
Hampir di setiap malam Wendy selalu menyelinap masuk ke rumah Jimin dan berlalu di kamar pria itu. Wendy hanya ingin memastikan Jimin dalam keadaan baik-baik saja. Memandang wajah damai tertidurnya membuat Wendy merasa tenang, mendengar hembusan nafas teratur Jimin adalah alunan yang paling indah memasuki Indra pendengarannya. Salahkan Wendy yang selalu mengharapkan Jimin pulang ke pelukan dirinya? Salahkan Wendy yang selalu berdoa Jimin dan Jirae bisa bersatu kembali. Tapi doa itu seprtinya tidak akan pernah tuhan kabulkan. Melihat Yeri yang selalu berada di sisi Jimin membuat Wendy putus asa.
Mungkin ini malam terakhir Wendy akan datang ke mari, malam terakhir Wendy menatap wajah damai ayah kandungnya dalam tidur. Wendy terlalu pecundang untuk memeluk Jimin secara terang-terangan dan menyatakan seberapa Wendy membutuhkan Jimin, sosok ayah yang selalu berada di dekatnya. Jirae ibunya selalu melarang Wendy dan menekankan bahwa Jimin adalah orang yang jahat dan tak pantas untuk di panggil ayah. Sesuai cerita Jirae menjelaskan bahwa Jiminlah yang menelantarkan Wendy dan pergi tanpa rasa tanggung jawab, Jirae tidak akan pernah berkata jujur bahwa dirinya sendirilah yang membawa Wendy pergi dari Jimin.
Sebuah pisau tajam yang sudah diasa berjam-jam sudah Wendy genggam, malam ini Jimin akan mati di tangannya. Perintah Jirae untuk membunuh Jimin di malam ini. Sebenarnya Jirae tidak akan membiarkan Jimin mati, Jimin mati itu artinya Jirae kehilangan jantung hidupnya. Setelah mengetahui Wendy selalu menyelinap selama 6 bulan semenjak Seulgi pergi membuat Jirae naik pitam dan memaksa anaknya untuk membunuh Jimin.
Dengan membunuh Jimin, Jirae beranggapan ia sudah membunuh 5 orang sekaligus. Jimin itu adalah jantung yang selalu disayangi. Dengan membunuh Jimin, itu artinya Jirae sudah membunuh dirinya sendiri. Selain dirinya sendiri Seulgi, Yeri, dan Wendy ikut terbunuh di dalamnya. Bukankah dengan Jimin mati empat orang tersebut akan ikut mati? Hahaha Jirae adalah orang yang akan menangis dengan tertawa di pemakaman Jimin nantinya.
Wendy masih mengamati mangsanya, harusnya ia berbakti pada ibunya? Wendy sudah berjanji untuk membalas dendam Jirae. Tapi harusnya ia durhaka pada Jimin? Jimin memang membuangnya tapi Jimin tetaplah ayah kandung Wendy. Ini adalah pilihan yang berat, Wendy tidak bisa memilih.
Wendy menarik nafasnya dalam, tangannya bergetar ketika pisau itu mulai ia angkat siap menusuk Jimin. Sebisa mungkin Wendy menahan suara tangisannya agar Jimin tidak terbangun. Di saat seperti ini Wendy malah memikirkan begitu baiknya Jimin selama ini, menganggap Wendy sebagai anaknya. Pelukan hangat Jimin tidak bisa Wendy lupakan begitu saja. Bahkan sampai detik seperti inipun ia tidak bisa melupakan Jimin. Teman baiknya? Seulgi, Wendy ikut memikirkan Seulgi. Bagaimana tangis sahabatnya itu ketika mendengar kematian Jimin.
Wendy menghuyung pisaunya ke bawah, bunyi tusukan terdengar, Wendy mendengar itu dengan jelas. Wendy melepas pisau itu dan melemparnya jauh. Wendy sudah tidak tahan, gadis itu menangis tersedu-sedu bahkan berteriak kuat membanting benda yang ada di nakas kamar Jimin. Melampiaskan emosinya di sana.
Jimin membuka matanya mendengar suara rancu yang menganggu tidurnya, Jimin terkejut melihat busa kasurnya berserakan keluar dari sobekan di kasur itu. Jimin semakin bingung menatap keberadaan Wendy di kamarnya. Apa maksud gadis itu menyelinap masuk?
Belum sempat Jimin bertanya, gadis itu dengan cepat memeluk Jimin menangis tersedu-sedu di bahu kokoh Jimin. Itu kan rasanya menangis di pelukan seorang ayah? Jimin tidak ingin langsung bertanya, membiarkan Wendy menetralkan pikiran dan menenangkan tangisannya. Jimin ikhlas meminjamkan bahunya untuk tempat Wendy bersandar dan menangis.
15 menit berlalu tangis Wendy sudah reda, gadis itu tanpa diminta menjelaskan semuanya, menjelaskan bahwa ia adalah anak kandung Jimin dan menjelaskan maksud kedatangannya kemari. Mendengar cerita Wendy, Jimin jadi geleng-geleng kepala. Jirae berbohong sehingga Wendy membenci ayahnya. Jimin langsung saja meluruskan cerita yang sudah menjadi sebuah bualan milik Jirae. Membenarkan semua cerita-cerita dengan beberapa fakta yang benar-benar terjadi.
"Bagaimana jika aku pulang dan Ibu memarahiku karena aku tidak bisa membunuhmu?" Eluh Wendy.
"Jika Jirae marah besar dan tidak memaafkanmu, jangan lupakan keberadaanku yang selalu menerimamu. Selama ini aku merasa kau sedikit mirip dengan Jirae. Tapi aku menepis semua pikiranku dan berpikir bahwa Jirae sudah membawa anakku jauh dari sini. Rupanya Jirae membawa anakku semakin dekat"
"Jadi selama ini kau sudah tau semuanya?"
"Ya, aku tau kau ayahku, aku tau cerita paman Eunwoo dan bibi Yeri, yang aku dan ibu tidak tau hanya fakta bahwa Seulgi adalah anak kandungmu bersama Yeri. Kami selama ini mengira Jimin adalah anak asuhmu"
Baiklah untuk cerita lain Jirae berkata jujur. Wendy sekarang senang mengetahui semua fakta tantang Jimin. Rupanya pria itu tidak sama sekali membuangnya hanya saja Jirae membawa kabur dirinya. Wendy di sini sangatlah senang, ia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya. Dengan bukti Wendy menjadi bahan rebutan Jimin dan Jirae.
Berbeda jauh bukan dengan Seulgi yang tidak diinginkan ibunya hanya karena ayahnya bukan pria yang dicintai Yeri. Hahaha alasan yang sangat tidak masuk akal dan sangat bodoh.
"Awh ..." Wendy pinsan di pelukan Jimin ketija satu pukulan mendarat tepat di lehernya. Jimin akan membawa pergi Wendy dari sini, dia tidak akan pernah rela Wendy bertemu dengan Jirae lagi. Cukup selama 19 tahun Jimin dipisahkan secara paksa dengan Wendy, dan sekarang biarkan Jirae yang merasakan sakitnya kehilangan seorang anak yang sangat mereka cintai. Jimin mendapatkan pikiran ini dari kejadian Eunwoo yang membawa pergi Seulgi. Biarkan Jimin sama jahatnya dengan Eunwoo.
"Siapkan keberangkatanku satu jam lagi menuju Canada"
Wendy bangun dari pengaruh bius, selama perjalanan ke Canada Wendy sama sekali tidak bangun. Sekarang Wendy bingung tiba-tiba ia terbangun di kamar yang begitu mewah, kamar Wendy tidak di mewah ini dan tidak seeumpuk kasur itu. Wendy keluar dari kamar dan semakin bingung melihat rumah yang jauh megahnya dari rumahnya. Rumah ini luas dan mewah menurut Wendy, biasalah Wendy bukan orang kaya dengan harya melimpah.
"Kau sudah bangun prinsess? Kemari dan makanlah"
Mimpi apa Wendy di saat tidur, bangun-bangun ia sudah disambut Jimin dengan kata-kata manis, belum lagi beberapa pelayan yang siap melayani Wendy berjejer di depan pintu kamar itu.
Jimin menceritakan semuanya, Wendy merasa kurang nyaman apalagi harus meninggalkan Jirae sendirian. Wanita itu memang membohonginya tanpa wanita itu tetap ibunya yang selalu merawatnya dengan baik. Wendy harus mulai menerima semuanya, memulai hidup barunya bersama Jimin di Canada, beradaptasi dengan semua hal baru.
Jimin dan Eunwoo itu sama liciknya, bukan sama tapi Jimin selalu mengikuti jejak Eunwoo. Lihatlah sekarang nama Wendy dan namanya akan segera ia ganti. Sial, Wendy meninggalkan handphone genggamnya di rumah Jirae.