My Boyfriends Is Zombie (New Version)

My Boyfriends Is Zombie (New Version)
chapter 15 Mimpi kuno part 1



*


'


"Anzi ..Anzi ..Anzi ?" Samar -samar telingaku mendengar namaku di panggil oleh seseorang , dengan enggan aku memaksakan mataku yang sudah  terasa lengket ini untuk membuka . Buram semua terlihat buram di mataku , aku tidak tahu aku dimana . " Ugh" Aku mengerang pelan


" Anzi ..Anzi kau sudah sadar?" Terdengar suara antusias seorang wanita di sampingku


" Siapa Di..mana..aku?" Tanyaku lemah dengan mata terpejam


" Ini Bu Dewi , kamu sekarang ada di UKS ." Jawab Bu dewi


" UKS?" Gumamku pelan  pantas saja hidungku  mencium bau obat-obatan  dan juga alkohol serta cairan disenfektan


" Tunggu UKS!?" Pikiranku tersentak setelah beberapa saat tidak sadar dengan keadaan sekitar ," Ke kenapa saya bisa ada di UKS?" Tanyaku tak mengerti


" Kamu tadi di temukan tergeletak pingsan di kamar mandi"


Jawab Bu dewi sambil berdiri dari kursi di samping tempat tidurku


" Pingsan di kamar mandi ?" Tanyaku tak percaya , " Bagaimana bisa?" Gumamku heran . yang aku ingat aku pergi ke kantin dan bertemu dengan Anggota 4 sekawan yang terkenal di sekolah dan di bully mereka dan sepertinya Javin dan kawan -kawannya datang ketempat itu  untuk membelaku ,lalu aku pergi ke kamar mandi dan ..setelah itu apa yang terjadi? kenapa aku bisa lupa kejadian setelah peristiwa di kantin itu?


" Kalau boleh tahu siapa yang membawa saya kemari ?" Tanyaku penasaran


" Oh yang membawamu kesini si Javin." Jawab Bu Dewi sembari kembali kemeja jaganya dan membereskan beberapa kertas putih kecil sepertinya catatan khusus pasien yang berantakan


" Javin?...Aduh!" keluhku saat merasakan serangan rasa sakit di belakang kepalaku ketika mau duduk


" Anzi ,Kamu tidak apa -apa ?" Tiba-tiba saja Javin menghambur menghampiri tepi tempat tidurku


"Hah!" Aku terkesiap kaget dan perlahan menoleh kearah kanan ,terlihat disebelahku  wajah Javin yang terlihat khawatir menatapku , kami saling menatap untuk beberapa detik yang lama dan " Dzzzing!" kilasan bayangan Javin yang menyerangku dengan Ciuman melintas jelas di kepalaku bagaikan sinar kilat yang cemerlang di kegelapan  secara reflek aku memundurkan tubuhku kesudut menjauhinya " Pergi !" Usirku pelan


" Ada-apa Anzi ,ke kenapa kau .." Javin merasa heran melihat tingkahku dia mengulurkan tangan hendak menyentuhku tapi aku menepisnya dengan kasar membuatnya shock


" JANGAN SENTUH AKU!" Larangku dengan suara keras membuat kaget Javin dan Bu Dewi yang mendengarnya


" Anzi ..Sayang kau tak boleh berkata begitu bagaimanapun Javin yang sudah.."


" Dia bukan Javin!" Sergahku memotong pembelaan Bu Dewi


"Apa!?" Ucap mereka bersamaan dengan expresi wajah tak mengerti ,saling menoleh satu sama lain sebelum kembali melihat kearahku


" Dia itu ..dia itu dia itu Gembel ..makhluk Jadi jadian -jadian !" Tuduhku dengan Cepat


" WHAAT !?" Javin langsung berteriak tak percaya dengan pendengarannya barusan


" Makhluk Jadi-jadian." Ulang Bu Dewi dengan expresi shock mulutnya terbuka lebar ,


Javin dan Bu Dewi saling melirik sebelum kembali memandang kearahku ,memandangku seolah -olah aku gadis sinting


Bu Dewi akhirnya bisa menghembuskan nafas setelah beberapa detik kami terpaku dalam suasana sunyi yang membekukan waktu


" Anzi sayang."Panggilnya ketika mendekatiku , Bu Dewi duduk di samping tempat tidurku dan mulai menyentuh rambutku .


" Boleh Ibu tahu kenapa sampai kamu bilang kalau Javin makhluk jadi-jadian?" Tanyanya dengan ramah


Aku melirik Javin , ragu untuk menjawab dan Bu Dewi mengerti expresi keraguan di wajahku dia menyuruh Javin untuk keluar


dengan berat hati dan ragu juga akhirnya Javin menurut dan keluar dari ruangan itu


Aku masih duduk menyudut di tempat tidur dengan menekuk rapat lututku .


perlahan Bu Dewi meraih tubuhku dalam pelukannya


" Nyamannya." Ujar Hatiku senang


" Benar-benar hangat dan menenangkan." Sahut Pikiranku .


jujur kukatakan sudah sangat lama aku tidak menikmati kasih sayang seorang wanita yang selalu di panggil ' IBU' oleh orang -orang .jadi Selama beberapa detik  biarkan aku menikmati pelukan Bu Dewi , Aku mendongak memandang wajah Bu Dewi yang tersenyum ramah padaku


" Sudah mau cerita ?" Tanyanya memastikan .


Aku mengangguk  dan


" Tunggu apa kau mau menceritakan semua  hal pada Bu Dewi ?" Tanya hatiku memastikan


" Tentu saja ." Jawab Pikiranku mantap


Tentu saja aku menceritakan semua setelah aku mengedit ceritanya ,aku bukan gadis tolol dan naif ,yang kalau dirayu sedikit semua rahasia akan ku bongkar ,jam menunjukkan pukul 2.lewat 10 menit ,hmm berarti aku sudah menghabiskan 10 menit untuk bercerita pada Bu Dewi . aku memandang wajahnya menunggu responnya terhadap ceritaku


" Hmm nak Anzi , jujur Ibu mengerti ,saat muda dulu Ibu juga pernah mengalami hal yang sama yang seperti Nak Anzi alami ." Ucapnya


"Benarkah?" Sahutku antusias , tidak aku sangka ternyata Bu Dewi juga pernah mengalami hal aneh sepertiku


"Tentu saja kan Ibu pernah muda dulu , pasti pernah mengalami hal yang namanya berkhayal ataupun berfantasi,"


senyum di wajahku langsung memudar begitu mengerti maksud perkataan dari BuDewi


" Atau anak muda jaman sekarang biasanya menyebutnya dengan kata 'ngehalu'" Lanjutnya


" Tapi saya tidak menghalu bu?" Tukasku jengkel


" Iya mengerti , semua anak muda pasti menganggap khayalannya adalah sebuah kenyataan bagi mereka . walaupun kenyataan tidak seperti itu ." Ujar Bu Dewi  sambil membelai rambutku . Aku kira Bu Dewi mengerti dengan maksud ceritaku ternyata dia hanya menganggap ceritaku sebagai khayalan saja , ya apa boleh buat toh yang mengalami peristiwa aneh bin ajaib itukan aku bukan orang lain , jadi wajar kalau pendapat mereka seperti itu


"TEET..TEET..TEET " Terdengar bel tanda masuk berbunyi .


" Wah , udah bel sepertinya saya harus masuk kelas bu ." Ujarku sembari beranjak dari tempat tidur ," Aah" Belum juga kakiku menginjak lantai tubuhku sudah ambruk kembali ke tempat tidur


" Anzi kau tidak apa-apa ?" Tanya Bu Dewi khawatir


"Tidak apa-apa bu , cuma puyeng sedikit ." Jawabku sambil memejamkan mata mencoba menenangkan kepalaku yang berputar .


" Kalau kamu  belum kuat sebaiknya kamu istirahat disini dulu ." Saran Bu Dewi


" Tapi bu ..?" Aku mencoba bangun lagi


" Tak ada tapi-tapian . tenang nanti Ibu yang tulis surat ijinmu ." Sergah Bu Dewi , sambil mendorongku ketempat tidur lagi


.setelah yakin aku sudah berbaring tidur kembali , Bu Dewi kembali kemeja kerjanya yang terletak dipinggir pintu masuk UKS yang berjarak 5 meter dari tempat tidur UKS .


" Ndoro ayu .ndoro ayu " Sayup sayup telingaku mendengar suara lembuat seorang wanita ,tapi aku yakin dia bukan memanggilku karena namaku Anzi bukan Ayu ,


tapi kenapa aku merasakan pundakku bergoyang lembut , perlahan lahan aku membuka mataku dan samar -samar melihat  cahaya matahari menyusup lewat lubang sebuah jendela kayu  berwarna coklat tua dengan ukiran pahatan bunga berlubang besar menyilang menghiasi tepi jendela


" Uggh " Aku mengerang kecil saat cahaya matahari menerpa mukaku aku menyipitkan mata dan perlahan berusaha bangun dari tidurku


" Ini..!?" Aku langsung tersentak bangun dengan mata membelalak lebar


" Dimana ini?" Tanya Hatiku heran


" Tidak tahu ?" Jawab Pikiranku


"Bukankah aku tadi dikamar UKS ?" Gumamku heran


kepala dan mataku berputar bersamaan memandangi keadaan kamar tempatku bangun di sebelah kanan tempat tidurku terdapat meja kayu bulat kecil dengan hiasan vas berisi bunga anggrek dan di depan tempat tidurku ada terletak sebuah peti barang berwarna hitam dari kayu mahoni , di sudut sebelah kanan ada sebuah meja kayu warna coklat dengan ukiran seekor naga kecil disudut bagian bawah meja dan dua buah kursi dengan sandaran yang dihiasi ukiran naga di sudut atas kanan kirinya


dan di sebelah  kiri meja dan kursi tersebut terdapat lantai kayu yang agak naik dua atau tiga undakan dan di tepi terdapat sebuah tiang bulat panjang yang dihiasi kain kelambu yang menggelembung  berwarna ungu dan bisa aku lihat diatas undakan sana terdapat sebuah cermin rias. bisa dikatakan kamar yang lumayan besar ini punya selera yang anggun ,mewah namun kuno ,kamar ini mirip banget sama kamar di film kolosal indonesia yang sering aku lihat di tv swasta indonesia


" Ndoro ayu .." kembali terdengar suara wanita itu lagi dari arah


belakangku


" Ya?" Aku menoleh kebelakang  melempar pandangan melewati pundak kiriku " Hah...Bu Dewi ?" Seruku tak percaya saat melihat Bu Dewi berdiri di hadapanku , aku langsung meloncat bangun dari tempat tidur  dan berdiri menghampirinya " Ibu disini juga ?" Tanyaku sambil memegang tangannya . dan wajah Bu Dewi terlihat khawatir saat memandangku


" Ada -apa bu ,kenapa Ibu memandang saya seperti itu ?" Tanyaku bingung


" Ndoro Ayu , smean mboten nopo -nopo? ( Nona muda anda tidak apa-apa ?) Tanya Bu Dewi dalam bahasa jawa halus yang langsung membuat  mataku mengerjap -ngerjap tak mengerti .bukan tak mengerti arti bahasa jawanya tapi tak paham kenapa Bu Dewi bicara pakai bahasa Jawa padaku dan juga dia terlihat amat sopan padaku seolah-olah aku adalah majikannya dan bukan murid yang bersekolah di tempatnya bekerja sebagai suster penjaga UKS sekolah


" Bu Dewi ,ke ke napa Ibu bicara pakai bahasa jawa halus sih , bicara kayak biasanya aja bu sama saya , lagipula kita kan cuma berdua aja .?" Pintaku


" Smean ngomong nopo toh ndoro ? ( Anda bicara apa nona ?")


Tanyanya dengan sopan dan expresi tak mengerti mengarah padaku


" Aduh udah deh Bu , berhenti bicara pakai bahasa jawa lagipula -" Aku terdiam sebentar memandangi Bu Dewi , ada yang berbeda dari penampilannya


" IIbu kenapa nggak pakai hijab bu ?" Tanyaku saat menyadari kini Bu Dewi berdiri di hadapanku  penampilannya tidak seperti biasanya rambutnya tergelung rapi kebelakang dengan hiasan tusuk konde dari kayu dan juga  baru aku sadari juga baju yang di pakainya adalah sebuah kain kebaya sederhana dengan bawahan jarik batik berwarna coklat tua


" Dan juga kenapa Ibu pakai baju beginian bu ?" Lanjutku heran  melihat penampilan Bu Dewi yang mirip dengan mbok -mbok emban di film kolosal itu


" Ndoro Ayu ,kula mboten ngertos kalian omongane ndoro ayu ( nona saya tak mengerti dengan omongan nona muda?" ) Ujar Bu Dewi heran.


" Aduh Bu -"


" Tok -tok tok !" Aku hendak memprotes agar Bu Dewi berhenti menggunakan bahasa jawa ,bukan karena aku tak suka bahasa jawa tapi aku merasa aneh dan canggung bicara dengan Bu Dewi pakai bahasa jawa  karena aku terbiasa bicara dengannya pakai bahasa Indonesia kalau di sekolah


" Ndoro Ayu kula angsal mlebet mboten? (nona muda saya boleh masuk tidak ?") Terdengar sebuah suara seorang wanita diluar


" Mlebet (masuk ) "Seru Bu Dewi


Pintu kamar yang ukuranya lebih besar daripada pintu kamarku di dorong  perlahan terlihat sangat berat aku bisa mendengarkan suara deritan kayunya  dan masuklah seorang wanita bertubuh kurus  dan lebih pendek dari Bu Dewi tapi sedikit lebih tinggi daripada aku ,memakai baju kebaya warna kuning mentah dan jarik batik coklat muda dengan rambut wajahnya mungil dengan dagu lancip dan hidung mancung ,matanya kecil tapi tak sipit


" Ono -opo ( ada -apa) ?" Tanya Bu Dewi


" Niku mbok ,ndoro ayu di timbali kaliyan kanjeng adipati .( itu nona muda dipanggil sama tuan Adipati ) Jawab gadis itu sembari melirikku dengan pandangan ragu lalu menunduk lagi , dan aku tidak mengerti kenapa dia memandangku begitu


" Oalah iyo ,kowe entenono di njobo ,mbok kate nyiapno ndoro ayu disik ( oalah iya kamu tunggu di luar , ibu akan menyiapkan nona muda dulu?)" Jawab Bu Dewi


" Ngge mbok.(ya Bu)."JAwab Gadi itu sambil beranjak keluar dari kamar itu


kini tinggalah aku berdua dengan Bu Dewi lagi di kamar itu , mataku bergerak mengikuti arah jalan Bu Dewi yang menuju keruangan meja rias berada sementara tubuhku terpaku di tempat


" Sebenarnya kita lagi dimana sih ? Bukannya kita tadi kita lagi  di UKS ya ? kok tiba-tiba kita disini ?" Tanya pikiranku heran


" Dan juga suasananya kenapa mirip sama ruangan kamar jaman dahulu sih, bukannya kita lagi tiduran di UKS tadi  ?" Ujar hatiku bingung


" Hmm bisa jadi sekarang kita lagi mengalami mimpi ?


tapi kalau kita bermimpi ,kenapa mimpinya terasa nyata?" Gumam pikiranku heran


" Ndoro ayu ? " Aku mendengar panggilan Bu Dewi


dan menoleh kearah ruang cermin rias berada dan disana aku melihat Bu  Dewi menatapku dengan expresi bingung dan juga sedikit kesal


" Apa ?" Tanyaku heran


" Lapo smean meneng mawon (kenapa anda diam saja) Tanyanya kesal


" Memang saya harus ngapain ?" Tanyaku bingung


" Gusti Adipati sampun ngentosi smean ( Tuan Adipati sudah menunggu anda ?") Ujar Bu Dewi sambil menyeretku masuk keruang rias


" Apa ?" Aku kaget bingung dan tak mengerti kenapa seorang Adipati atau seorang pejabat setara raja kecil disebuah wilayah memanggilku " memangnya aku yang di tunggu ?" lanjutku bertanya heran ,


Bu Dewi tidak menjawab pertanyaanku ,dan dia langsung membalikkan tubuhku menghadap cermin rias berwarna kekuningan yang sedikit buram itu


" Aah ! " Aku terkesiap kaget bercampur takjub ketika melihat bayangan seorang gadis  cantik bertubuh mungil , memakai baju yang terdiri dari lilitan kain berwarna hijau muda di dadanya dan sebuah kain putih membentuk sebuah rok panjang . rambut gelombangnya yang hitam terurai sampai batas pinggangnya ,aku tidak tahu siapa gadis itu ,kenyataan dia sangat cantik daripada aku sangat membuat hatiku iri setengah mati , aku menoleh kesana kemari mencari sosok gadis cantik itu di ruangan rias tersebut bagaimana mungkin aku bisa melihat bayangan wajah cantiknya di cermin kuning yang buram itu tapi kenapa tidak menemukan sosok asli pemilik wajah itu


" Enten nopo ndoro ayu ,smean madhosi nopo  ( ada -apa nona muda ,anda mencari apa?" ) Tanya Bu Dewi


" Bu Dewi ,siapa gadis dalam cermin itu ?" Tanyaku menunjuk kebayangan dalam cermin


" Nopo Ndoro? ( apa nona)?" Tanya Bu Dewi tak paham dan aku baru sadar kalau sejak tadi Bu Dewi bicara pakai bahasa Jawa dan bukannya Indonesia ,bisa jadi dia tak paham bahasaku , sangat mengherankan , aku memejamkan dan menghembuskan nafas sebelum bicara


' Sinten niku ( siapa itu?)" Tanyaku perlahan -lahan sambil menunjuk bayangan dalam cermin


" Lho niku kan smean  piyambek ndoro ayu  ( lho itukan anda sendiri nona muda ) jawab Bu Dewi


" APA!?" Teriak PIkiran ,hati dan diriku tak percaya mendengar ucapan Bu Dewi ,


.


*


--


Halo dear reader yang budiman , sekali lagi author minta maaf kalau buat kalian nunggu chapter berikutnya dari cerita my boyfriendsis zombie . maafkan kelambatan author dalam mengupdate karena jujur author nggak pandai bikin cerita novel  dan juga author minta saran serta kritiknya jika kalian menemukan ada yang salah kalimat atau kata dalam cerita author , mohon terus dukung author ya