
" Ayo anak-anak tinggal lima menit lagi ."
Hampir 5 menit waktu berlalu tanpa aku menjawab satupun dari pertanyan dari kertas itu
Entah apa yang terjadi padaku kenapa aku hanya memandangi pertanyaan-pertanyaan itu padahal jika melihat pertanyaannya semua sepertinya begitu mudah karena aku sudah pernah mempelajarinya saat SD , semua tentang sistem pencernaan hewan ,
" Mengapa kau diam saja waktunya tinggal lima menit ,ayo jawab pertanyaannya ." Ujar Hatiku mengingatkan, dia kelihatan cemas sekali saat mendengar perkataan Pak Gofi tadi
" Otakku tidak bisa berpikir !" Jawab pikiranku
" Kenapa?"Tanya hatiku " Apa otakmu berhenti berfungsi." sindirnya
" Bukan begitu ,konsentrasiku pecah tahu!" Tukas pikiranku kesal
memang benar hari ini aku benar-benar tak bisa berpikir ,konsentrasi ku pecah seperti lensa kananku yang retak , banyak sekali yang aku pikirkan , peristiwa di tepi sungai tadi yang membuatku berjumpa dengan gembel misterius ,ancaman dari grup 4 sekawan saat tanpa sengaja aku merusak ponsel salah satu dari ke 4 gadis itu juga paksaan halus tawaran memperbaiki lensa kacamataku dari ketua kelas ,semua benar-benar menuntut perhatian dari pikiranku tapi yang paling menyita perhatian pikiranku adalah senyuman berdarah dari gembel misterius yang aku lihat di kebun tebu tadi
" Ayo kumpulkan !" Perintah Pak Gofi dengan suara berat dan lantang
" Gawat ,aku belum menjawab satupun !" Gumamku panik
dan tiba-tiba saja ada seseorang yang menyambar kertas ulanganku membuatku kaget setengah mati
" Ah si..- oh!" Hampir aku memprotes mengira Pak Gofi yang menyambar kertasku ,tapi ternyata itu ketua kelas , dia menyambar kertas ulanganku dan sepertinya meletakkan kertas ulangannya sebagai gantinya
" Tuliskan namamu di atasnya ." Perintahnya sambil mengedipkan mata
" Ketua kelas apa yang kau lakukan disana?" Seru Pak Gofi dari meja guru yang terletak disudut kanan papan tulis
" Bukan apa-apa Pak ." Jawab anak lelaki itu sambil kembali duduk dengan cepat kebangkunya yang terletas dibaris ke dua nomor empat
" Ah.." Aku bingung harus menjawab apa , aku menoleh antara pak Gofi ,kertas ulangan dan ketua kelas ,aku melihat ketua kelas memberiku kode dengan matanya sepertinya dia menyuruhku mengakui kertas ulangan miliknya sebagai milikku
awalnya aku ragu tapi saat melihat pak Gofi berjalan menuju bangkuku ,tanpa diperintah jari tanganku yang memegang bolpoin sudah mencantumkan namaku " ANZI ZURIYAH 1 C" kekolom bagian atas kertas ulangan
begitu Pak Gofi sampai di samping mejaku ,aku langsung bersikap pura-pura normal ,Pak Gofi melihatku dengan pandangan curiga dan aku membalasnya dengan senyuman pura-pura tenang , lalu dia menyambar kertas ulangan milikku (ketua kelas) dan membawanya
dia hampir sampai di meja guru tapi berhenti di tengah dan berbalik menuju kebangku ketua kelas
" Ketua kelas , Apa kau ada kesulitan menjawab pertanyaan ulangan kali ini?" Tanya Pak Gofi dengan ramah
Ketua kelas mendongak dia sempat melirikku lalu memperlihatkan wajah susah ke arah pak Gofi
."Hmm sepertinya saya sedikit mendapat kesulitan karena saya semalam lupa belajar ."Jawabnya pura-pura sedih
Aku kira Pak Gofi akan memarahi ketua kelas karena (berbohong) tidak dapat mengerjakan soal ulangan itu ,tapi hasilnya sungguh di luar dugaan
" Untuk Ketua kelas Bapak berikan kelonggaran waktu ,kumpulkan kapanpun kalau selesai ." Kata Pak Gofi sambil tersenyum pada ketua kelas dan kembali ke meja gurunya
Aku , hatiku dan juga pikiranku sama -sama menganga tidak percaya
" Jangan-jangan Pak Gofi naksir sama ketua kelas." Tebak Hatiku membuat kami bertiga langsung bergidik ngeri
_
_
_