My Destiny is Third

My Destiny is Third
The Complicated Ospek.



After a few weeks of waiting, finally the announcement came out stating I graduated and could continue my education at Gunadarma university, I was so excited but also quite sad to not be able to see my parents' expressions and hug them, but I'm sure they must have been happy there too, seeing that I was accepted at the university that I dreamed of, I'm a kara now, my mother and father died during a fatal accident that occurred while traveling business out of town, he said, at that time I was still Junior High I was in the care of my aunt until the third grade of High School but now my aunt has released her hands to me because she said I was just an unlucky carrier for her family.


"I'm sad, I should be happy"


Tomorrow is the first day of ospek on campus I can not be late, so I have to sleep faster I also try to sleep but unfortunately after almost an hour closed my eyes I can not sleep.


"Well, how can I sleep if I watch a drama on leptop, usually can be instantly sleepy"


Without realizing it I was already watching and just slept at 4 am.


"Cring-cring-cring.."sound alarm.


"It's so noisy it's still malemy"


I opened my eyes slowly.


"Huh.huh gosh it's seven o'clock, because of the fucking drama "


I screamed because I was also panicked.


"Have not taken another shower, I immediately changed clothes"


I also went in a hurry without taking a shower first, I'm sure no one knows even though my appearance is messy because I don't have time to iron clothes, keep me beautiful, keep me beautiful, I immediately prepared and looked for a base motorcycle to go to campus.


"Please anterin me to the Gunadarma campus yes, a package bang"


"Eh yes it's riding"


"Well forgetfulness again, I'll be later"


"What's neng by the way?"


"Hehe... Not a bang bang bang"


"Iya-iya neng patiently this brother is also already gas pol"


After fifteen minutes on the way finally arrived at the campus.


"It's bang the fare, thank you bang"


"Yes neng together next time use the services of Abang again yes"


"Okay bang"


Upon arrival at the campus I went to the ospek field but unfortunately ospek had started and I did not bring the name tag and tie my two hair, he said, but I must not be afraid that my senior the image of scholastika will face this ospek no matter what.


I ran over and approached the seniors who were having discussions.


"Excuse me brother sorry my brother is late"


"Huh sorry, what are the police for saying sorry is useful" while yelling at me.


Benar Saja tebakanku, aku pasti akan di marahi habis-habisan oleh para senior.


"Sarah nih ada mangsa nih, terserah mau kamu apain kek"


Aku terkejut mendengar percakapan senior yang seolah menyerahkan aku kepada si senior bernama Sarah itu.


"Thanks Jon, biar aku aja yang nanganin cewek bandel kayak gini"


Betapa terkejutnya aku melihat bahwa si Sarah itu Ternyata adalah pasangan kakak senior yang aku tabrak kemarin yang aku lihat di aula waktu itu.


"Heh.... sekarang karena kamu terlambat jadi harus di hukum dulu, kamu harus muter lapangan bola ini 20 keliling sambil bilang, saya tidak akan terlambat lagi, paham ngak?"


"Hah lapangan seluas ini kak"


"Kamu berani protes sama saya?"


"Eh ngak kak "


Ya Tuhan mimpi apa aku harus di hukum kayak Romusa kayak gini, lapangan kampus ini udah hampir seluas lapangan GBK Senayan tau ngak, tapi mau gimana lagi aku cuman bisa nurut karena aku juga salah karena terlambat.


Akupun memutari lapangan selama satu jam lamanya.


"Aduh... aku udah capek banget mana pusing lagi, tapi aku ngak boleh nyerah"


"Hei Sarah kasian tuh anak baru, kamu hukum berat kayak gitu, aku kan nyuruhnya hukum sekedarnya aja"


"Ngak papa Jon biar dia kapok "


"Tapi kalo ada apa-apa sama dia aku ngak ikutan ya, aku udah kasih tau kamu"


"Iya-iya... takut amat sih''


Sebenarnya aku benar-benar tidak sanggup lagi .


"Ada keributan apa ini?" ucap senior yang kemarin aku tabrak.


"Eh sayang.... nga ada apa-apa kok"


"Itu kenapa anak baru malah keliling lapangan sendiri?"


"Oh itu dia terlambat jadi aku hukum muter lapangan dua puluh kali"


"Kamu ngak mikir dulu, sebelum ngasih hukuman"ucapnya tegas.


"Ya maaf sayang, aku kan cuman pengen dia kapok"


Entah apa yang mereka bicarakan dari kejauhan, yang aku tahu adalah kepalaku semakin tak karuan dan badanku terasa lemas tak berdaya, aku sudah tak sanggup lagi.


"Tolong....ada yang pingsan"peserta Ospek yang lain berteriak.


"Minggir semuanya" dia berteriak panik


Aku mendengar suaranya samar-samar.


Tanpaku sadari aku berada di ruang UKS universitas.


"Aduh... kepalaku sakit banget, kok aku bisa di sini ya?"


"Kamu udah sadar,jangan banyak gerak dulu"


Hah ternyata yang berada di sampingku adalah senior yang aku tabrak waktu itu lagi.


"Kamu pingsan tadi di lapangan makanya saya bawa kamu ke sini,kamu belum sarapan ya?"


"Iya kak soalnya aku kesiangan jadi ngak sempet"


"Ya udah sekarang kamu tunggu di sini ya saya mau keluar dulu"


"Eh iya kak"


"Permisi.... hai kamu udah baikan?"


Entah siapa wanita yang menyapaku di ruang UKS ini aku belum mengenalnya.


"Iya udah mendingan kok walaupun masih agak sakit, kamu siapa ya?"


"Hehe kita belum kenalan ya, Kenalin aku Anisa biasa dipanggil Nisa, kita satu jurusan dan satu kelas juga nantinya semoga kita bisa jadi teman baik ya"


"Oh iya, maaf ya pantesan aku familiar sama kamu, aku Citra scholastika pangil aja Citra ya"


"Iya aku tadi perhatiin kamu dari jauh pas di kerjain sama si senior yang namanya Sarah itu, dia kok kayak ada dendam gitu sama kamu,apa kalian saling kenal?"


"Eh ngak kok aku malah baru kenal dia


pas di universitas "


"Kirain kalian udah saling kenal, tadi aku liat kak Adam panik banget pas tau kamu pingsan, dia lansung gendong kamu ke sini,aduh sweet banget pokoknya"


Jadi namanya Adam jadi dia yang nolongin aku.


"Eh udah waktunya sesi ke tiga nih aku lanjut ospek lagi ya, kamu istirahat aja di sini kalo ada perlu apa-apa bilang aku aja ya cit"


"Eh iya makasih ya Nisa"


Aku merasa senang sudah punya teman di universitas yang peduli seperti Nisa, semoga saya kami bisa menjadi teman baik.


"Nih aku udah beliin kamu bubur, kamu makan dulu ya biar ada tenaga"


"Eh iya kak, Makasih ya Kak sebelumnya udah mau nolongin aku"


"Iya sama-sama lagian kok kamu bodoh banget mau di hukum berat sama Sarah?"


Hah bodoh! aku di panggil bodoh sama kak Adam nyebelin banget sumpah.


"Hem... aku salah kak jadi aku nurut aja kalo di hukum gitu, kalo aku ngak salah aku juga akan protes kali kak"


"Ya udah sekarang kamu makan dulu ya"


"Iya nanti kak aku belum nafsu"


"Ya udah aku suapin aja biar kamu nafsu"


Aku sangat terkejut mendengar dia ingin menyuapiku, ya tuhan mimpi apa aku di suapin sama pria manis seperti Kak Adam.


"Em... Ngak usah kak"


"Ngak usah malu, apa mau main pesawat-pesawatan biar kamu buka mulut"


Akupun tertawa mendengar kak Adam bicara.


"Nah kalo ketawa brarti harus buka mulut"


Akupun menurut dengan di suapi oleh kak Adam, jujur saja hatiku berdebar saat dia menyuapiku sambil tersenyum manis,oh tuhan tiba-tiba terbersit di benakku ingin memilikinya walaupun sepertinya mustahil bagiku.


"Itu di bibir kamu ada seledri nempel"


"Hah mana kak? ngak ada kok"


"Sini biar aku bersihin"


Tak disangka dia menyentuh bibirku dan membersihkan seledri di bibirku, kamipun saling bertatapan cukup lama hal itu membuat hatiku semakin berdegup kencang.


"Kamu boleh pulang, ngak usah ikut ospek hari ini lagian kamukan lagi sakit"


"Beneran kak ngak papa?"


"Iya ngak papa, kamu pulang naik apa"


"Paling naik ojek atau angkot di depan"


"Ya udah hati-hati ya nanti kalo udah sampe rumah istirahat yang cukup, biar besok bisa fresh lagi"


"Iya kak siap, sekali lagi makasih ya kak udah di tolongin"


"Iya sana pulang"


Akupun pergi meninggalkan kak Adam yang masih mau mengurus siswa lain yang masih melaksanakan Ospek.


"Akhirnya bisa pulang juga setelah cukup drama hari ini"


"Heh kamu"teriakan si senior sarah


"Eh kak, ada apa ya kak?"


"Kamu jangan coba-coba ya deketin pacar saya, kamu tahu saya sama Adam udah pacaran selama delapan tahun, jadi kamu jangan coba-coba ngerusak hubungan orang dengan caper kayak gitu, paham kamu"


"Aku ngak ada niat kayak gitu kok, lagian kak Adam yang baik sama aku"


"Alah....dasar cewek gatel, kalo kamu berani main-main sama saya hidup kamu ngak akan tenang kuliah di sini"


"Kakak ngancem aku"


"Iya, kenapa emangnya"


"Aku juga ngak mau ngusik hubungan kalian jadi kakak tenang aja"


"Kamu jaga omongan kamu, kalo kamu deketin Adam lagi abis kamu sama saya" dengan suara tinggi.


Aku pun pulang dengan hati tidak karuan hari itu, kenapa aku harus mengagumi pria yang telah memiliki pasangan.


Bersambung.....