
Again, it feels very like the people out there who can go out with family members, like a mother or a father but to me it's just wishful thinking because I no longer have a family.
Well this is how life is, sometimes we must always learn to accept and also understand destiny.
I think the supply of vegetables in the kitchen has begun to run out, I should go to the market while taking a morning walk, the hours of college admission is also still long.
"I'd better get ready to rush to the market"
Fortunately the market is not too far from the cost so I can walk there counting so I can save too.
Fifteen minutes walk I finally arrived at the traditional market which is quite crowded buyers in the morning.
"I want to buy some vegetables first ah, I'll run out again"
It was still early in the morning but it was so hot because it went around.
"Hey bro there's this victim"
"Where?"
I don't know why I feel like someone's been paying attention, ah, that's it.
Suddenly....
"Eh, what are you"
He's pulling taku.
"Please.." I shouted.
"whispers you" she pushed me hard.
"aw hurts" I bumped into the merchant's desk until my head was bleeding.
The merchants immediately chased the copet.
"Geez your head is bleeding"
"Is this how my ATM and savings are all in my wallet"
"Eat next time be more alert again neng"
"Yes ma'am, I was less alert than that"
"it's a drink let's calm down"
The merchant's mother gave me a glass of warm tea water.
"Thank you mom"
"It's better if you call the family so that someone picks you up here, you'll still be shocked"
"Iya Bu ngak papa"
Untungnya handphone ku tidak ikut di ambil oleh Copet karena aku menaruhnya di saku jaket.
Tiba-tiba telpon ku berbunyi.
"Halo"
"Citra kamu di mana kok ngak kuliah?"
"Aku tadi mau kuliah kak tapi aku kecopetan di pasar"
"Hah kecopetan" Dengan suara panik.
"Iya kak tapi ngak papa kok"
"Kamu tunggu di sana, aku ke sana sekarang"
Beberapa menit kemudian.
"Citra kamu beneran ngak papa, loh kepala kamu berdarah kok di biarin"
"Hehe iya kak nanti
"Ngak ada nanti-nanti ayok ikut aku, masalah tas kamu nanti biar temen aku yang urus kebetulan dia keamanan di pasar ini"
"Iya kak, makasih banyak ya"
"Ya udah sekarang kita ke rumah sakit buat obati luka kamu"
"Em ngak usah kak ini ngak papa kok kagian aku takut di suntik"
"Hahaha ada-ada aja ya kamu, udah segede ini masih takut di suntik"
"Ya gimana lagi kak emang takut kok"
"Ya udah kita ngak kerumah sakit"
Kamipun pergi meninggalkan pasar, aku tidak tau kamana dia akan membawaku, Ternyata aku di bawa ke rumahnya.
"Kamu duduk dulu di sini ya"
"Iya kak" aku duduk di ruang tamu.
Kak Adam turun dengan membawa P3k ternyata dia ingin mengobati ku.
"Sini aku olesin anti septik dulu biar bersih lukanya"
"ah perih kak" aku mengeluh.
"Tahan sebentar ya tinggal di plester kok, nah udah"
Aku tersenyum melihat kak Adam yang begitu perhatian kepadaku.
"Aku nyimpen kotak P3k dulu ya"
"Iya kak"
Kenapa kepalaku pusing banget ya akupun merebahkan diriku di sofa ruang tamu tanpa di sadari.
"eh udah tidur, kayaknya dia masih syok karena di rampok tadi kasian banget"
Aku merasa Kak Adam mengelus kepalaku sambil mencium keningku, entah itu nyata atau tidak karena kepalaku terasa sangat pusing sehingga tidak bisa membuka mata.
Tiga puluh menit kemudian...
"Eh kak Adam ketiduran juga"
Dia tidur dengan posisi duduk di sampingku.
Akupun mengelus rambutnya, cium ngak ya.
"Muach....love you kak Adam"
Aku mencium kak Adam diam-diam.
Aku harus segera kembali ke kosan karena mau siap-siap bekerja tapi aku ngak mungkin ngebangunin kak Adam.
"Eh kebetulan ada kertas sama pena di bawah meja aku tulis di sini aja deh"
Setelah selesai aku langsung pergi meninggalkan kak Adam yang tidur cukup lelap itu.
"Citra kemana, ini surat apa"
Lucu banget dia ngucapin terima kasih pake surat kayak gini.
"Aduh hari ini sial banget kayaknya mana abis kena Copet tapi untungnya handphone ku ngak bisa di copet karena banyak nomer telpon penting di sini"
aku bersiap-siap menuju tempat kerja tapi rasanya kepalaku agak sedikit berat karena terbentur tadi.
tapi aku harus tetap bekerja apalagi ini malam minggu pasti cafe rame sama anak muda yang nongkrong sama teman-temannya juga para pasangan kasmaran yang menjadikan cafe sebagai tempat yang romantis.
"sebaiknya aku cepat bergegas ke cafe"
Beberapa menit kemudian aku sampai di cafe dan lansung menyiapkan meja untuk pengunjung.
"halo citra....loh kepala kamu kenapa?"
"halo madam...oh ini tadi Citra sempat di copet pas ke pasar madam tapi ngak papa kok"
"ngak papa gimana nanti kalo kamu ada cedera di dalem gimana?"
"hehe...semoga aja engak ya madam"
"iya kamu istirahat aja saya takut kamu kenapa-napa"
"ngak papa madam beneran lagian cafe juga lagi rame nanti bang bobi kewalahan melayani pembeli sendirian"
"ya udah kamu boleh bantu bobi tapi jangan yang berat-berat ya"
"siap madam"
akupun melanjutkan pekerjaanku walaupun masih sedikit pusing karena terbentur tapi aku tidak boleh lemah, aku harus tetap semangat bekerja.
"Citra bantu abang nganter ini ke meja no tiga ya, eh kok kepala kamu di perban gitu kamu kecelakaan apa gimana?"
"eh ngak papa bang cuman terbentur dikit pas ke pasar tadi"
"tapi ngak boleh di anggap remeh nanti kalo kamu ada luka dalamkan bahaya"
"iya bang nanti Citra periksa ke dokter lagi deh biar abang tenang hehe.."
"bener ya kalo ngak nanti abang yang anterin kamu ke dokter"
"eh ngak usah bang Citra bisa sendiri kok, oh iya mana tadi pesanan yang mau di anter bang nanti pada kelaperan lagi pengunjung kita"
"hehe...iya juga ya nih tapi beneran kamu bisa bawak"
"iya abang percaya deh sama Citra"
akupun mengantar pesanan menuju meja no tiga.
loh itukan sarah sama temen-temennya kenapa dia harus nongkrong di sini, tapi aku ngak boleh terpengaruh sama mereka aku harus Profesional.
"silahkan kak makanannya"
"oh kamu kerja di sini memang pantes sih kamu kerja sebagai pelayan karena itu memang level kamu iya ngak temen-temen"
"hahaha....iya bener banget sar"
aku tidak menghiraukan kata-kata mereka dan melanjutkan pekerjaanku karena aku adalah wanita yang kuat aku tidak ingin goyah hanya karena omongan sarah lagipula apa salahnya menjadi seorang peramu saji.
aku harap mereka cepat pergi dari cafe shop agar aku tidak di ganggu lagi.
Bersambung.....