My Destiny is Third

My Destiny is Third
Feeling Jealous.



It was quite a tiring day because the lecturer gave us a lot of tasks, but it did not melt my spirit to continue to develop into an outstanding student but I also needed a little rest.


It seems like today I haven't seen Adam's sister whether she's busy in the organization or busy with Sarah, I don't know who else I'm a nobody, not the person she should tell when she's gone.


"Am I going to the field under the tree"


"Where are you going?"


"I'm going to the field, you want to come?"


"Hem..want but I buy a drink first yes for us you just first"


"Surely, yes I have been waiting in the field well under the shade tree hehe"


"Let's watch out if you're going when I get there"


"No"


We're walking in opposite directions.


Arriving in the field I immediately sat under a shady tree while taking out a novel book and reading it while waiting for Anisa.


After a few minutes I heard the sound of a shout of encouragement from someone and then looked at the voice, it turned out that Sarah was cheering for Adam's brother who was playing basketball. I also just ngeh if someone plays basketball because they are too focused on reading novels.


I also looked at it from far away.


"Honey the spirit should win yes"


But I saw that Brother Adam was not so fond of Sarah's words, indeed a less harmonious couple.


When the basketball player breaks suddenly Adam's brother turns to me with a smile, I smile back at him but suddenly.


"The new boy dared to smile at Adam in front of me, I have an idea"


"Honey here I wipe your sweat, geez must be tired ya kasian terribly"


"I'll wash myself, not good to see the kids"


"No papa dong dear they already know if we are a couple" while wiping Adam's sweat.


"You want to play again, baby?"


"Yes"


Suddenly Sarah approached Adam very close.


"Muach may win my dear"


"Cie.... It's nice to have a girlfriend"


Sarah kissed Adam's cheek in front of me, actually my heart ached when I saw him but I had to cover it.


Kak Adam tiba-tiba melihat ke arah ku ketika Sarah menciumnya, aku lansung memalingkan muka berpura-pura membaca novel.


"Heh ngapain" Anisa menepuk pundakku.


"Ya ampun ngagetin aja tau, yaudah kita pergi aja yuk" sambil menarik tangan Anisa.


"Yah baru juga nyampe, udah pergi aja ni anak"


"Aku udah ngak mood, kita pulang aja yuk"


"Apaan sih yang buat kamu ngak mood imutku, ni mending minum dulu"


Anisa melihat ke arah lapangan, jadi itu yang buat Citra ngak mood, lagian si kak Adam udah tau udah punya pasangan kenapa juga harus bikin baper sahabatku, heh dasar cowok emang semuanya sama aja suka mainin hati perempuan.


Akupun bergegas pulang dengan Anisa, walaupun perasaanku terasa sakit tapi untungnya ada Anisa yang selalu menghiburku, dia seakan-akan tau bagaimana rasanya jadi aku.


"eh abis ini kita kemana?"


"aku bosen nih langsung pulang gimana kalo kita jalan-jalan"


"jalan-jalan kemana Nisa"


"ya kemana aja kek sebelum kamu masuk kerja nanti"


"ya udah yuk ke mall aja kita"


" hehe gitu dong semangat lagi ini baru Citra yang aku kenal"


Akhirnya Citra bisa senyum lagi aku ngak mau dia sedih karena si brengsek Adam itu.


Kamipun menuju Mall.


"Eh kita main itu yuk"


"Tapikan itu mainnya sambil joget Nisa malu ah"


"ih malu apaansih jangan jaim-jaim ah sama aku ayok main"


Anisapun menarik tanganku untuk bermain permainan yang harus berjoget itu.


"Ye ternyata asik banget ya permainannya kok baru tau sih"


"Iya kan asik makannya jangan jaim"


"Iya-iya"


Kamipun asik memainkan permainan sampai-sampai tidak sadar sedang di lihat banyak pengunjung Mall.


"Eh udah yuk cape nih"


"Aduh cepet bangetsih kamu capeknya nis"


Si citra katanya ngak mau joget tapi malah dia yang kesenengan emang dasar ya.


"Haduh akhirnya menang juga"


"Selamet ya yang menang"


Kita main apalagi nih?"


"Cari minum dulu ngapa Citra?"


"Ya udah ayok kita cari minum dulu"


Kamipun beristirahat sebentar di sebuah cafe di dalam mall.


"Wah segernya tenggorokan"


"Eh itu bukannya si sarah sama Adam ya"


"Mana?"


Lagi-lagi aku harus melihat pemandangan yang tidak inginku lihat.


"Ya udah yuk kita pergi aja dari sini"


"Eh buru-buru amatsih ni anak"


"Ayok nis"


"Iya-iya"


Kamipun pergi meninggalkan kak Adam dan sarah yang berada di cafe itu.


Akupun perlahan melirik kak Adam yang ternyata sedang memandang ku dari kejauhan.


aku langsung memalingkan wajahku darinya.


"kita main basketball itu yuk"


eh kok malah bengong ni anak pasti karena ketemu si Sarah sama Adam barusan deh kenapa juga mereka ada di mana-mana kayak hantu aja.


"hei Citra scholastika" dengan nada tinggi.


"eh ngomong apa nis?"


"Hem....pasti udah ngak fokus deh"


"kita main basketball yuk"


"ayok nis tapi ini yang terakhir ya kayaknya aku mau pulang aja mau istirahat sebelum kerja nanti sore"


"iya kamu temenin aku bentar ya mainnya soalnya aku suka banget main itu"


"iya Nisa aku temenin kok"


setelah menemani Anisa bermain kamipun langsung pulang.


"Makasih ya nis untuk hari ini kamu udah berusaha buat ngehibur aku"


"iya imutku pokoknya jangan sedih-sedih ya harus selalu happy itu baru Citra yang aku kenal"


"iya liat aja nih aku senyum udah selebar apa"


"hahaha... udah-udah ngak usah senyum terpaksa kayak Joker gitu"


"tuh kan masa senyum aku kayak Joker sih"


"makannya senyumnya dari hati dong biar cantik"


"kayak gini"


"nah ini baru senyum manis, ya udah aku pamit pulang dulu ya Citra imut" sambil mencubit pipiku.


"aduh iya hati-hati di jalan ya Anisa gendut"


"ih kok gendut"


"ya udah dadah"


"dah"


Anisapun pergi setelah mengantar ku.


haduh rasanya cukup melelahkan juga ya kalo udah melibatkan perasaan yang ngak seharusnya ada, aduh berat banget rasanya jadi aku mending aku tidur dulu bentar lagian masih ada dua jam lagi sebelum berangkat kerja.


dua jam kemudian.


"aduh udah jam lima aku harus cepet siap-siap"


akupun membuka pintu kosan kenapa ada kak Adam di depan kosanku.


"Citra aku mau ngomong sebentar sama kamu"


"aku buru-buru kak ngak bisa lama-lama"


"hei aku tahu kamu pasti cemburu ya sama aku karena jalan sama Sarah?"


"apaan sih kak aku juga ngak punya hak buat cemburu sama kakak"


Akupun berjalan cepat berusaha meninggalkan kak Adam.


"Citra maafin aku karena ngak bisa tegas sama hubungan kita karena posisi aku juga Rumit untuk di jelaskan"


akupun menghentikan langkahku.


kak Adam memegang tangan ku.


"maaf ya"


aku yang melihat sorot mata yang indah itu tidak bisa berkata-kata lagi selain menerima maafnya.


Bersambung.....