
After that incident, Adam always took care of me, he was very attentive to me, after college he immediately visited me, always comforting me I think in a few days I can no longer use a wheelchair but I also like to mix sad if my legs heal again, glad I could move normally again but sad brother Adam must stop taking care of me for what he took care of me if I was healthy but I am very grateful to him because he was so good to me.
"It's three o'clock today but he hasn't come to see me, is he busy today?"
I waited while reading the novel on the terrace.
Suddenly something covered my eyes.
"Who is this, the kidnapper's out"
"He's a kidnapper who likes you"
"Sister Adam did it, nakutin knew"
"Yes-iya sorryin ya Cute image" while pinching my cheek.
"So I had an organization meeting so it's too late here"
"Yes my brother ngak papa really, but brother Adam want to nganter me to the park ngak I really miss painting while writhing the view of the park"
"May, but there are conditions!"
"What's the condition?" i wonder.
"Kiss used to dong" while smiling mischievously at me.
Adam's brother was more flirtatious with me but honestly I couldn't refuse his request.
"But close your eyes"
"Yes, I closed my eyes"
After Adam's sister closed my eyes I immediately kissed her lips, really making my heart beat tight.
"Kok diem sis, it's already" I hid my baper taste.
"Yes, go to the park"
I don't know if this is my feeling, Adam's brother again misbehaved after I kissed his lips.
A few minutes later we arrived at the park.
"You wait here first yes, I want to take your painting equipment first in the trunk of the car"
Brother Adam immediately went to pick up my painting equipment in his car while waiting for me to see the complex children who were playing cheerfully.
"Beautiful sister" the kids called me.
"What a darling, here play with Citra"
"Iya kak kita mau main kejar-kejaran, kak Citra mau main sama kita?"
"mau banget tapi kakak ngak bisa sayang, liat kak citra pake kursi roda jadi ngak bisa"
"Iya ya kak ngak papa kak, kak citra liatin kita aja dari sini ya"sambil tersenyum kepadaku.
"Mereka bilang apa sama kamu?"
"Mereka ngajak main kak hehe"
"Kamu mainnya sama aku aja ya"
"Nih perlengkapan lukisnya aku temenin kamu aja ya soalnya aku ngak bisa ngelukis"
"Masasih kak kalo gitu sini aku ajarin ngelukis"
Akupun mengajari kak Adam melukis.
"Gini kak nanti kakak lukis yang bagian ini ya"
"Oh yang bagian ini" sambil mengoleskan cat ke pipiku.
"ih kak Adam, awas ya"
Aku membalas mengoles cat ke mukanya.
Kamipun bermain coret-coretan muka.
"Cie... Yang lagi pacaran" ucap anak-anak.
"Kalian mau juga di coret"
Kak Adam mengejar anak-anak sambil mengoleskan sedikit cat kemuka mereka, kamipun bermain bersama dengan tawa lepas.
"udah-udah lihat tuh muka kalian pada cemong-cemong semua"
"iya udah ah capek"
"cepet banget kak capeknya kayak orang tua aja hehehe"
"bilang apa barusan" sambil mencubit pipiku.
"eh maaf-maaf deh yang masih muda"
"emang masih muda masih belum punya anak kok"
kak Adam keringetan banget aku bantu lap aja.
"sini bentar kak"
"kenapa kaki kamu sakit ya?"
akupun menyeka keringat kak Adam di mukanya kamipun saling bertatapan.
"cie yang lagi pacaran"
"ngak anak-anak jangan suka gitu ah"
aduh anak-anak di taman ini membuat aku malu saja.
anak-anak itupun menghampiri kami sambil memperhatikan lukisanku.
"bagus banget kak lukisannya kak citra boleh minta ajarin kita ngak kak?"
"iya kak ajarin kita dong" anak-anak kompak ingin di ajari.
"oke kak"
"kak Adam tolong bantu bagiin kertasnya ya ke anak-anak"
"siap Bu guru"
"ih apaansih kak" kami saling tersenyum.
"iya kamu udah cocok banget jadi guru"
"semoga aja ya kak walaupun gurunya masih kurang ilmu hehe"
akupun mengajarkan bagaimana cara mengambar dan mewarnai kepada anak-anak di taman dengan di temani kak Adam.
tiga puluh menit kemudian.
"nih kak hasil lukisan aku"
"wah... bagus banget ini kalo di tambah warna hijau pasti lebih hidup gambarnya"
"iya ya kak ya udah aku warnai warna hijau deh"
"kalo yang aku Gimana Bu guru?"
"apaan sih kak Adam sok imut deh"
"kok ibu guru judes banget sama anak kesayangannya ini"
"hahaha... iyadeh sini bu guru lihat dulu karya lukisan anak kesayangan ibu"
aku tidak tahan melihat tingkah gemas kak Adam.
"ini gambar animasi apa kak?"
"itu gambar kamu"
aku terkejut sekaligus ingin tertawa melihat gambar kak Adam yang bentuknya juga tidak karuan.
"mana liat kak"
anak-anak melihat gambar kak Adam.
"hahaha ini mah gambarnya mirip Sinchan kak, ini ngak mirip kak citra sama sekali"
"iya yah hahaha" anak-anak itu menertawakan gambar yang di buat kak Adam.
"eh ngak boleh gitu, kita ngaj boleh menertawakan apalagi mengejek karya orang lain mau bagaimanapun ini karya kak Adam harus di hargai
sekarang kak Citra mau kalian minta maaf sama kak Adam"
"iya kak, kak Adam maafin kita ya udah ngejek karyanya kakak"
"iya lain kali jangan gitu ya"
"iya kak"
"tapi karya aku ini mahal tau, kalian aja yang ngak paham seni"
kamipun tertawa mendengar perkataan kak Adam.
"gimana kalo sekarang kak Adam beliin eskrim buat kita semua karena udah ngelukis"
"hore.... kita mau di beliin eskrim"
anak-anak begitu senang mendengar kak Adam ingin membelikan eskrim.
"mang eskrimnya ya untuk anak-anak"
"ngantri yang tertib ya anak-anak"
"siap kak"
"em enak yah eskrimnya"
"iya, tapi aku ngak kebagian rasa coklat tapi stroberi 🍓"
"nih eskrim coklat buat ibu guru yang baik hati"
"makasih pak guru"
"em enak banget kak Adam mau nyobain yang aku ngak"
"emang boleh nyobain yang kamu"dengan menatap nakal kepadaku.
"rasa eskrimnya ini kak, Jangan-jangan fikirannya kemana-mana ya"
"em..bisa jadi"
"anak-anak kak Adam sama kak Citra mau pamit pulang yah, kalian juga pulang yah kan udah sore banget nanti orang tua kalian nyariin lagi"
"iya kak kita juga mau pulang kok lain kali kita mau belajar ngelukis lagi ya kak sama kakak"
"iya sayang kapan-kapan kakak ke taman lagi yah"
kamipun berpisah dengan anak-anak di taman.
"makasih ya kak udah nemenin aku ngelukis hari ini"
"iya sama-sama aku juga seneng hari ini bisa belajar ngelukis sama kamu dan anak-anak
aku pulang ya, kamu hati-hati di kalo ada apa-apa kabarin aja"
"siap komandan hahaha"
"ya udah aku pulang ya"
"iya kak hati-hati yah"
diapun tersenyum manis.
Bersambung...