
aku tidak tahu apakah ini pengaruh mataku yang rabun atau karena iritasi aku melihat mata kiri javin pupil hitamnya berubah jadi abu -abu mentah ?
" Javin bola matamu kena.. Ukh!" Mataku langsung membulat karena kaget belum juga perkataanku terlanjutkan mulutku sudah dibungkam dengan ciuman oleh si Javin
" ASTAGA TIDAK MUNGKIN!"Jerit Hatiku tak percaya,tiba-tiba saja hatiku sudah terkapar tak berdaya karena mendapat serangan ciuman dari javin
" SI*L apa -apaan sih nih anak !" Gerutu Pikiranku kesal
sementara aku hanya bisa tertegun dan membeku di tempat saat mendapat serangan ciuman bibir yang mendadak dari Javin , serangan ciuman itu terlalu mendadak dan tiba-tiba sampai membuatku shock dan tak bisa bergerak , Javin mendekap tubuhku dengan tangan kirinya dia menempelkan rapat tubuhnya yang tinggi itu ke tubuhku yang kecil dan mungil ini , juga dia memegang belakang kepalaku dengan erat memakai tangan kanannya sementara mulutnya menciumi bibirku dengan rakus ,seolah -olah dia tak puas hanya mengecupnya saja . bibir Javin terasa dingin ,licin dan juga lembut seperti marsmellow .
aku terpaku tidak bisa bergerak bukan karena menikmati (10%- Bohong) )setiap inci bibir Javin yang kini sedang ******* bibirku ,tapi karena disaat Javin mendaratkan bibirnya ke atas bibirku
" Apa ini?" Gumam Pikiranku
" Bayangan apa yang ada di depan kita?" Tanya Hatiku bingung
otakku di serang oleh kilasan kilasan bayangan peristiwa yang belum pernah aku alami sebelumnya , seperti bayangan pesta dansa , acara perayaan pasar , seorang pria yang berjalan di sampingku ,dan juga pesta pernikahan yang dimana terlihat ada sebuah keributan . potongan -potongan bayangan itu seperti sebuah gambar klise photo yang berputar -putar di dalam pelupuk mataku, dan di detik berikutnya terjadi hal yang tak pernah ku duga , disaat sebuah bayangan seorang perempuan memanah dada seorang pria disebuah pesta pernikahannya ,disaat itu pula hidungku mencium aroma itu lagi , aroma sebuah bunga , wangi yang lembut tapi begitu menusuk hidung sampai terasa ke tenggorakan, Javin melepaskan ciumannya ,nafas kami terengah -engah
" Mmmm Wangi ini..?" Gumamku mengenal tapi juga bingung karena pikiranku lupa pada nama bunganya
disaat itulah bisikan lembut Javin di telingaku membuatku terkejut " Kamboja."
" Kamboja." Ulangku pelan , tidak percaya . detik berikutnya kepalaku terasa berputar-putar ,tubuhku terhuyung ,belakang kepalaku hampir saja membentur lantai kamar mandi kalau Javin tidak menangkap dan menopang belakang leherku ,nafasku masih terengah -engah
" Kenapa ..?" Gumamku tidak mengerti , Javin hanya diam menatapku ,aku tidak bisa mengartikan expresi wajahnya ,apakah dia khawatir atau marah , tak ada garis kesedihan ataupun kerutan kening rasa khawatir di wajahnya
tanpa bicara dia langsung menyusupkan tangan kanannya ke belakang lututku ,dan dengan mudah dia mengangkat tubuhku keatas seolah -olah beratku hanya satu KG saja ,
" Apa yang dia lakukan ?"Teriak Pikiranku kebingungan
" Ah romantisnya ,habis dicium terus sekarang di gendong ." Ujar Hatiku merasa senang
" Romantis ..keningmu ..romantis!? kau nggak mikirin apa kata -kata orang nanti saat melihat kita keluar dari kamar mandi dalam keadaan begini ." Geram Pikiranku jengkel
" Masa bodoh sama pikiran orang -orang ," Tukas Hatiku sebal
" Tidak !" Keluhku , walau mataku terpejam karena aku sedang setengah pingsan tapi pikiran dan hatiku masih sadar ,aku bisa merasakan kami berbelok ke arah kanan yang artinya kami sudah meninggalkan kamar mandi
" Tidak ..para Guru dan Murid pasti akan melihat kami dalam keadaan tidak baik seperti ini ..lalu kita akan dapat panggilan dari kepala sekolah lalu.." Pikiranku mulai panik
" Hangatnya ." Gumam Hatiku tiba-tiba menarik perhatian pikiranku .
benar entah apa yang terjadi tubuhku yang tadinya dingin sekarang menjadi terasa hangat dan suasananya terasa sangat tenang , tidak sedikitpun aku dengar suara bisikan Murid -murid ataupun Guru menggosip karena terkejut melihat kami .
aku memicingkan mataku sedikit dan -- Ya Allah aku pasti salah lihat tidak mungkin wajah Javin sekarang berubah jadi wajah orang yang amat aku takuti bagaimana bisa wajah lugu dan tampan milik Javin berubah jadi wajah gembel misterius yang pucat itu juga kenapa diatasku tidak terlihat plafon sekolahanku tapi malah terlihat langit yang berwarna kelabu dihiasi awan awan yang tepinya berwarna oranye dan tiba- tiba terdengar suara teriakan panik orang -orang disekitarku ,
"Ayo mlayu mlayu ,ono kompeni ( ayo lari -lari ada kompeni)"
" Kompeni ? aneh kompeni bukankah itu nama julukan pasukan penjajah dari negara belanda " Gumamku bingung dan mataku langsung tersentak membuka lebar saat aku melihat suasana di sekitarku bukan lagi suasana sekolah yang aku biasa datangi setiap hari , tapi sekarang suasana yang terlihat di hadapanku adalah suasana kehidupan orang -orang indonesia khususnya suku jawa dari masa lampau
" Hah A..a.apa ini .. ,ke kenapa aku bisa ada disini , ini nyata atau tidak?" Ujarku bingung
dan disaat itulah aku melihat peristiwa yang sangat membuatku shock setengah mati
" Modar kowe kompeni (mati kamu kompeni)!" Teriak seorang Pak tua sambil berlari membawa golok kearah serdadu kompeni yang sedang berbaris dari belakang . belum juga ayunan goloknya melukai salah satu kompeni
" Schiet hem!" Terdengar gumaman dari mulut gembel misterius itu, aku mendongak keatas karena tidak mengerti apa maksud perkataannya aku membelalak dengan badan membeku karena tidak percaya saat melihat penampilan gembel misterius itu berubah menjadi salah satu anggota kompeni . disaat itulah
" DOR DOR DOR ..! terdengar suara tembakan yang memekakkan telinga , " Akh" Aku tidak mau dan tidak sanggup melihat yang terjadi , aku langsung memalingkan dan membenamkan wajahku ke dada gembel misterius bersamaan saat pipiku merasakan cipratan hangat darah segar yang baunya menyengat hidungku .
-
-
-
wah apa sekarang Anzi terlempar ke masa lalu karena ciuman Javin atau si gembel misterius itu?
halo dear reader , maaf ya baru bisa update lagi , beberapa hari ini author sakit jadi tidak kuat untuk mengetik cerita walaupun sudah ada ide untuk cerita lanjutannya tapi karena keadaan author badannya lemah jadi author menunda untuk mengetik dan mengupdatenya sampai tubuh author pulih , sekarang author sudah agak mendingan walaupun belum 100 % sembuh , tapi alhamdulilah sudah kuat duduk dan mengetik ceritanya lagi . author harap para dear reader selalu sabar menghadapi kelambatan author dalam mengupdate cerita ya >.< tenang paling lambat satu dua hari kok gak sampai bulanan :P