My Destiny is Third

My Destiny is Third
It turned out to be the first glance.



Today happened to be my first day enrolling in Gunadarma university, I came straight because while looking at the university I was going to enter, I was going to go to, because many of my friends register online so I do not have anyone to accompany because I want to register directly but it's okay I also prefer myself like this.


While looking for the registration room I saw a student making out in the student meeting hall, but strangely the man looked indifferent to his partner. like indifferent and as if it doesn't care what the woman says.


"Well, the world is not okay, it seems"


The man suddenly turned towards me with a sharp enough look.


I immediately turned my eyes away from them and hurried off to look for the registration room.


"Whatever my voice was heard by the man yes, his hearing period was as sharp as it could not be ah"


I continued to look for where the registration room was.


"Excuse me for the new Student registration room where are you?"


"Oh yeah from here you go straight and turn right up, that's the room"


"there...Thanks, brother "


"yes together"


I also continued to register and take care of the requirements, when busy back and forth photocopy I accidentally bumped into someone.


"Okay..ah messy it becomes, if the road uses the eyes already know me again gini ribet"


I came from ceplos and said that, without seeing his face.


" you should be more focused on the road do not stagger like that"


I also saw who I was talking to.


"I'm sorry, I did it on purpose"


It turned out that he was the man I saw in the hall earlier, so ashamed.


"Yes next time be careful yes, do not get into the competition later"


"Hehe.iya sak I'm sorry I want to continue this, Once again sorry sis"


"Yes there"


Why try to hit a couple of people, try to hit the same jomlo kek let a bit of Korean drama that is, ah but how sweet is also yes ouh.


After completing the registration I immediately looked for the cafeteria, because this morning did not have time for breakfast as well as being a very laper.


"Mom I want to pesen fried rice with one lemon juice from another"


"Yes neng, uh but how did I just see a cute girl here, a new student huh?"


"Oh yes know mom, my name Citra scholastika call aja image yes mom, I just list bu doain received yes so can pesen mother's food every day "


"Amin neng Citra, ibu yakin Eneng pasti keterima"


"Hehe.. makasih bu doanya"


Setelah sedikit berbincang dengan ibu kantin aku duduk dan memperhatikan sekitar ternyata emang lagi sepi hanya ada sekelompok siswi yang sedang berbincang, aku ingat aku membawa novel jadi sambil menunggu aku membaca dulu setelah selesai makan aku tidak lantas pergi dari kantin, karena novel yang aku baca cukup seru tanpa ku sadari sudah setengah jam berlalu aku melihat ke sekitar dan entah mengapa aku merasa ada yang memperhatikan dari kejauhan.


"Mungkin prasaan ku saja"


"Hai kamu siswi baru ya kenalin, aku Jorgino pangil aja kak Jorgii "


Entah dari mana pria ini muncul, membuat aku merasa tidak nyaman saja.


"Oh iya kak aku baru aja daftar kuliah di sini, namaku Citra scholastika"


"Nama kamu cantik kayak orangnya"


Seketika aku pun ingin muntah mendengar rayuannya tapi aku berusaha menutupinya.


"Hehe... Makasih kak"


"Kalo butuh apa-apa atau ada yang mau di tanyain sama aku aja, aku siap membantu"


Aduh kenapa harus ketemu senior yang genit kayak gini,gimana ya mau kabur dari sini!


"Eh iya maaf ya kak aku harus buru-buru, ada yang mau di urus soalnya dah kak"


"Hah buru-buru amat sih cantik"


Akupun pergi dengan terburu-buru takutnya dia mengikuti aku.


"Akhirnya udah jauh dari si senior genit itu"


Aku melanjutkan langkah dengan waspada melihat ke arah belakang terus-menerus tapi aku malah terpeleset.


"Au.... tapi kok ngak sakit ya?"


Betapa terkejutnya aku berada di pelukan senior yang tadi aku tabrak, kami pun sedikit memandangi satu sama lain sambil berpelukan.


"Hei kamu mau kayak gini sampai kapan?"


"Hah... eh iya kak maaf ya aku ngak liat soalnya"


"Baru aja tadi aku bilang sama kamu kalo jalan itu yang fokus, masih untung aku yang kamu tabrak kalo tiang listrik bisa benjol kepala kamu"


"Sekali lagi maaf ya kak udah nabrak kakak soalnya aku di Uber anjing kak iya"


..."Ha anjing mana ada anjing di universitas"...


"Ada kok, makannya aku buru-buru pergi"


"Kamu lucu ya, yaudah sana nanti anjingnya nguber kamu lagi"


Diapun tersenyum kepadaku,ya tuhan kenapa jantungku jadi berdebar tidak karuan seperti ini ya.


..."Iya kak Makasih ya sekali lagi udah di maafin"...


Akupun bergegas pergi meninggalkan kak senior yang aku juga belum tahu namanya siapa, setelah cukup jauh aku menoleh ke belakang betapa terkejutnya aku dia masih memandang ku dari kejauhan sambil tersenyum manis, ya tuhan apa dia jodohku?"


..."Aduh apaan sih udah jelas dia udah punya pasangan ngapain aku pake baper segala, sadar citra sadar"...


...akupun berjalan sambil bergumam....


Sepertinya universitas Gunadarma akan jadi universitas yang tepat untuk ku, aku harus lebih fokus dan jangan mudah baper jika ingin mendapatkan prestasi di sini.


ingin juga rasanya ada yang mendukung kita sepenuhnya seperti dukungan dari pasangan yang kita cintai, tapi mungkin aku juga tidak berhak untuk mendapatkan cinta dari siapapun, bahkan keluargaku tidak mau mengakui aku lagi.


"ah lagian ibu dan ayahku sudah tenang di alam sana, sebaiknya aku berkeliling lagi untuk lebih mengenal kampus yang ingin aku masuki ini"


aku melihat ke sekitar, melihat betapa menyenangkannya,jika sudah punya teman di sini bisa saling berdiskusi tentang masalah kuliah, ataupun hal-hal random yang kita jumpai.


semoga saja aku bisa bertemu teman-teman yang baik sekaligus sahabat baru di sini.


aku jadi semakin tidak sabar untuk berkuliah di sini.


"capek juga rasanya berkeliling sebaiknya aku istirahat dulu kebetulan kan aku bawa novel, aku baca novel saja di sini"


akupun beristirahat sejenak di bawah pohon rindang di lapangan kampus dengan membaca novel.


"dia menarik juga andai saja aku bisa mengenalnya lebih jauh suatu hari" Adam bergumam.


"sayang kamu lagi liatin apasih?"


"ngak ada kok, aku mau rapat dulu ya kamu di sini aja"


"Hem... iyadeh tapi nanti anterin aku belanja ya"


"iya nanti"


lagi-lagi menemani Sarah belanja, entah kenapa aku tidak pernah benar-benar nyaman berada di dekatnya apalagi dengan sikap posesif dan egoisnya itu tapi aku tidak bisa meninggalkannya karena suatu alasan.


bersambung...