
After the incident I was worked on by Sarah's boyfriend brother Adam, I became more careful while on campus, and every time I want to go to the bathroom I always ask my friend, friend, I'm afraid it's happening again.
Every time Sarah sees me she dodges by throwing her face away, either she thinks I don't know that she's the one who pranks me in the bathroom, she says, this time I can be silent but if he gets too outrageous, I will tell Brother Adam about his behavior to me.
"Yey tomorrow's off"
"Who said it was a holiday?"
"Eh brother Adam"
I don't know where he showed up.
"Then tomorrow is Sunday"
"Yes but no holiday, you sent me to the home of yes imra scholastika" while smiling sweetly.
"Ha Panti, I've been going to the parlour for a long time"
"Yes, it's fitting that I take you"
"Yes, sister, but Sarah's sister will be angry how?"
"Not to think about it, he doesn't like that kayak place"
Yes, but I want to go to the orphanage.
"Hey, I'm so dumb" while patting me on the shoulder.
"Hehe ngak brother, I went to class first yes brother"
"Yes there, I'll pick you up tomorrow"
I just nodded with a smile leaving Adam's brother.
Next day.
Someone knocked on my door.
"Who ya early in the morning gini already ngetok aja,iya bentar"
I also opened the door.
"Oh my goodness, Adam" was surprised to see him
"Why do you like seeing ghosts again, where you haven't bathed yet" smiled
Geez, what a shame, where I wear a negligee again.
"Wait for Bentar sis" while slamming the door of the boarding room"
"Haha. ya-iya santay aja, he's very funny to use a negligent kayak" while smiling sweetly.
Aku langsung bergegas mandi dan bersiap-siap.
"Aku harus tampil cantik hari ini, kan mau ketemu anak panti"
Setengah jam kemudian.
"Kak"
Kenapa dia tercengang melihatku.
"Kak Adam" sambil menepuk pundaknya.
" iya kenapa" terkaget
"Kakak kenapa gitu ngeliatin aku, ada yang salah ya kak?"
"Ngak kok, yaudah yuk berangkat"
Kak Adam kenapa ya apa dress aku kependekan apa gimana, ah bodo amat ah yang penting ke panti.
Dia imut banget pake dress itu.
"Kita mampir dulu ke toko mainan ya, sama beli jajanan untuk anak-anak"
"Iya kak siap"
"kamu Semangat banget kayaknya"
"Iya dong kak " sambil tersenyum.
Setibanya di toko kami langsung memilih mainan dan jajanan yang akan di bagikan untuk anak-anak panti asuhan.
"Kamu bantu aku pilihin mainannya ya?"
"Iya kak, kalo menurut aku kita pilih yang mainannya netral aja, jadi semuanya bisa main cewek atau cowok biar mereka ngak berebutan nanti"
"Pinter juga kamu"sambil mengelus kepalaku.
"Iya dong Citra gituloh"kamipun tertawa.
Setelah selesai berbelanja di toko kami langsung menuju panti Asuhan.
Sesampainya di sana kami langsung menemui ibu Panti, untuk memberi tahu bahwa kami ingin sedikit berbagi kepada anak panti.
"Yuk kita samperin anak-anak"
"Ayok kak, mereka pasti lagi nungguin kita"
Dalam perjalanan menuju lapangan aku melihat ada seorang anak laki-laki yang menyendiri di sudut ruangan, sepertinya dia lagi bersedih, aku harus menghiburnya.
"Kak Adam, aku mau nyamperin anak itu dulu ya"
"Ya udah kita samperin sama-sama"
Kamipun menghampiri anak itu.
"Halo Adek, kamu kenapa di sini sendirian?"
"Eh kamu tahu ngak kalo sering sendirian nanti ada hantu yang ganggu kamu, ih serem"
Kak Adam langsung menahan tawa.
Akupun mengodenya untuk tetap diam.
"Masa kak"dia merespon.
"Iya, temen kakak juga sering menyendiri, terus dia di ganggu sama hantu, jadi kamu jangan sering sendiri ya"
"Iya kak Makasih ya udah ngasih tau aku"
"Iya sayang sama-sama, ya udah sekarang kamu ikut kakak yuk, kakak bagi-bagi mainan sama kamu dan temen-temen kamu"
"Ayok kak"sambil meloncat keriangan.
"Kayaknya Kamu udah cocok jadi seorang ibu"
"Eh ngaklah kak, belum siap"
"Yaudah jadi Bapak aja kalo ngak mau jadi ibu"
Aku tertawa mendengar candaan kak Adam yang sedikit garing itu.
Kami langsung menemui anak-anak panti yang sudah berkumpul di lapangan.
"Anak-anak ini ada kakak yang pengen ngasih sesuatu buat kalian"
"Silahkan dek"ibu Panti mempersilahkan.
"Iya buk "
"Hai adik-adik kalian mau hadiah ngak dari kakak?
"Mau kak mau"anak-anak berteriak girang.
"Ya udah sekarang kita nyanyi bareng-bareng terus nanti kalo semangat nyanyinya kakak yang cantik itu akan kasih kalian hadiah setuju ngak?"
"Setuju"
Ha kakak cantik,aku ngak salah dengar kalo kak Adam bilang aku cantik, ya ampun aku jadi pengen loncat kegirangan kayak anak-anak panti jadinya.
Kami semua bernyanyi dan menari bersama
anak -anak, aku semakin kagum sekali pada sosok kak Adam, dia mampu memberikan anak-anak ini kebahagiaan dengan memberi mereka mainan dan menghibur mereka, sepertinya semakin aku mengenalnya, semakin aku mencintainya.
"Makasih banyak ya untuk hari ini kak"
"Harusnya aku yang makasih karena kamu udah nemenin aku"
"Pokoknya aku seneng banget kakak ngajak aku ke panti"
"Iya aku juga seneng ke panti asuhan sama kamu, kamu tahu ngak kenapa aku sering ke panti?"
"Ngak tau kak"
"Supaya aku lebih bersyukur terhadap hidup, dan merasa beruntung ketika bisa liat mereka masih bisa tetap tersenyum manis walaupun udah ngak punya orang tua"
Akupun menjatuhkan air mata.
"kamu kenapa nangis?"tanyanya lembut.
"Ngak kak, aku jadi inget almarhum orang tua aku aja, berarti aku masih beruntung masih punya orang tua pas masih seumuran mereka"
Kak Adam lansung mengusap air mataku, dan memeluk aku dengan penuh kelembutan.
"Yang penting sekarang kamu tetap semangat ya, dan jangan lupa selalu kirim doa buat almarhum orang tua kamu"
"Iya kak Makasih banyak udah hadir di hidup aku,dan memberi kekuatan sama aku"
Kamipun berpelukan cukup lama.
"iya pokoknya kalo kamu ada apa-apa bilang ya sama aku"
"iya kak maaf ya aku jadi melow gini"
"ngak papa sekarang kita pamit ke anak-anak ya"
"ayok kak"
kamipun kembali menghampiri anak-anak panti yang sedang asik bermain.
"adik-adik mohon perhatiannya"
"iya kak" mereka kompak menjawab.
""sekarang karena kak Adam dan kak Citra udah main sama kalian, kita mau pamit pulang dulu ya nanti kalo ada waktu lagi kakak akan ke sini lagi ya"
"yah cepet banget kak"
"em....kakak janji kak Adam sama kak Citra akan main ke sini lagi ya pokoknya jadi adik-adik jangan sedih oke"
"iya kak tapi janji ya"
"iya sayang"
kamipun pergi meninggalkan adik-adik panti asuhan.
"hei jangan sedih gitu dong lain waktu kan kita bisa main lagi" sambil mengelus kepalaku.
"iya kak, aku cuman seneng aja ngeliat mereka bisa ketawa lepas kayak tadi"
semoga aku dan juga kak Adam bisa mengunjungi mereka lagi suatu hari.
Bersambung.