
, aku berjalan menuju ke depan wastafel dan berdiri memandang cermin tapi tiba-tiba telingaku mendengar langkah kaki , bukan milik satu orang tapi sepertinya milik beberapa orang ,dan langkah kaki itu terdengar mendekat kearah kamar mandi , aku terpaku sesaat melihat kedepan cermin kebayangan pintu utama kamar mandi yang belum terbuka seperti menunggu kepastian apakah langkah -langkah orang itu akan menuju kamar mandi , saat kedua bola mataku melihat handle kamar mandi bergerak - secepat kilat aku meluncur kesalah satu kamar kecil dan masuk kedalamnya untuk bersembunyi
" Hei apa kau melihat peristiwa barusan ?" Terdengar suara seorang gadis suaranya cempreng
" Peristiwa apa?" Terdengar suara gadis yang satunya agak sumbang
" Ya tentu saja Peristiwa di kantin hari ini." Jawab gadis bersuara cempreng
" Oh ya memang ada Peristiwa apa di kantin tadi ?" Tanya Gadis bersuara sumbang
" Wah pokoknya seru banget .." Dan Gadis bersuara cempreng itu mulai menceritakan kejadian di kantin
" Sudah kelihatan sekali kalau gadis culun itu adalah penipu dia pura -pura jadi lugu agar bisa menarik simpati si ketua kelas Javin itu " Bahkan dia melebih -lebihkan ceritanya , entah punya dendam apa dia sama aku sampai dia tega menjelekkan image ku?
" kampret tuh gadis, beraninya dia jelekkann aku!" Geram Hatiku , dia marah luar biasa membuatku bergerak maju ke depan pintu dan hendak membukanya , dia punya tujuan melabrak gadis yang menjelek-jelekkan namaku
" Jangan bertindak gegabah !" Cegah Pikiranku membuatku berhenti di depan pintu," Kalau kau keluar sekarang yang ada kau hanya mempermalukan kita." lanjutnya
" Apa maksudmu?"Tanya Hatiku penasaran
"Huuft apa kau tidak ---"
TEET TEET TEET .bel tanda masuk berbunyi , waktu istirahat 30 menit sudah berlalu saatnya para murid masuk kembali ke kelas masing-masing untuk menerima pelajaran ke empat dan lima .
" Wah udah bel tuh saatnya masuk." Ujar Gadis bersuara cempreng
" Ayuk cepat ,nanti dimarahi guru kita kelamaan di kamar mandi " Sambut Gadis bersuara sumbang
Aku penasaran dengan gadis yang menjelekkan namaku , akupun membuka pintu sepelan mungkin dan menyisakan ruang sedikit untuk mengintip ,
" Dia,kan...!" Aku merasa tak percaya saat melihat ada wakil ketua kelasku diantara dua gadis itu aku tak tahu apakah dia gadis yang bersuara cempreng atau sumbang . sepertinya dia merasa ada yang mengintipnya ,dia menoleh kebelakang dan secepat kilat aku menutup pintu lagi
" Astaga !" Gumamku terkejut saat melihat bayanganku sendiri yang sangat berantakan di depan cermin yang terletak di sebelah kiriku ,aku tidak menyangka ternyata dalam kamar mandi ada cerminnya , terlihat rambut bagian ujung atas keningku menipis dan terpilin terjuntai jatuh beberapa bagian menghiasi wajahku dan aku dapat melihat garis kecil warna hijau meliuk liuk bagai ular menghiasi wajahku dan juga noda hijau tipis itu pun membekas indah membentuk pulau di kemejaku itu adalah bekas air jus alpukat yang sudah mengering
aku tidak punya waktu untuk berdiam diri mengagumi diriku yang berantakan , aku melepas kemejaku yang terkena noda jus alpukat , kini aku hanya memakai kaos singlet warna kuning mentah dengan BH warna merah muda di dalamnya .
Aku menciduk satu gayung air dan di depanku ada sabun cair khusus mencuci tangan dengan wangi buah strawberry yang lembut selain ku gunakan mencuci tanganku aku menggunakan sabun itu untuk mencuci rambut dan mukaku yang lengket karena air jus alpukat aku menggosokkan sabun cair ke rambutku hingga berbusa lalu kemudian aku menggosokkan telapak tanganku yang masih di penuhi busa kemukaku ,pertama ke noda di bagian keningku lalu turun ke kedua pipiku kiri dan kanan aku menggosok bagian pipi ku dengan gerakan kasar , lalu ke dagu dan kemudian naik ke bagian tepi hidungku lalu turun ke bagian atas bibirku ---
" Kenapa berhenti menggosok ?" Tanya Hatiku heran
" Tidak , hanya saja tiba-tiba aku teringat sesuatu?" Jawab Pikiranku
" Ingat apa?" Tanya Hatiku lagi penasaran
" Kejadian di kantin."Jawab Pikiranku cepat
" Huh kenapa kau mengingat kejadian di kantin!" Ujar hatiku tak suka
" Bukan begitu , apa kau tidak ingat sesuatu ?" Tanya pikiranku memastikan
" Ingat apa?" Tanya hatiku heran
" Coba cium aroma sabunnya
sekali lagi aku mencium aroma sabun itu dan mencoba mengingat sesuatu, tapi entah kenapa ingatan itu tidak muncul?
" Aku tidak ingat apa apa" Kata Hatiku menyerah
" Masa sih kau tidak ingat apa apa?" Tukas Pikiranku sedikit sedih dan jengkel
" Aku sungguh--"
" Aduh !" Keluhku saat tiba-tiba air busa di keningku menetes mengenai mataku ,rasanya pedih sekali , aku harus segera membilas mataku kalau tidak mataku bisa iritasi
aku mengambil segayung air dan baru menyiram sedikit air ke wajahku saat tiba-tiba pintu kamar mandi tempatku di gebrak sampai terbuka sampai membuat jantungku hampir copot karena kaget dan juga
membuat gayung yang ada di tanganku terlepas jatuh kelantai dan airnya langsung muncrat membasahi wajah dan dadaku
" Br*ngs*k siapa sih yang bikin kaget ?" Geramku emosi \,aku menoleh kearah pintu
" Ja..vin!?" Gumamku tidak percaya saat melihat Javin berdiri didepan pintu menatap tajam kearahku