
suport ngab😄
"Lo dimana?"
"Ruang rehat." Jawab moanna mengangkat panggilan dari jacob,sudah kesekian kali pemuda itu menghubungi moanna dan panggilan yang kesembilan barulah moanna mengangkatnya, bukan karna apa,dia masih mendengarkan ucapan dina yang memintanya untuk tenang,dia tak mau sampai moanna seperti dulu, merasakan bersalah walau sebenarnya kejadian itu bukan salahnya juga.
Brak
"Lo ngapain sih kesini,gue dari tadi nyariin terus, kenapa gue hubungin nggak angkat?terus kenapa nggak lihat gue main sampai selesai?lo kenapa sih mo?" Tanya jacob merasa frustasi sendiri,dia sebenarnya capek dengan perasaan sepihak seperti ini, tapi juga tak bisa berbuat apa-apa.
Moanna diam dan melihat ke dina dan yang lain nya, seakan paham dengan tatapan itu,dina mengajak yang lain untuk keluar dari sana.
Emmmmmmpppppp
"Gue benci lo mo." Ujar jacob lirih masih didepan bibir moanna,kepergian dina dan yang lain langsung membuat jacob yang merasa kesal langsung ******* bibit moanna, walaupun tak ada balasan dia hanya ingin menyalurkan rasa kesalnya.
"Balas mo, gue nggak peduli dengan perasaan lo suka apa enggak yang kelas gue mau lo balas,anggap hadiah karna gue menang." Setelah ucapan itu, jacob ******* bibir amo lagi dan kali ini moanna pun membalas walau terasa kaku karna itu ciuman keduanya.
Jacob menarik tangan moanna dan diletakkan nya ke lehernya,dia pun memeluk pinggang moanna dengan erat seakan ini adalah ciuman terakhir mereka,dia hanya ingin menikmati hal indah bersama orang yang selama ini dia cintai.
Ditahannya tengkuk moanna yang ingin melepaskan ciuman itu,tak ingin dia sudahi, ini sangat terasa nikmat saat orang yang kita cintai membalas ciuman kita.
Moanna memukul dada jacob karna merasa sisa nafasnya tinggal sedikit, dengan terpaksa jacob pun melepaskan nya walau pelukannya masih bertahan.
Nafas mereka memburu,moanna tak percaya dia akan melakukan ini,bersama jacob,pasti dia sudah gila karna setelah ini dia yakin jacob semakin tidak melepaskan nya.
"Kak...aku mau kerja part time."
"Ha?" Tentu saja riko terkejut bukan main,baru saja duduk dia sudah diman bertemu adiknya pulang kerja,tapi adiknya mengucapkan kalimat yang tak pernah dibayangkan nya.
"Kamu bilang apa?" Tanya riko tak jelas.
"Aku mau kerja part time dan aku sudah nemuin bos nya." Jawab moanna santai sambil memakan makanan yang dibuatnya tadi.
"Untuk apa,kami kayak kekurangan uang saja,kakak dan papi masih sanggup ngurus kamu." Kelah riko mengabaikan permintaan konyol adiknya itu.
"Aku bosan kak,aku bosan cuman hanya diam,aku pengen ngerasain capek kerja seperti kalian,hidup aku terlalu lurus,semuanya seakan bisa aku dapat." Keluh moana, memang itu dia rasakan,20an dia lahir dan beberapa tahun dia sadar atas ingatannya sebelum masih kecil, diaerasa hidupnya terlalu monoton,apa yang diinginkan nya selalu dia dapatkan,bukan tidak mau bersyukur tapi kenyataannya,dicintai banyak orang,kaya, cantik,dia merasa hidupnya berjalan disitu-situ saja,berbelanja,ngumpul, yah seharusnya dia senang kan?tapi moanna merasa terlalu sepi,tidak memiliki tujuan hidup yang jelas karna merasa akan mudah mendapatkan apa yang dia ingin kan.
Tapi setelah melihat lisa yang tengah bekerja di sebuah kafe, terbesit dibenaknya untuk melakukan seperti itu.
"Nanti mami marah mo, jangan bertingkah, kakak juga nggak suka lihat kamu harus jadi bawahan orang,kamu bisa jadi bos nya kenapa malah ingin jadi pekerjanya." Tolak riko tak mau dibantah, tapi moanna tetap moanna, seperti biasa dia mendapatkan apa yang dia mau,sekali menghubungi papinya permintaan nya langsung dikabulkan pria tua itu.
Dan disinilah dia berada.
Kafe desert,dia tau... Ini yang dia inginkan.