My Destiny is Third

My Destiny is Third
Dusty Library is a romantic place.



Today I started the day, leaving for college with an angkot also happens to be my day off work at the cafe, so I plan to read books in the university library. because I have never been there, actually I also really like to read let alone read romantic novels and also horror novels that make me always fantasize into the world of fiction, I forgot I was in the real world.


"Hi cute image" said Nisa greeting me.


"Hi's pretty too"


"Today we're just one course, what do you have?"


"I think I'm going to the library, I want to read a novel"


"Yes, I'm coming with you"


"Let's go to the library later"


After the lecture was over we rushed to the cafeteria first because we were hungry.


"Cit's like Adam's sister with Sarah"


I also looked towards them.


"Emang why?"


"I feel like Adam's brother was really disturbed by that sarah, shadowy yes cit every brother Adam on campus he always aempel already like a lizard tau ngak"whispers.


"Mom... Don't comment on people's relationships ah, ntar people are horrified even berabe"


"Eh yes-iya angel from heaven hehe..."


After we finished eating we rushed to the library.


Arriving at the library we were very surprised to see a library that was quite dirty because it was rarely cleaned, I also looked around and saw a library that was so quiet, there were no students reading.


Suddenly Anisa gets a text message from her mom.


"oh yeah...Cit so sorry yes I have to mamah shopping when I say tomorrow , uh even want today"


"Yes nis ngak papa really, I myself just clean the library anyways easy really"


After Anisa left I was alone, actually I was quite scared but, how else could my heart not see a library as good as this dirty with dust.


"Why am I getting creepy here, where cold again"


Like someone was watching me from behind, I had to bravely look back.


"Well....."I shouted too.


But unfortunately I slipped, but why do I feel pain, I also opened my eyes and saw already in the arms of Adam's brother, god how many times this happened?.


"Oh brother Adam, sorry-sorry brother, I thought the ghost brother" took off his embrace.


"Hahaha.."he laughed.


"Kamu ada-ada aja, mana ada hantu siang bolong kayak gini"


"Ya siapa tahu kak hehe..."


"Kamu ngapain sendirian di sini ?"


"Tadi ada temenku kak, tapi udah pulang karena ada urusan"


"Kamu ada yang nyuruh bersih-bersih apa gimana?"


"Eh ngak kak, inisiatif aja"


"Rajin juga kamu"sambil tersenyum.


Rasanya aku benar-benar ingin melihat senyumnya setiap hari, tapi apakah aku pantas?.


"Aku mau cari buku dulu buat tugas, nanti aku bantuin ya"


"Eh ngak papa kak beneran"


Diapun tersenyum sambil pergi mencari buku yang dia cari, sedangkan aku melanjutkan membersihkan debu.


Setelah beberapa saat kemudian.


"Sini citra coba lihat ada buku bagus di sini"


"Buku apa kak?"


Aku menghampiri kak Adam yang sedang duduk di meja.


"Wah inikan novel yang edisi terbatas kak"


"Kamu tahu juga ternyata"


"Iya kak, aku boleh pinjem ngak kak?"


"Ya udah nih, aku udah baca juga"


"Yee...."sambil meloncat.


"Kamu kayak anak kecil aja"sambil tersenyum


"Hehe... terlalu seneng kak soalnya aku udah lama pengen baca novel ini tapi harganya mahal jadi aku ngak bisa beli"


"Em...ya udah yang penting sekarang kamu udah dapet novelnya"


"Iya kak Makasih ya kak"


"Iya sama-sama"


Diapun menolong aku membersihkan rak buku, kamipun sibuk masing-masing.


"Aduh tanggung banget lagi yang di atas belum di bersihin"


Akupun mengambil kursi dan naik ke atas rak.


"Kamu ngapain manjat-manjat kayak gitu"ucap kak Adam.


"Hati-hati itu liat pijakan kaki kamu"


"Iya kak iya, bawel amat"akupun tertawa.


Tiba-tiba pijakan kakiku tergelincir.


"Aah..."akupun berteriak.


"Awas..."teriak kak Adam.


aku memejamkan mata karena takut terjatuh,


Tapi aku malah menimpa kak Adam sampai bibirku menyentuh bibir kak Adam, kamipun terdiam beberapa detik dengan posisi itu.


"Eh ma-maaf kak" seketika aku jadi gagap


"Em iya ngak papa kan ngak sengaja"sambil memalingkan wajahnya.


Aduh kok bisa kami berciuman seperti tadi, itu membuat jantungku berdegup kencang dan badanku jadi panas dingin.


Kamipun jadi salah tingkah tak karuan setelah kejadian itu.


"Em...aku pulang dulu ya kak udah sore juga"


"Eh iya hati-hati ya, maaf ngak bisa nganter"


"Ngak papa kok kak, aku duluan kak"


Akupun meninggalkan kak Adam dengan perasaan tak karuan karena tak sengaja berciuman dengannya.


"ya ampun gimana nih, semoga aja ngak ada yang liatin aku sama kak Adam barusan"


"aduh... eh maaf-maaf kak ngak sengaja"


kenapa harus nabrak kak Jorgi segala sih.


"eh cantik mau kemana buru-buru?"


"aku mau ke kelas kak, iya"


"mau kak Jorgi temenin ngak nih?"


"Makasih kak, aku sendiri aja"


akupun pergi meninggalkan kak Jorgi yang masih ingin berbicara denganku.


"yah pergi pujaan hatiku"


akupun menenangkan diri di dalan kelas.


"hei" Anisa mengagetkan ku.


"aduh ngagetin aja kamu"


"biarin wek...kok muka kamu merah gitu imutku?"


"eh masa sih"


akupun melihat kaca dan ternyata mukaku memang memerah, apa ini karena ciuman tadi ya.


"jangan-jangan kamu?" dengan wajah penuh curiga.


"eh engaklah Nisa, masa aku gitu"


"padahalkan aku belum bilang jangan-jangan apanya, kok kamu udah ngaku sih"


"hehehe...ngaku apaansih ngak ya"


"iyadeh yang ngak ngelakuin apa-apa tapi boong, pasti ada apa-apa kan, hayo ngaku"


makin aku ngomong makin Anisa ngak percaya.


"ya udah ke kantin aja yuk"


"cie malah ganti topik, yaudah yuk"


akupun mengajak Anisa ke kantin agar dia tidak banyak tanya lagi.


tapi sesampainya di kantin aku malah melihat Sarah sedang menyuapi kak Adam dengan mesranya, entah kenapa itu membuat hatiku tidak nyaman.


"mau pesen apa neng?"


"loh kok bengong ni anak"


"Citra, di tanyain tuh sama ibu kantin"


"eh apa Bu?"


" eneng mau pesen apa?kayaknya eneng kecapean ya makannya ngak fokus, nanti ibu buatin susu coklat mau ya biar eneng bisa rileks gitu"


"hehehe...iya bu boleh"


aku merasa ibu kantin juga bisa membaca kalo perasaanku sedang tidak nyaman.


"kamu kenapa mendadak berubah gitu ekspresinya?"


"ngak papa kok"


"em..kalo ada masalah cerita ya sayangku"


"iya Nisa cantik makasih ya udah perhatian banget sama aku"


kamipun saling berpelukan, aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti Anisa.


Bersambung.....