My Boyfriends Is Zombie (New Version)

My Boyfriends Is Zombie (New Version)
KAMI TIDAK MELIHAT SIAPAPUN SELAIN KAMU



" Kamu tidak apa-apa ?" Tanya salah satu wanita itu , aku tidak sadar sejak kapan mereka berada di dekatku


" S saya tidak apa-apa ." Jawabku sembari susah payah berdiri tegap dan menyeimbangkan sepeda ontelku .


" Lho ternyata  kamu toh nak Anzi." Ujar Salah satu dari ke 3 wanita itu suaranya ku kenal baik ,ketika aku mendongak ke depan ternyata suara itu milik Bu Endang , tetangga sebelah rumah ,jarak rumahku dan rumah Bu Endang berjarak 3 buah rumah , beliau seorang wanita yang baik tapi suka berghibah dengan para tetangga lainnya , pusat dari segala informasi terkini yang terjadi di kampungku


" Kamu sebenarnya kenapa?"Tanyanya penasaran


" Memang saya ke kenapa bu?."Tanyaku bingung


" kamu bersikap aneh tadi ." Jawabnya


" Aneh ?"


"Iya ketika langit mendung tadi ,kami bertiga menoleh saat mendengar suara bel sepedamu.kami mengira kau ingin kami memberi jalan untuk sepedamu,tapi kenyataannya saat lampu sepedamu menyorot kami ,kami lihat kau malah turun memundurkan sepedamu seperti terlihat ketakutan dan .." Ujar Bu Endang


"mundur, ketakutan?" Kataku berusaha terdengar tenang , padahal dalam hati aku ingin mengkonfirmasi karena apa mereka melihatku ketakutan ?


"Iya seolah kau takut melihat kami ,"Ujar salah satu dari mereka


" Takut melihat mereka?" Kenapa juga aku harus ketakutan melihat mereka ,apa mereka tidak tahu kalau sebenarnya..?" pikiranku dengan sinis ingin membantah


" Benar kau seperti melihat hantu  saja !" Sela wanita yang berambut ikal bob dengan nada sinis


" Anda benar aku tadi melihat hantu!" Teriak  hatiku bersemangat ,seperti merasa dapat jawaban yang benar


"Jadi apa anda semua juga melihatnya?" Tanyaku dengan hati-hati ,ketika ingin mengkonfirmasi kebenaran dari penglihatanku tadi


" Melihat apa?" Pertanyaan dari Bu Endang cukup mengejutkanku tapi juga membuatku sadar kalau mereka tidak melihat apa yang aku lihat tadi .


"Tanyakan saja'"Perintah hatiku


" Jangan !" Larang pikiranku


"Kenapa?" Tanya Hatiku


"Apa Kau tak bisa mengerti makna dari perkataan wanita itu ?!" Tanya Pikiranku sedikit kesal


"Aku tahu, tapi aku masih ingin mengkonfirmasi kebenaran itu." Kata Hatiku keras kepala


"Terserah deh , tanya tanya saja" Pikiranku mengalah dengan raut cemberut


dan bisa aku lihat hatiku bersorak merasa menang


" Melihat apa nak Anzi ,kenapa kau jadi diam?" Tanya Bu Endang tiba-tiba membuyarkan lamunanku


" Ah mmelihat hantu ?" Tanyaku amat pelan dan berhati-hati  seperti ragu tapi juga ingin mencari kepastian


"Apa hantu?" raut muka Bu Endang terlihat seperti antara kaget dan merasa pertanyaanku konyol, beliau melirik kearah kedua temannya ,seperti ingin mengkonfirmasi apa ada salah satu dari mereka yang melihat hantu


dan tentu saja mereka berdua menggelengkan kepala sebagai jawaban


" Kami tidak melihat siapapun selain kamu ." Ujar Ibu berambut lurus sebahu yang ada disebelah kanan


" Sudah aku bilangkan?!" Kulihat pikiranku  tersenyum penuh kemenangan


" Bukan berarti tak ada !" Tukas hatiku tidak suka


" Lagipula ini sudah pagi,mana mungkin ada hantu ." Timpal wanita yang berambut ikal bob


iya benar ini sudah pagi dan hantu tak muncul di pagi hari karena mereka takut panas matahari  .


" Nak Anzi mungkin tadi nak Anzi salah lihat !" Kata Bu Endang seperti mengingatkan


" Salah lihat ?" Gumamku pelan


"Kau kira aku buta apa?" teriak hatiku membentak


"Benar apalagi .."Wanita di sebelah kanan terlihat ragu ,


"Lanjutkan kalau kau berani!" Tantang pikiranku


" Apalagi maaf kamu memakai kacamata setebal itu di cuaca mendung tadi ,jadi mungkin itu hanya kamuflase lensa kacamatamu." Jawabnya mencoba terlihat diplomasi agar aku tak tersinggung


"


Apa Kamuflase?"Hatiku merasa tak habis pikir mendengar kata "Kamuflase '


"Jadi mungkin kau perlu mengganti kacamatamu itu." saran wanita di sebelah kiri to the point,


" Apa mengganti kacamataku ,apa kalian tidak tahu kalau kacamata ini sangat berharga"


Hatiku dari kaget merasa kesal sekali mendengar saran wanita disebelah kiri itu


pasti hal itu sudah terlihat di wajahku kalau kulihat expresi rasa bersalah di wajah ketiga wanita itu


"Benar-benar keterlaluan! Ayo pergi saja!" Ajak pikiranku juga marah


"Benar ayo!"Hatiku setuju dengan ajakan pikiranku


baru kali ini pikiran dan hatiku bisa seiya sekata ,padahal biasanya mereka suka saling bertentangan akan suatu hal


Aku menegakkan sepedaku ,memegang erat kemudi sepedaku dan menaiki sadelnya


" Permisi,saya harus pergi sekolah!" Pamitku dengan suara ketus dan expresi judes


aku langsung mengayuh sepedaku melewati ketiga wanita yang expresinya antara tidak percaya dan jengkel melihat tingkahku tadi  tapi aku tidak peduli


Aku mengayuh pedal sepeda ontelku dengan kekuatan penuh , berharap melesat cepat meninggalkan tempat kejadian tersebut , bayangan akan kehadiran gembel misterius tadi apalagi saat dia menghilang  menjadi asap masih melekat erat dipelupuk mataku ,meninggalkan kesan mengagumkan tapi lebih banyak mengerikan serta expresinya saat kami berpandangan tadi tidak dapat aku pahami ..dan tanpa aku sadari air mata menetes di kedua pipiku entah karena perasaan takut atau sedih .


HMMM KIRA -KIRA KENAPA HANYA ANZI SAJA YANG DAPAT MELIHAT GEMBEL ITU?


Jangan lupa LOVE dan VOTENYA kakak ^.^