My Boyfriends Is Zombie (New Version)

My Boyfriends Is Zombie (New Version)
chapter 9 dibully 4 sekawan



_


-


-


Tanpa kusadari ternyata respon kedua kaki ku lebih cepat daripada pikiran dan hatiku


tahu -tahu aku sudah berada di dalam ruangan kantin sekolah  yang saat ini sedang ramai oleh para murid yang sedang sibuk membeli makanan,  ada yang makan sendirian atau bersama temannya atau ada yang sekedar bersantai dan bercanda bersama kawannya.


kantin sekolahku tidak begitu besar tapi makanan yang dijual disini sangat lengkap mulai makanan berat dari baso ,soto ,nasi pecel ,mie lontong ,mie rebus dan lain lain beserta camilan snack dan aneka rasa minuman ada di kantin ini


" Kenapa kita disini?" Tanya hatiku tidak mengerti


" Ya mana aku tahu  tanya aja sama pemilik kita !" Jawab Pikiranku cuek


untuk beberapa detik aku terpaku di tempatku , antara merasa bingung kenapa aku ada dikantin , mau apa aku ke kantin ?


" Ah aku tahu kenapa kita ke kantin sekarang."Ujar Hatiku tiba-tiba ,dia tersenyum merasa pintar


" Oh ya memang kenapa?" Tanya Pikiranku pura-pura tak peduli  padahal ingin tahu banget


" Tentu saja ,dia ingin mengikuti  ketua kelas ." Jawab Hatiku yakin


" What, Ke kantin buat mengikuti ketua kelas  ?! " Tanya Pikiranku memastikan


" Tentu Aku yakin itu !" Jawab Hatiku pasti . dapat aku lihat dia (hatiku) sedang  memakai kacamata hitam merasa sok keren sementara pikiranku cuma bisa menganga saja


" Tunggu belum tentu dia kesini buat mencari ketua kelas ." Sergah pikiranku


" Terus mau cari apa ,sudah jelas tadi setelah ketua kelas diajak pergi kekantin pemilik kita langsung melangkah pergi ke kantin juga ." Tukas Hatiku masih merasa yakin dengan pendapatnya


" Bisa saja dia kesini buat cari makan !" Kata Pikiranku mengingatkan " Atau -?"


" Hei Culun!" Belum juga pikiranku mengutarakan pendapatnya ,aku sudah mendapatkan sapaan yang di sertai oleh dorongan keras di belakang pundakku dan tentu saja aku terjungkal ke depan sedikit dan hampir jatuh


" Si*l" Umpat Hati dan Pikiranku bersamaan " Siapa sih br*ngs*k yang berani dorong dari belakang?!" Geram mereka \, aku berdiri memejamkan mata  dan menghela nafas mencoba menenangkan diri dari rasa kaget yang membuatku jengkel setengah hidup  lalu aku memutar kepalaku kebelakang dan disana sudah berdiri dengan anggun  4 sekawan yang terkenal disekolahku \,  seketika itu juga daguku terjatuh dan mulutku membulat saat mataku menangkap sosok ke empat gadis yang terkenal dengan kecantikan wajahnya dan juga gayanya yang kekinian serta tentu saja tidak lupa kekayaannya \,dengar-dengar orang tua mereka adalah penyumbang dana tetap tahunan untuk sekolah kami


" APA!?" Gertak salah satu cewek yang berdiri di sebelah kiri rambutnya pendek dengan tipe potongan pixie


  mendapat  getakan  seperti itu hati dan pikiranku yang tadinya siap bekerja sama untuk menghadapi pembuliku malah sekarang langsung kabur entah kemana -dasar pengecut -


" Kenapa kau sembunyi ?" Tanya pikiranku


" Lah kamu sendiri kenapa juga ikutan sembunyi?" Tanya hatiku balik


"Kesini kamu !?" Gadis berambut panjang sepundak menggerakkan jari telunjuknya untuk memanggilku tapi aku malah tertunduk diam tak bergerak maju dari tempatku


" Hei Culun ketua memanggilmu ,kenapa diam saja !?" Bentak gadis berambut bob nungging yang berdiri disebelah kanan


" Hei ,maju sana ketua 4 sekawan memanggil tuh." Ujar Hatiku


" APA KATAMU!?"Bentak gadis yang berambut bob nungging tadi membuatku langsung mendongak karena tersentak , aku melihat dia sudah berjalan kearahku  dengan sikap seperti siap bertempur di tangannya ada segelas plastik besar jus alpukat  dan


" BYUUUR!"


"AAakh!"


Air kental berwarna hijau kental yang super dingin itu   itu sukses menyiram ujung kepalaku membasahi rambut dan merembes mengotori wajah serta kemeja


tentu saja peristiwa itu tak luput dari perhatian pengunjung kantin hari itu


" Ah dingin!" Keluh hatiku


" Waaah !" Beberapa murid bahkan mengeluarkan nafas terkesiap dan menutup mulut mereka karena kaget melihat dan mendengar teriakanku


"Dasar gila main siram aja !" Keluh Pikiranku jengkel


,peristiwa itu membuat suasana kantin yang ramai untuk sesaat mendadak sepi


" JESSY!" Tiba-tiba saja  terdengar suara bentakan yang datang dari arah kerumunan para pengunjung kantin membuat kami termasuk aku yang terdiam karena shock kena siraman es jus alpukat tadi langsung melihat kearah sumber suara


" Dia!?"


dari arah sudut kanan terlihat Javin berjalan membelah kerumunan para murid pengunjung kantin di ikuti oleh ke enam temannya dari belakang , mereka terlihat keren seperti kumpulan  idol yang berjalan melewati para  fansnya


" Wah lihat ketua kelas kita datang, dia pasti mau membela kita !" Kata Hatiku antusias , tiba -tiba saja dia hatiku muncul kembali dari mana .


Sementara pikiranku hanya bisa memutar bola matanya tapi dia juga muncul menemani hatiku ,untuk sesaat hatiku merasa tenang  walaupun itu tak mengatasi  rasa malu yang sudah menjalar diseluruh tubuhku


dalam beberapa detik Javin  dan ke 5 temannya sudah berdiri di dekatku


" Kau tak apa?" Tanyanya pelan padaku


aku hanya mampu  menunduk dan menggeleng pelan tak mampu bicara karena rasa dingin lengket yang memalukan ini , tapi aku menyempatkan diri melirik ke arah wajah Javin lewat celah bulu mataku  sebelum dia berbalik membelakangiku sekilas aku melihat tatapan matanya padaku dan expresi wajahnya -entah kenapa aku merasakan ada ke anehan disana ? tatapan matanya begitu fokus padaku tapi tak terlihat ada rasa khawatir disana dan sesaat sebelum dia berbalik aku melihat senyum separuh tersungging disana.


" Kenapa tiba-tiba hatiku gelisah dekat dengan ketua kelas ya?" Gumam hatiku tak paham


" Kau lihat tadi nggak ? expresi ketua kelas agak aneh ?" Kata Pikiranku heran


" Apa yang sedang kau lakukan jessy?" Tanya Javin dengan suara pelan tapi mengandung nada marah, aku melihatnya menatap gadis berambut bob nungging ,dan aku melirik badge nama gadis itu tertulis jelas dengan huruf kapital jessy andrean


" Kakak sendiri ngapain disini ?" Tanya balik jessy yang membuat hati ,pikiran  dan juga diriku sendiri terkesiap kaget


" Kakak?" Aku mendongak ,memandang jessy dan javin bergantian dengan expresi bingung dan tak mengerti


what Javin si ketua kelas ternyata kakak dari salah satu anggota 4 sekawan?wah gimana ya reaksi Anzi mengetahui ini?


tunggu episode berikutnya ya >.<


dan mohon kasih komentar juga dukungannya makasih