My Boyfriends Is Zombie (New Version)

My Boyfriends Is Zombie (New Version)
CHAPTER 5 APA DIA KETUA KELAS



" Apa ini milikmu ?" Tanya seorang anak lelaki tiba-tiba tepat disamping kanan belakang telingaku


" Ah !" Aku terkesiap kaget saat menoleh kebelakang ,  saat itulah aku baru sadar kalau aku sudah di tinggal sendirian oleh ke 4 gadis tadi


" Oh maaf aku membuatmu kaget ya ?" Ucap anak lelaki itu dengan suara sopan tapi tidak ada nada bersalah di dalam suaranya


" Tidak apa-apa ,ada apa?" Jawabku datar seraya bertanya


" Apa ini kacamata milikmu?" Tanyanya memastikan


'Kacamata?' Perlu waktu untuk mencerna pertanyaannya


" Ah iya ini  kacamataku." Jawabku seraya meraih kacamata yang ada di tangan anak lelaki itu , saat kupegang aku bisa merasakan adanya retakan di lensanya saat aku raba dengan jempolku


" Aku minta maaf tadi tanpa sengaja aku menginjak kacamatamu  saat berlari." Kali ini suaranya terdengar menyesal


" Tidak apa -apa .nanti aku bisa memperbaikinya kok." Jawabku


" Tidak biarkan aku yang memperbaikinya ," Sergahnya


" Tidak usah ." Tolakku sambil memakai kacamataku , kini penglihatanku agak aneh jadinya  pada bagian kiri  wajah anak lelaki itu terlihat  jelas sedang bagian kanan  wajahnya terlihat  jadi banyak mungkin efek dari retakan lensanya dan harus ku akui wajahnya lumayan tampan untuk anak seusianya


" Ayolah ." Paksanya sambil memegang tanganku


" Sudah aku bilang tidak usah " Tolakku  lagi berharap dia mengerti dan tidak memaksa lagi , aku berusaha melepaskan pegangan tangannya


" Apa kau ingin menyiksaku dengan perasaan bersalah karena menginjak lensa kacamatamu ?" Tuduhnya


" Ah bu bukan begitu maksudku ." Aku gelagapan menanggapi tuduhannya bisa-bisanya dia berpikir begitu


" Terus apa?" Tuntutnya dengan expresi sedih


" Sebenarnya bukan masalah besar kau menginjak lensa kacamataku," Jawabku tersenyum berharap senyumku menenangkannya


"Tapi bukannya kau sebentar lagi ada ulangan?."Tebaknya tiba-tiba membuatku kaget


" Tahu dong  ,kau anak kelas 1 C kan?" Tebaknya


aku hanya mengganggukkan kepala sebagai responnya dia menunjukkan badge punya dia yang ada di lengan kemeja kirinya dan disana terdapat cetakan print pada kain warna hijau bentuk segitiga dengan tulisan " C" berwarna hitam


aku bisa merasakan mulutku terbuka karena rasa tak percaya


" Ayo!" Ajaknya , aku tak sadar saat dia sudah menggandengku untuk berjalan menuju kelas ,aku baru sadar saat mendapat bentakan dari guru ku didepan pintu kelas


" MURID   ANZI  DARIMANA SAJA KAU KENAPA BARU DATANG ?!" Bentak Pak Gofi guru khusus pelajaran IPA di sekolahku


" Ah ," Aku terkesiap kaget akibat bentakan itu hampir aku jatuh ,tapi untungnya anak lelaki yang menginjak kacamataku tadi menahan punggungku


" Pagi Pak Gofi." Sapa anak lelaki itu dari balik punggungku sambil tersenyum


" Eh pagi juga Ketua kelas Javin." Balas pak Gofi ramah


sikapnya benar-benar berbeda saat dia menyambutku tadi ,aku di sambut dengan bentakan sedang anak lelaki yang bernama Jatin apa Javin itu aku tidak terlalu memperhatikan saat pak Gofi menyebut namanya tadi ,dia disambut dengan ramah sekali hanya karena dia seorang ketua kelas -


" APA DIA KETUA KELAS?" Hatiku kaget saat menyadari kalau anak lelaki yang menginjak lensa kacamataku tadi adalah ketua kelas


" Darimana kau sampai tak mengenali ketua kelas sendiri?"Sindir pikiranku


Aku dan hatiku  sepertinya sama-sama terkejut sampai tidak sadar kalau tubuhku sudah duduk di kursiku .


" Kerjakan waktumu 10 menit!" Bisik Pak Gofi tiba-tiba di telingaku ,


" Apa?" Tanyaku tak mengerti.aku menoleh dan mendapati wajah pak Gofi yang kelihatan jengkel padaku , tanpa membuka mulutnya pak Gofi menepuk meja dan menunjukkan kertas ulangan yang dia letakkan di mejaku ,membuat aku sadar sepenuhnya kalau sekarang waktunya aku mengerjakan ulangan biologi


_


_