Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
11



"Ha hallo kak."jacob baru mengangkat panggilannua saat baru sampai didepan bangunan apartemen kakak moanna,jacob baru saja menjemput moanna dari tempat kerjanya,dia cukup kaget dengan keinginan gadis itu tapi yang namanya suka mah nurut aja.


Dia pun membuka pintu bagian moanna sambil mengepit ponsel yang berada diantara bahu dan telinganya."aku baru sampai ngantar teman aku,nanti aku langsung nyusul di tempatnya aja,aku mau singgah dulu sebentar disini."


"... "


"No...tidak akan lama, paling kalau lama aku lagi usaha makin dekat dengan dia." Jawab jacob sambil tersenyum-senyum ke moanna yang melebarkan matanya karna ucapan jacob, dia pun melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam.


"... "


"Kalau dia mau, aku tak akan menunggu kakak duluan,ya sudah aku matikan dulu." Panggilan itu pun berakhir saat mereka akan memasuki lift.


Disepanjang jalan mereka sibuk membahas kegiatan mereka tadi di kampus dan moanna juga menceritakan kegiatannya di tempat kerjanya,dapat jacob lihat tatapan berbinar moanna menceritakan semua kegiatan nya disana,untuk hubungan mereka,jacob tidak ambil pusing walaupun masih kurang puas karna moanna hanya menganggapnya teman, tapi mesra,kenapa mesra?ya...mereka seperti orang berpacaran,jalan bergandengan,pelukan, ciuman, tapi moanna tidak bisa menyerah kan hatinya,jacob harus bersabar lagi untuk itu, yang penting sekarang mereka menjalaninya dengan perlahan.


Ting


Pintu lift pun terbuka,jacob meraih tangan moanna untuk berjalan sejajar dengannya,moanna hanya tersenyum kecil, dia tidak menolak toh dia ingin mencoba membuka hatinya.


Tittt


Pintu apartemen riko pun terbuka dan pandangan moanna langsung terfokus pada sosok yang tengah berdiri tak jauh dari pintu masuk dengan kedua tangan berada di saku celana.


Deg


Tubuh moanna terasa tegang,matanya tak bisa menyembunyikan keterkejutan,sama seperti nya,sosok itu juga tampak sangat terkejut, tapi bukan melihat ke arahnya, tapi...


Dahi moanna mengerut."siapa dilihatnya?"moanna pun melihat ke samping.


Mata moanna mengerjab cepat,"ahh dada gue."


"Gue masuk dulu,lo duduk aja disana." Kata moanna tanpa memperdulikan arbian yang menatapnya dengan diam dan datar.


Moanna merasa seperti sedang tertangkap selingkuh,padahal mereka saja baru bertemu dari beberapa tahun.


Sepeninggalan moanna,riko pun keluar dan bergabung dengan kedua adik beradik itu."jadi jacob adik kakak? Wah...ternyata sempit juga dunia ini ya."ujar riko tertawa sambil memberikan minuman kaleng pada jacob,sesuai dengan janjinya,arbian pulang lebih awal dari kantor dan dia bersiap pergi ke apartemen riko untuk bertemu dengan moanna, tapi apa yang dia lihat sekarang.


"Jadi...moanna gadis yang kamu suka?" Tanya arbian mengalihkan pertanyaan riko.


Jacob Pun mengangguk."eh hm...kakak kenal dengan moanna?"


Arbian hanya diam tak menjawab pertanyaan jacob, dia pun berdiri,"aku akan menyusul amo."ujar arbian santai melihat ke riko,tak peduli jika adiknya saat itu memandang heran padanya.


Riko hanya mengangguk, tak menaruh curiga apa pun pada arbian,"dia sedang bersiap kak, kakak tak mungkin masuk ke kamar nya kan? Kita tunggu disini saja."kata jacob merasa kalau kakak nya jelas kenal dengan moanna.


Tanpa menghentikan langkahnya,arbian terus beranjak, "tidak apa-apa,hubungan mereka sangat dekat dan juga mereka juga butuh waktu berdua karna sudah lama tidak bertemu." Kata riko duduk santai meminum minumannya,karna itu arbian dia tidak memikirkan hal yang aneh-aneh, jika saja itu jacob jelas riko tak akan mengizinkan.


"Jadi benar kak bian mengenal moanna?" Tanya jacob.


Riko jelas mengangguk yakin."jelas,malahan hubungan mereka sangat dekat, bisa dikatakan amo lebih banyak menghabiskan waktu dengan arbian dari pada kakak."ujar riko sambil memainkan ponselnya, tidak tahu saja jika saat ini adiknya tengah merasa ketakutan.


"Ngapain om disini?" Tanya moanna kaget karna arbian masuk kedalam kamarnya walau dia sudah melarang.