
Aku tiba-tiba merasakan hawa dingin merayapi belakang punggungku dan membuat bulu kudukku meremang , dalam benakku aku merasa kalau ada seseorang yang mengawasi dengan gerakan ragu aku menoleh - Kosong - tak ada siapapun yang terlihat kecuali Bu Endang dan kedua temannya yang berjalan menjauh dari tempat kejadian
"Mungkin hanya perasaanku saja ."Gumamku
Aku membelokkan sepeda ontelku kearah kanan ,memasuki pekarangan cabe dan tomat milik Bu Tija ,seorang penjual sayuran di pasar .tanaman cabe dan tomat milik bu tija terlihat begitu menyegarkan dan menggugah selera dengan warna merah dan hijau yang mendominasi tertata begitu rapi dengan di kelilingi tali rafia warna biru yang di ikatkan ke tiang kayu kecil yang tertancap di sepanjang gundukan tanah . setelah dua meter melewati pekarangan kebun milik Bu Tija ,di depanku terdapat hutan kecil yang di tumbuhi pohon randu yang lebat . lebat dan tingginya pohon randu yang tumbuh di tempat tersebut membuat suasana disekitarnya terlihat begitu gelap dan kelabu . bagi yang tak terbiasa melewatinya pasti akan merasa was-was ,tapi bagiku yang sudah sering melewati hutan randu itu perasaanku tenang -tenang saja . terdapat jalan lurus selebar 3 meter persegi yang terbuat dari tanah , setelah 4 meter mengayuh sepeda terlihat semburat sinar tipis matahari yang kekuningan diantara celah pohon randu , ketika aku sampai di ujung celah pohon randu tersebut di depanku terdapat jalan tanah yang menanjak naik ,dengan susah payah aku mengayuh sepeda ontelku keatas setelah mengayuh selama 10 menit akhirnya aku sampai ke sebuah jalan raya , jalan raya yang terbuat dari aspal warna abu-abu itu terlihat lengang dan sepi ,aku turun sebentar dari atas sepeda ontelku hanya untuk melepas lelah yang merayap disekujur tubuhku. aku memejamkan mata dan menghirup udara pagi yang hangat dengan sedalam-dalamnya lewat lubang hidungku,
Dan ketika aku membuka mataku , seketika itu tubuhku membeku ,dia ada disana
gembel misterius yang tadi menghilang jadi asap di jalan setapak dekat anak sungai buatan tadi sedang berdiri di hamparan pohon tebu yang ada di seberang jalan. kali ini mungkin karena matahari sudah bersinar terang atau apa karena pengaruh tubuhku yang membeku karena rasa takut juga, sehingga mataku kini lebih sedikit jelas melihat sosok gembel misterius itu , Dia berambut panjang sebahu , bergelombang dengan textur rambut yang kering dengan warna coklat kusam . memakai baju warna kemeja putih dan celana biru tua yang pudar warnanya dan terlihat seperti sebuah seragam tentara kuno. juga tubuhnya lebih tinggi daripada daun ilalang yang tingginya lebih daripada tubuhku dan wajahnya walaupun terlihat kusam dan kotor karena debu tapi aku masih bisa melihat ketampanannya ,saat aku melihat dengan teliti aku mendapati ketampanan wajahnya mirip dengan ketampanan seorang pria eropa bukan pria lokal
kami berpandangan untuk beberapa detik yang lama . tanpa sadar aku merogoh tas selempangku yang terbuat dari rajutan benang wol untuk mengambil hp, hpku bukanlah sebuah smartphone android yang lagi beken di kalangan anak muda , tapi hanya sebuah hp mono merek N keluaran tahun 2005 , bercasing setebal 6 cm berwarna merah menyala , walaupun hp mono tapi setidaknya bisa buat sms , telpon dan juga ada kameranya . aku memfokuskan kamera hp ku ke arah gembel itu , sambil berpikir
"AWAS SAJA KAU KALAU BERANI BERBUAT MACAM-MACAM DENGANKU ,AKAN AKU LAPORKAN KAU KE PIHAK YANG BERWAJIB "Protes pikiranku
aku mengamati gembel misterius yang berdiri di antara pohon tebu tersebut lewat lensa layar hpku , entah karena pengaruh suasana atau karena efek kamera hp ku ,gembel misterius yang tadinya terlihat menakutkan sekarang terlihat begitu indah bagaikan sebuah lukisan , dia berdiri diantara pohon tebu berwarna kecoklatan yang menjadi kekuningan pudar karena bias sinar matahari pagi.
" Manisnya."Gumamku tidak sadar saat melihat bayangan gembel misterius dalam layar kamera hpku itu menyunggingkan sebuah senyum
" Cekrek !" Aku memencet tombol bagian tengah hpku untuk mengambil momen indah tersebut- tapi
"Ah !"Nafasku tertahan karena kaget saat kedua bola mataku yang terbelalak mendapati hasil gambar di hp ku berbeda dengan apa yang aku lihat di depan mataku secara nyata
jika di kenyataan aku melihat sebuah pemandangan yang indah bagai sebuah lukisan dengan seorang pria yang tersenyum manis . tapi di dalam layar hpku malah sebaliknya yang kudapati adalah pemandangan yang usang ,kering dengan seorang pria yang tersenyum --senyum berdarah!
berkali-kali aku melihat hasil foto dilayar hp monoku dan juga kenyataan di depan mataku .dikenyataan aku melihat pria gembel itu berdiri dengan expresi wajah biasa aja tapi lain sekali dengan gambar foto yang terdapat di dalam hp ku memperlihatkan gambar pria gembel itu sedang tersenyum dengan sudut mulutnya yang penuh darah.
hampir 4 kali aku bolak -balik melihat hasil foto dan kenyataan dan pada pandangan ke 4 di kenyataan , aku melihat gembel itu tersenyum licik padaku ,senyum yang penuh darah
" Si-l-n - BRAK !" Tanpa pikir panjang aku langsung membanting hpku ke atas aspal jalan , Aku melihat hp ku terbelah jadi beberapa bagian tapi aku tidak peduli , dengan tergesa gesa aku menaiki sepeda ontelku , aku mengayuh sepedaku dengan kekuatan telapak kaki penuh , hampir aku jatuh karena oleng jika aku tak memegang stang kemudi dengan erat dan entah kenapa aku merasa dia menertawaiku di belakang
" UKh!" Aku mengumpat antara kesal , takut ,khawatir dan tak terasa air mataku mengalir. merasa sial dan bodoh juga penuh rasa heran ,sebenarnya ini hari apa ? kenapa aku harus mengalami hal yang mengerikan ini.
kalau seandainya hari ini aku menuruti rasa malasku untuk tidak pergi ke sekolah pasti aku tidak akan mengalami hal ini.padahal cuaca tadi pagi juga sudah aneh .ini semua gara-gara ulangan biologi yang akan aku hadapi hari ini .
"Sreek !Aku mengerem sepedaku saat aku menyadari kalau aku berada disebuah jalanan kosong dan aku tak mengenal jalanan itu . aku menoleh bingung kesana- kemari mencari petunjuk arah jalan yang mungkin aku kenal . karena lelah mengayuh akupun turun dan menuntun sepedaku .hampir 10 menit aku mengelilingi tempat tersebut tapi yang aku dapati cuma kumpulan pohon pohon yang menjulang tinggi .
" Ya Allah di mana aku ?" Gumamku sambil menangis karena kebingungan . tiba-tiba di arah jam 5 aku melihat ada seorang lelaki paruh baya memakai kaos oblong putih dan celana pendek warna coklat mentah sebatas lutut ,sedang berjalan sambil membawa sebuah kantung kecil yang terbuat dari kertas karton
" Bapak.. Bapak ...!" Aku berteriak memanggil pria itu dan berlari menghampirinya sambil menuntun sepeda ontelku
Pria tersebut berhenti dan menoleh padaku , aku terengah-engah ketika sampai padanya. . aku memegangi sepeda ontelku dengan satu tangan ,sementara tanganku yang satu memegang lututku ,
"Ya?" Suaranya terdengar waspada .aku melirik keatas melihat expresi waspada dari wajahnya lewat celah kacamataku .
" Ada yang -bisa Bapak ban-tu?" Tanyanya lagi dengan hati-hati .seolah -olah dia di hampiri oleh orang yang harus di waspadai , mungkin karena penampilanku yang kacau .Sesaat aku terdiam -bingung harus berkata /bertanya apa ? Akupun memejamkan mata
" kembali ke rumah aja yuk !?' Ajak hatiku
" Tidak kamu harus kembali ke sekolah!" Bantah pikiranku
" Tidak ,kita harus kembali kerumah, rumah tempat yang aman"ujar hatiku
" setelah mengalami hal begitu kau masih mau kembali ke rumah?!"
" Tapi diluar berbahaya!" Ingat hatiku
" Benar sih tapi kalau kembali ke rumah butuh waktu lama!" Tukas pikiranku
Di dalam diriku hati dan pikiranku sedang berdebat dengan sengit kemana seharusnya tujuanku , Aku sampai merasa bingung harus memilih yang mana hingga telingaku mendengar pertanyaan itu
" Apa kau murid SMP negeri 3 di kota B ?" Bapak itu bertanya memastikan
" Benar Pak ." Jawabku lebih cepat daripada pikiran dan hatiku , aku tahu mereka pasti melongo tak percaya melihat reaksiku saat dapat pertanyaan itu
" Apa Bapak tahu jalan mana yang harus saya ambil agar saya cepat sampai ke sekolah saya?" Lanjutku bertanya dengan antusias . benakku dapat melihat pikiran mendongakkan dagunya dengan wajah yang terlihat sombong sementara hatiku langsung cemberut
entah kenapa ada perasaan lega saat aku mendapat pertanyaan dari Bapak tersebut
" OH kamu bisa mengambil jalan sebelah kanan itu setelah 1 meter putarlah sepedamu ke sudut arah jam 4 maka kau akan sampai ke sekolah itu dengan cepat." Jawab Bapak itu menunjuk kan arahnya padaku dengan telunjuknya
" Baik ,terima-kasih atas petunjuknya Pak." Ucapku dengan suara yang sopan .
aku membelokkan stang sepedaku kanan dan mulai menaiki sadelnya
" Sekali lagi terima kasih pak dan permisi ." Ucapku berpamitan - tersenyum dan berbalik
" TUNGGU !"
baru juga aku mau mengayuh sepedaku ,seruan Bapak itu menghentikan niatku
" Ya?" Tanyaku sambil menoleh
" Banyak dari kita mempersiapkan diri buat menghadapi masa depan , tapi kadang kita juga harus menghadapi masa lalu " Katanya penuh arti
" Ah .."Aku hanya bisa memiringkan kepalaku ke kiri tanda bingung
" Nanti kamu juga akan mengerti ." Ujar beliau sambil tersenyum ramah tapi pandangan matanya seperti memberi sebuah peringatan , beliau berbalik dan melanjutkan perjalanannya ,
" Apa Maksud perkataan Bapak itu ya?" Ujar Hatiku tak mengerti
" Ah buat apa di pikirin , yang penting ayo kita berangkat jam berapa ini ?" Ingat pikiranku
Aku melirik jam yang melingkar di lengan kiriku
" Gawat sudah jam 6:15 menit !" Dengan segera aku kembali menaiki sepedaku dan mengayuhnya dengan cepat , 15 menit lagi bel masuk berbunyi dan Ulangan akan di mulai di jam pertama
kira kira apa ya maksud dari Bapak yang ketemu Anzi tadi?
jangan lupa tinggalkan love dan comentnya kak😘
dan follow instagram author di IG
@thenew.littlemanga.world