok"
sebegitu berjuangnya Citra menahan rasa sakit karena cintanya pada si yang namanya Adam itu aku sangat kasihan padanya.
Bersambung.....