My Boyfriends Is Zombie (New Version)

My Boyfriends Is Zombie (New Version)
CHAPTER 1 . PANDANGAN PERTAMA DI PAGI YANG KELABU part 1



CHAPTER 1 .


PANDANGAN PERTAMA DI PAGI YANG KELABU


" Assalamu alaikum warohmahtullah " Aku menoleh kearah pundak kiriku  memberi salam untuk mengakhiri sholat subuhku . setelah berdoa aku segera melepas mukenaku dan melipatnya lalu meletakkannya ke dalam lemari bajuku bersama sajadahku .


" TENG, TENG TENG TENG TENG!"  jam  di dinding ruang tamu rumahku berdentang lima kali . menandakan sudah pukul 5 pagi dan aku harus bersiap -siap untuk pergi ke sekolah ,aku harus berangkat sepagi mungkin karena jarak sekolah yang terletak di kota B sangat jauh dari kampungku yang terletak di kota G . perlu waktu 45 menit untuk sampai disana , dan aku tak mau terlambat .


aku segera mengambil baju seragam biru putihku yang tergantung di hanger yang terletak di dalam lemari bajuku ,dan segera memakainya,aku tak ingin  mandi karena suasana yang dingin , entah kenapa hari ini angin berhembus lembut namun dingin bagai hawa es    - aku selesai memakai seragam, sekarang aku sedang konsentrasi memakai kaus kaki  dan entah kenapa perasaanku dari bangun tidur tadi terasa tidak enak , begitu malas dan berat. seperti akan ada peristiwa buruk yang akan terjadi . tapi aku menepis perasaan jelek dari dalam hatiku


aku menuju meja rias , mulai menyisir rambutku yang sepanjang pinggang itu mengangkat setinggi telinga ,mengikat dan mengepangnya . di dalam cermin aku melihat wajah seorang gadis yang berwajah mungil tapi tidak terlalu cantik , meskipun Ayah sering bilang aku cantik mirip seperti Ibuku  tapi begitu aku melihat foto almarhum Ibuku dan membandingkan dengan wajahku yang aku dapati adalah rasa kecewa di dalam diriku, aku merasa tidak mirip sama Ibuku setidaknya Ibuku tidak memakai kacamata  setebal 8 cm seperti aku , aku melirik bayangan lampuku lewat cermin - masih menyala di pagi itu padahal seharusnya sudah kumatikan tapi suasana mendung di hari itu membuatku membiarkan lampu di kamarku menyala lebih lama dari biasanya , aku memejamkan mata  dan menghela nafas , lalu membuka mata dan berbalik mengambil tas sekolahku yang tergantung di paku tembok samping kiri pintu kamarku , aku keluar  setelah mematikan lampu kamarku ..perlu 6 langkah menuju meja makan , diatas meja makan sudah terletak piring nasi goreng dengan toping telur mata sapi dan disebelahnya ada kotak bekal serta ada sebuah catatan kecil


" Anzi sayang, maaf Ayah tidak bisa menemani sarapan pagimu  Ayah sedang ada penelitian di laboratorium puskesmas , nikmati sarapanmu dan jangan lupa bawa bekalmu"


. aku duduk menikmati setiap suapan nasi goreng buatan Ayahku , harus ku akui Ayahku yang Dokter kampung itu pandai memasak dan rasanya nikmat, sebagai anak gadisnya aku malu mengakuinya kalau masakakanku tidak seenak Ayahku , aku melirik jam dinding yang ada di ruang tamu yang terletak tepat di sebelah kanan meja makanku ,sudah pukul 5 lebih 15 menit . aku mengakhiri sarapanku dan memasukkan bekal buatan Ayah ke dalam tas


aku berjalan cepat menuju ke arah pintu utama , membukanya lalu menutupnya dengan gerakan cepat lalu menguncinya , aku begitu terkejut mendapati suasana di depan mataku belum terang padahal sudah pagi ,


aku mendongak ke atas dan terlihat diatas sana awan hitam menyebar ke seluruh langit


" aakh" Aku mengerang , sambil berjalan menuju garasi dan perlahan aku menuntun keluar sepeda tua itu , sepeda ontel tahun 60 an hadiah dari Ayah untuk Ulang tahunku yang ke 12 tahun . jujur saat menerimanya aku merasa kehilangan kata-kata bukan karena rasa senang tapi lebih kerasa ' Apa ini , kenapa ini hadiahnya?' aku tak mau hadiah ini. aku mau yang lain yang lebih ..normal ,mungkin.


Aku mulai menaiki sepeda ontel yang ukurannya lebih besar dari tubuhku itu dan mulai mengayuh pedalnya , aku ingat saat  pertama kali memakainya  itupun karena terpaksa karena takut terlambat mengikuti ujian sekolah  setelah  2 bulan belajar menaklukkannya


10 menit kemudian sepedaku sudah sampai di jalan setapak kecil yang terletak antara anak sungai buatan dan sawah yang terbentang , di belakang sawah itu  ada sebuah anak gunung berwarna hijau kelabu sudah tepat setengah 6 pagi seharusnya matahari  sudah bangun untuk memberi sapaan selamat pagi pada dunia tapi hari ini sepertinya matahari lagi malas menyapa dunia ,  suasana disekitarku boleh dikatakan gelap karena awan hitam yang pekat diatas langit , kalau saja sepedaku tidak di lengkapi oleh lampu dinamo pasti arahnya tidak karuan dan - aku pasti sudah terluka karena jatuh


di depan  tak jauh dari sepeda ontelku terlihat 3 wanita sedang berjalan beriringan sepertinya aku mengenali salah satu dari ke 3 wanita itu ketika melihat punggungnya


apa sebaiknya aku menyapanya  untuk membenarkan dugaanku?


" Bu..En , -Ah..? " Suaraku langsung terhenti aku amat terkejut dengan apa yang aku saksikan sampai tidak sadar aku sudah mengerem sendiri sepedaku , aku tertegun Apa itu!? wanita yang berjalan di depanku kan ada 3 orang seharusnya bayangan yang di perlihatkan oleh cahaya lampu sepedaku ada 3 tapi  kenapa di tanah terlihat 4 bayangan!?


bayangan siapa itu? Apa itu bayanganku ?


" Ha ha ha tidak mungkin...,akukan berdiri 3 meter jauhnya dari mereka jadi tak mungkin bayangan  yang ke empat itu punyaku " Pikiranku membantah hatiku


" Ter terus itu bayangan siapa!?" Gumamku dengan suara gemetar antara takut dan hampir menangis  karena yang ke empat hanya terlihat bayangan saja namun tidak terlihat sosoknya.


Samar -samar  mataku melihat bayangan ke 4 tanpa sosok itu perlahan merambat dari tanah ke atas  berasap hitam dan tebal  lalu membentuk seorang sosok. .Pria gembel!?


mataku membulat ketika melihat tangan pria gembel misterius itu terjulur ke depan tepat kebelakang leher salah satu wanita  itu , sepertinya dia ingin mencekik leher wanita yang ada di tengah


" A...akh" Ingin aku berteriak "AWAS !!"


namun tenggorakanku terasa tercekat dan suaraku lenyap entah kemana ,Apa yang harus aku lakukan? aku merasa bingung , aku ingin menolong tapi tanpa ketahuan oleh pria gembel yang aku yakin bukan gembel biasa .


" KRING_ KRING _KRING "  Dasar jari si*l*n kenapa juga dia memencet bel di atas kemudi sepeda ontelku , tentu saja tindakan bodohku itu menarik perhatian mereka ,ke 3 wanita itu dan pria gembel itu menoleh secara bersamaan ke arahku .  lampu sepedaku menyorot wajah mereka, tapi


" **** .. Matikan lampunya ..!" Bentak pria gembel itu dengan suara parau tapi menggema


dia menutupi wajahnya sepertinya benci tersorot cahaya lampuku


  ,  dan entah kenapa aku malah menurutinya ,dengan tergesa-gesa juga gugup mematikan lampu sepeda ku , suasana jadi kelabu pekat lagi ,hanya terasa hembusan angin


" Siapa disana?" Teriak salah satu dari ibu itu bertanya


aku  tak berani menjawabnya , mencoba diam seperti patung batu ,aku memejamkan mataku sambil berdoa berharap yang kulihat tadi cuma khayalan atau aku salah melihat karena keadaan cuaca ,


kenapa wajahku tiba-tiba terasa hangat dan walau mataku terpejam aku merasa bisa melihat cahaya kemerahan dalam mataku , ini seperti semua sebuah kamuflase ,dimana sebenarnya keadaan disekitarmu gelap tapi ketika kau memejamkan mata terasa keadaan disekitarmu normal .. tapi, ketika aku membuka mataku-


seketika itu tulangku terasa kaku , dan mataku tak bisa berkedip saat pandangan mata kami beradu di bawah cahaya matahari hangat yang baru mengintip dari balik gunung di pagi itu


bola mataku yang terlindung kacamata tebal itupun dapat melihat jelas sosok pria gembel yang berada 3 meter jauhnya dari aku , penampilannya begitu berantakan , dekil dan sungguh  tidak terawat -ah lupa  dia kan gembel ,jadi tidak mungkin penampilannya terawat seperti aktor film tapi aktor film ada juga yang malas merawat penampilannya , tapi kenapa aku tidak bisa memalingkan pandangan mataku dari gembel dekil berwajah pucat Disaat mata kami beradu pandang entah kenapa keadaan di sekitar kami menjadi kosong , putih ..aku seperti berada di alam lain ....di alam yang aku rasakan dunia lain itu , walau dalam kenyataannya kami jauh namun entah kenapa terasa dekat .


" Jij ( kamu) ?" Gumamnya dengan expresi yang tidak aku mengerti , wajahnya yang pucat dan kurus itu terlihat tampak kaget dan tegang saat melihatku , seperti seolah dia pernah melihatku entah dimana?


"ommogelijk!" Gumamnya pelan namun jelas terdengar di telingaku , sedetik kemudian terlihat kejadian mengagumkan juga mengejutkan dan menakutkan , di depan mataku perlahan tubuh pria yang seperti gembel itu berubah jadi debu asap dan menghilang ,


mataku membulat sempurna hampir hampir copot dari tempatnya jika Allah tidak merekatkan bola mataku dengan benar saat menciptakan aku , kacamataku melorot seiring dengan lututku yang lemas dan merosot kebawah , untung kedua tanganku masih memegang erat kemudi sepeda ontelku yang hampir oleng ,


dan ada satu hal yang juga membuatku  tak habis pikir , mendadak pria gembel itu lenyap menjadi sebuah asap di depan ke tiga wanita itu , harusnya mereka juga shock dong kayak aku atau malah harusnya mereka jatuh pingsan karena mereka yang paling dekat dengan obyeknya , tapi yang aku lihat mereka berdiri tegak dengan tenang  saja dan juga  sedikit berwajah heran , entah heran ke siapa ? ke pria gembel misterius itu atau ke aku?


menurut kalian bayangan apa yang dilihat Anzi di pagi yang kelabu itu?


Hallo disini Author Lan duo  atau Little masha . My boyfriends is zombie adalah karya pertama saya sebagai penulis novel online ,  saya tahu ,tata bahasa dan juga tanda baca dari tulisan saya masih berantakan dan saya masih perlu banyak belajar ,untuk itu saya sangat terbuka menerima saran dan kritik dari semuanya , saya bukan penulis yang rajin tapi saya akan berusaha sebaik mungkin memberikan update terbaru buat para pembaca, untuk itu mohon dukungan semangatnya  ^.^


JANGAN LUPA BUAT  LOVE &VOTENYA YA.