
Aku menciduk satu gayung air dan di depanku ada sabun cair khusus mencuci tangan dengan wangi buah strawberry yang lembut selain ku gunakan mencuci tanganku aku menggunakan sabun itu untuk mencuci rambut dan mukaku yang lengket karena air jus alpukat aku menggosokkan sabun cair ke rambutku hingga berbusa lalu kemudian aku menggosokkan telapak tanganku yang masih di penuhi busa kemukaku ,pertama ke noda di bagian keningku lalu turun ke kedua pipiku kiri dan kanan aku menggosok bagian pipi ku dengan gerakan kasar , lalu ke dagu dan kemudian naik ke bagian tepi hidungku lalu turun ke bagian atas bibirku ---
gerakan tanganku berhenti menggosok dan aku membeku ketika lubang hidungku mencium aroma strawberry sabun cair dari tepi telunjukku ,
" Kenapa berhenti menggosok ?" Tanya Hatiku heran
" Tidak , hanya saja tiba-tiba aku teringat sesuatu?" Jawab Pikiranku
" Ingat apa?" Tanya Hatiku lagi penasaran
" Kejadian di kantin."Jawab Pikiranku cepat
" Huh kenapa kau mengingat kejadian di kantin!" Ujar hatiku tak suka
" Bukan begitu , apa kau tidak ingat sesuatu ?" Tanya pikiranku memastikan
" Ingat apa?" Tanya hatiku heran
" Coba cium aroma sabunnya
sekali lagi aku mencium aroma sabun itu dan mencoba mengingat sesuatu, tapi entah kenapa ingatan itu tidak muncul?
" Aku tidak ingat apa apa" Kata Hatiku menyerah
" Masa sih kau tidak ingat apa apa?" Tukas Pikiranku sedikit sedih dan jengkel
" Aku sungguh--"
" Aduh !" Keluhku saat tiba-tiba air busa di keningku menetes mengenai mataku ,rasanya pedih sekali , aku harus segera membilas mataku kalau tidak mataku bisa iritasi
aku mengambil segayung air dan baru menyiram sedikit air ke wajahku saat " BRAK !!! tiba-tiba pintu kamar mandi tempatku sembunyi di gebrak hingga terbuka oleh seseorang sampai membuat jantungku hampir copot karena kaget dan juga
membuat gayung yang ada di tanganku terlepas jatuh kelantai dan airnya langsung muncrat membasahi wajah dan dadaku
" Br*ngs*k siapa sih yang bikin kaget ?" Geramku emosi \,aku menoleh kearah pintu
" Ja..vin!?" Gumamku tidak percaya saat melihat Javin berdiri didepan pintu menatap tajam kearahku
Di depanku berdiri si Javin sang ketua kelas yang amat populer di kelasku ,aku tertegun selama beberapa detik sebelum menyadari apa yang di lihat oleh Javin sampai wajahnya yang sedikit-pucat itu pipinya memerah , " Si*l!" Gerutuku jengkel dan merasa bodoh ,baru juga aku menyambar kemeja sekolahku yang tadi aku copot dan aku taruh di atas samping bak air dan belum juga aku memakainya .tiba-tiba saja Javin menerobos masuk sambil mendorong pundakku membuatku kaget dan hampir kehilangan keseimbangan
" Hei apa yang kau -- Aah!" keluhku saat lengan kiriku menabrak tembok , rasanya ngilu sekali , sekilas aku melihat rasa khawatir itu menyapu wajah Javin sebelum expresinya mengeras lagi
"Astaga mau apa dia ?" Gumam Pikiranku khawatir saat kedua tangan Javin mengunci tubuhku , kedua lengannya di letakkan di samping kanan dan kiri tubuhku ,
" Ma mau apa sih kamu!?" Tanyaku berusaha kelihatan garang di depan Javin tapi yang ada suara gugupku malah terkesan mengkhianati sikapku ,dia hanya terdiam menundukkan kepalanya memandangku dengan kedua mata kenarinya yang tajam , aku beringsut kebawah sedikit untuk memberikan ruang kepalaku agar tidak kesempitan karena tubuh Javin yang menghimpitku dan baru aku sadari kalau tubuh Javin ternyata jauh lebih tinggi daripada minggu kemarin , dua minggu yang lalu aku yakin kepalaku masih sebatas lehernya dan sekarang kenapa kepalaku jadi sebatas dadanya? 'WOW' cepat sekali dia tumbuh tinggi
" Mau apa sih kau?" Tanyaku sekali lagi dengan suara yang nyaris tidak bisa aku dengar karena rasa gugup dan malu, aku menundukkan kepalaku sedalam mungkin
" Justru, kamu yang maunya apa?" Tuntutnya terdengar jengkel ,dapat kurasakan Javin semakin memajukan badannya kearahku membuat ruang gerakku jadi sempit . aku merasa gerah
" Mminggir!" Pintaku dengan suara sedikit tertahan karena berusaha mendorong tubuh Javin menjauh dariku , tapi usahaku sepertinya sia-sia , anak itu masih tetap berdiri disana kokoh dan tegap seperti sebuah tiang beton
"MINGGIR !" Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk kembali mendorong tubuh javin dengan tangan kiriku sementara tangan kananku memegang kemeja untuk menutupi dadaku tapi dia tetap tak bergeming dari tempatnya menjengkelkan
" Tidak mau!" Tolaknya tegas dan singkat
" APA Mak--sudmu ?" Tadinya suaraku keras saat ingin mendongak tapi berubah jadi pelan lagi saat mataku menatap wajah Javin ,
" Astaga tampannya!" Seru hatiku saat melihat wajah Javin yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahku dia terbuai dengan ketampanan Javin sampai seperti idiot
" Sadarlah ! Seru pikiranku menggoncangkan hatiku
, sebagai teman akrab (menurutku sih ) aku sering menghabiskan waktu bersama Javin untuk bermain dan belajar baik di sekolah maupun di rumah (kebanyakan di rumah) . aku akui Javin anak tertampan di kelas kami ,tubuhnya tinggi tapi tidak kusangka setinggi ini dan baru aku sadari dia juga ternyata bukan hanya sekedar tampan tapi benar-benar sungguh tampan sampai aku mengira dia bukan Javin tapi orang lain?
dalam beberapa detik yang lama kami saling berpandangan waktu serasa berhenti , aku memandang ketampanan Javin dengan perasaan kagum bagaimana bisa ada pria setampan ini ? dan Javin juga memandangku yang bisa dibilang berantakan entah dengan perasaan seperti apa ? matanya begitu tajam menatapku dan tiba-tiba saja entah kenapa aku seperti melihat hal lain di bola mata Javin
_
_
_
Halo dear reader , ini author my boyfriends is zombie , author ingin minta maaf jika cerita author terkesan lambat dan sepertinya membosankan karena sampai chapter 13 author belum memberikan cerita yang menarik buat kalian , jujur saja
author memang bukan tipe penulis yang pandai membuat cerita yang langsung menuju pada inti masalahnya seperti A bertemu B, masuk kamar lalu bercinta lalu A hamil dan mereka kawin setelah melewati beberapa masalah cerita tamat ,
tapi author memang tipe penulis lambat dan tidak pandai melompati waktu untuk menuju inti cerita
pasti dear reader bertanya -tanya , katanya cerita misteri tapi kok tak ada seram -seramnya ?
tenang keseraman itu akan muncul sendiri seiring dengan munculnya chapter chapter berikutnya begitu pula dengan adegan romantis diatas 21+ hi hi hi hi (ketawa licik)
pokoknya sabar dinanti ya dan jangan lupa tinggalkan komen juga krisannya .dukung terus karya author ya
"
""
,