My Daddy Or My Baby

My Daddy Or My Baby
Expresion of falling



Yeri merasa senang setelah dua jam tiada sia-sia ia meminta maaf penuh mohon pada Seulgi. Seulgi itu benci ibunya sampai detik ini, tapi Meilihat air mata Yeri membuat Seulgi jadi tidak tega berakhirnya Seulgi yang lebih dulu memeluk Yeri. Eunwoo senang melihat keluarganya yang kembali utuh.


Irene ikut menangis tak kala ia mengenang masa kecilnya bersama kedua orang tua kandungnya. Irene sudah meminta bantuan pada Eunwoo untuk mencari orang tuanya tapi hasil penelitian Eunwoo atas nama orang tua Irene sudah dinyatakan mereka berdua telah meninggal dunia sejak umur Irene 6 tahun itu artinya setahun setelah Irene bersama Eunwoo. Eunwoo yang mengerti pun memeluk Irene mengusap lembut punggung Irene.


Seulgi menyeruput minuman yang terhidang di depannya. Ia kembali bertemu Jimin setelah menyelinap masuk ke kamar Yeri dan Eunwoo untuk mengambil ponsel Yeri dan mengambil nomor ponsel Jimin di sana. Seulgi kesal terhadap Jimin yang terlalu penakut, ayolah Seulgi hanya meminta sesuatu tapi Jimin tidak mengabulkan sedikitpun permintaannya.


"Kau itu benar-benar mencintaiku atau tidak ha?" Sudah sering kali Seulgi berdecak sebal tapi Jimin belum juga ingin mengabulkan apa yang diminta Seulgi.


"Aku mencintaimu"


"Kalau kau serius datangi ayahku, aku butuh kepastian Jimin~aa"


"A aku masih belum siap"


"Pergilah, aku bisa menggandeng tangan pria dengan umur sama denganku tapi dia berani menemui ayahku"


"Beri aku waktu Seul"


"Kau itu seperti seorang pria yang tidak pernah berkencan, akh sudahlah aku muak melihat wajah menundukmu" Seulgi beranjak dari kursi itu dan melangkah pergi dari sana. Jimin mengikuti Seulgi hingga sampai ke parkiran, menarik tangan gadis itu demi menahan kepergiannya. "Beri aku waktu satu bulan" mohon Jimin.


"Dalam waktu satu bulan aku bisa memikat pria lebih dari 30" Seulgi sudah menghidupkan mesin motornya, membuat Jimin panik sendiri, jika ia tidak mengatakannya pada Eunwoo ia akan kehilangan Seulgi jika ia mengatakannya sekarang bagaimana Eunwoo membawa Seulgi pergi lagi? Sama saja dengan keluar kandang harimau masuk kandang singa.


"Berikan aku nomor Eunwoo aku akan menemuinya" Jimin mengembuskan nafasnya, bagaimana jika nanti Eunwoo langsung menerjang tubuhnya? Itu lebih baik dari Eunwoo membawa Seulgi pergi. Jimin sudah lama ingin menikah lagi tapi Jimin harus begitu sabar menunggu Seulgi dewasa, jika dihitung-hitung Jimin sudah jatuh cinta sejak Seulgi duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kekasih? Tidak mungkin orang setampan Jimin tidak punya kekasih, kekasih Jimin itu ganti-ganti hanya untuk menyenangkan diri, tapi kebiasaan Jimin itu sudah hilang sejak ia jatuh cinta pada Seulgi. Seulgi memberikan perubahan besar.


Eunwoo melihat atensi Jimin yang begitu datar duduk di salah satu ruang VVIP di tempat ini. Eunwoo menghampiri dan memeluk Jimin secara tiba-tiba sebagai formalitas bertemu teman lama, sebenarnya melihat wajah Jimin Eunwoo sangat ingin mematahkan lehernya. "Sejak kapan kau ada di sini?" Eunwoo bertanya setelah duduk berhadapan dengan Jimin.


"Baru dua atau tinggal mingguan yang lalu"


"Kau sakit? Kenapa kau begitu tegang seperti bertemu presiden? Aku tau aku tampan dan berwibawa serta berkarisma tapi kau tidak perlu tegang begitu santai saja"


"Masalahnya kau calon ayah mertuaku" emang Jimin sudah yakin Eunwoo menerimanya hingga membatin seperti itu?


"Aaa ya aku tau dirimu Ryu, kau tidak akan mau bertemu denganku jika tidak ada hal yang penting. Ada sesuatu yang akan kau bicarakan?" Tanya Eunwoo masih bingung menatap wajah Jimin yang sedikit berkeringat.


"B boleh aku membawa Seulgi?"


"Kau tidak marah padaku setelah membawa pergi anakmu"


"Hei itu bukan salahmu, aku tau rasanya merindukan seorang anak. Apalagi kita sudah berteman lama"


"Bagaimana aku membawanya untuk pergi jauh?"


"Aku akan mengikuti kalian kemana saja. Akh iya kau bisa menginap di rumahku saja, sehubung di sana ada Joyi dan yeri"


"Joyi cerita Wendy itu anakmu ya?" Jimin mengangguk.


"Sebelumnya aku heran, Irene sering membawa Wendy pulang ke rumah tapi aku tidak tau ibu Wendy adalah Joyi"


"Ak aku ingin mengatakan ...." Bibir Jimin terlalu Kelu untuk berucap. Eunwoo menaikan alisnya bergantian menunggu kelanjutan dari kalimat gantung Jimin.


"Jangan membawa pergi Seulgi lagi karena aku mencintainya dia memintaku untuk segera mengucapkan semuanya padamu" akhirnya kalimat-kalimat yang tercekat di pangkal tenggorokannya keluar juga. Ada rasa takut dan ada rasa lega. Eunwoo adalah orang pertama yang tau hubungan rahasia mereka. Eunwoo sedang menyantap makanan yang tersaji di sana tanpa sadar menjatuhkan sendok dari kedua tangannya, membuat decikan yang sedikit berisik dari sendok dan piring yang beradu. Eunwoo ternganga dengan makanan yang belum dia telan.


"Kau bercanda Ji?" Eunwoo meneguk sedikit cairan untuk melancarkan makanan yang bulat-bulat suapan terakhir tadi.


"Kau boleh tidak menerimaku tapi jangan bawa Seulgi pergi lagi. Aku akan melupakan perasaanku dan kembali menjadi ayahnya"


"Hahaha siapa yang bisa mengendalikan rasa cinta" Eunwoo tertawa hambar. Sungguh mereka jadi canggung sekarang.


"Kau tidak marah?"


"Sebenarnya aku ingin mematahkan lehermu. Satu hal yang harus kau ingat, kau itu ayahnya kau pasti selalu berpikir bagaimana masa depan anakmu itu. Masa depan Seulgi masih panjang"


Jimin tidak bisa berbicara lagi, Jimin hafal sekali gelagat sahabatnya yang sudah berteman sejak kecil. Pria Song itu sedang mengontrol emosi dan berusaha untuk menjadi dua orang dewasa yang mementingkan kedua belah pihak.


"Kau mengerti apa yang kuucapkan Ji?"


Jimin mengangguk paham, paham sekali atas ucapan Eunwoo yang secara halus menyuruhnya untuk menghilangkan perasaan cintanya. Apa Jimin bisa? Apa Seulgi bisa? Ntahlah mari lihat ke depan apa yang akan terjadi haruslah mereka terima dengan ikhlas.