My Daddy Or My Baby

My Daddy Or My Baby
Lie



Seulgi meringis memukul dadanya sendiri, mengetahui betapa menyedihkan hidupnya. Selama berjalannya cerita yang diceritakan oleh tiga sahabat itu, Seulgi merasa sedikit senang karena ibunya adalah sosok Park Yeri yang begitu baik, tapi penghujung cerita menimbulkan perasaan sakit yang sangat mengikis, mengetahui bahwa Yeri yang menyuruh Jimin untuk membawanya pergi secara tidak langsung Yeri memang tidak menginginkannya hanya karena Seulgi anak bersama Song Eunwoo. Apa salah Seulgi hingga ia harus dilempar begitu saja?


Seulgi melirik dengan ekor matanya, melihat kesusahan Eunwoo. Tangisnya sudah dari tadi luruh tanpa adanya isakan, dia sedang tidak baik-baik saja bahkan bernapas pun Eunwoo terlihat sulit. Hatinya sakit, Yeri begitu menyakitinya. Apa janji istrinya itu? Yeri sudah berjanji untuk menjalani susah dan senang bersama tapi kenapa wanita yang sangat ia cintai itu membuat hatinya hancur hingga berkeping-kepingĀ  bukan hanya berkeping-keping hati Eunwoo seperti sudah halus seperti debu yang sudah bertebaran dimana-mana setelah terkana angin.


Eunwoo salah apa hingga Yeri begitu tega membohonginya selama 19 tahun. Istrinya selalu bersedih ketika mengingat anak mereka, tapi bibir mungilnya hanya berkata anak mereka hilang di rumah sakit. Tapi nyatanya Yeri memberikan anak mereka kepada Jimin. Salahkah Eunwoo yang meminta keturunan pada Yeri? Apakah Yeri begitu membencinya sehingga anak dari Eunwoo saja Yeri tak menginginkannya. Jika Eunwoo tau Yeri tidak menginginkan darah dagingnya dan tidak menginginkan dirinya, Eunwoo bisa pergi. Merelakan Yeri bersama pria lain dan merawat anaknya seorang diri.


Niat Eunwoo hanya mengikuti Yeri memastikan istrinya dalam keadaan baik-baik saja, tapi Eunwoo mendapatkan kejutan yang begitu luar biasa dari Yeri.


"Maafkan mama Seulgi" begitu lirih ucapan Yeri masuk pada indranya.


"Maafkan aku Eunwoo" Yeri menyentuh pindah suaminya, Eunwoo menangkis tangan Yeri dengan sedikit kasar. "Jangan menyentuhku"


"Maafkan aku Eunwoo, aku tidak berniat membawa anakmu pergi awalnya aku ingin balas dendam melalui Seulgi. Tapi gadis kecil yang selalu kugendong kemanapun aku pergi membuat hatiku jatuh padanya, aku sudah berniat mengembalikannya padamu tapi aku tidak menemukanmu di manapun" jelas Jimin.


"Maafkan Daddy" Jimin paham pasti saat ini Seulgi sedang marah dengan membara padanya. Seulgi berdiri memeluk Jimin menangis sekencang-kencangnya di bahu tegap kekasihnya. "Terima kasih sudah menyayangiku, kurasa hanya kau yang menyayangiku di dunia ini sekarang. Sekarang aku sadar akan ucapanmu selama 19 tahun bahwa ibu itu adalah orang yang jahat" hati Yeri sakit mendengar penuturan sedih Seulgi yang mengeluh di dalan dekapan Jimin.


Seulgi melepas pelukannya berlari begitu saja keluar dari rumah. Yeri ingin mengejar tapi wanita itu sudah dicekal oleh Jimin. Pria Ryu itu sudah sangat paham akan sifat Seulgi, jika mereka sedang bertengkar maka Seulgi akan selalu berjalan-jalan keluar dan akan kembali sebentar lagi. Gadis itu butuh ketenangan.


Air matanya tak berhenti keluar, saat ini Seulgi tidak tau arah kemana ia berjalan di bawah langit malam yang sedikit lebih terang oleh cahaya bulan. Beberapa pasang mata memperhatikan penampilan Seulgi yang begitu kusut dan berantakan, apa Seulgi perduli? Untuk apa Seulgi peduli? Sedangkan di dunia ini hanya Jimin yang peduli padanya.


"Aku tidak membawa apa-apa" Seulgi mulai takut, ingin mundur tidak bisa, ingin maju tidak bisa, dan kesamping pun tidak bisa. Seulgi sudah dikelilingi tiga pria brengsek itu. "Bagaimana tubuhmu saja nona cantik" Seulgi berteriak di dalam hatinya ketika salah satu dari mereka berani menyentuh dagunya. "Bawa dia" Seulgi memberontak ketika kedua tangannya dipegang dan diseret paksa oleh dua pria bodoh itu. Seulgi berteriak tak ada seorangpun yang datang membantunya. Seulgi meneriaki nama Jimin di dalam hatinya, Seulgi sangat berharap Jimin datang dan menerjang habis tiga pria cabul itu.


Bugh! Bugh!


Satu dari mereka tumbang begitu saja mendapat pukulan tepat di lehernya. Melihat temannya pinsan, Seulgi terlepas ketika dua orang yang memeganginya ikut bertengkar. Seulgi mundur melihat pertarungan sengit 1 lawan 3. Pada akhirnya tiga pria itu lari dari sana. Eunwoo menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya. Pria itu mendekat menggapai Seulgi yang menangis, Eunwoo ingin memeluk gadis itu tapi Seulgi menghindar. Dada Eunwoo semakin sakit sekarang anaknya saja sudah menolak dirinya.


Seulgi menatap nanar pada Eunwoo, sedikit berpikir apa salahnya memeluk Eunwoo yang merupakan ayahnya sendiri, bukankah mereka juga sudah pernah berpelukan di prom night sebelumnya, mengingat hal itu membuat Seulgi malu. Jika dipikir lebih panjang Eunwoo itu korban dan tidak salah dalam masalah ini. Seulgi memeluk Eunwoo yang sudah tertunduk menahan tangisnya.


Bugh!


Eunwoo tersenyum miring menggendong Seulgi yang sudah pinsan karena pukulannya. Eunwoo yang tadinya membawa mobil untuk mengejar Seulgi memasukan gadis kecil itu ke dalamnya. Melesat laju pulang ke rumahnya bersama Yeri. Sampainya di rumah Eunwoo masuk tanpa mengetuk pada kamar Irene. Gadis cantik itu sedang tertidur pulas memudahkan urusan Eunwoo. Pria jakung itu membius Irene dan menggendongnya masuk ke dalam mobilnya.


"Siapkan jet pribadiku, 10 menit aku sampai. Kita akan terbang ke Amerika lagi" Eunwoo memutuskan sambungan telfonnya, menatap dua gadis cantik yang tertidur di kuris belakang memalui kacanya. Eunwoo tersenyum puas. "Kalian milikku, tidak akan kubiarkan siapapun menyentuh kalian bahkan Park Yeri sekalipun"


Sudah tiga jam Seulgi tidak kunjung pulang, Jimin mulai risau dan gelisah serta khawatir atas Seulgi. Gadis itu ketika marah tidak pernah selarut ini, biasanya dalam hitungan menit Seulgi akan berlari masuk dan memeluk Jimin. Tapi kenapa gadis itu tidak kunjung pulang. "Jimin~aa ayo cari Seulgi"


Yeri sedari tadi sudah menyesak Jimin untuk pergi keluar mencari Seulgi. Pada akhirnya mereka berdua keluar dan berkeliling mencari keberadaan Seulgi. Jimin sudah mengunjungi semua tempat-tempat Seulgi untuk mengheningkan pikirannya ketika merajuk padanya, tapi nihil Seulgi tidak ada di mana pun.