Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
19



"Bian...kamu kenapa?" Tanya lena yang tiba-tiba masuk dan melihat keadaan ruangan itu sudah berhamburan.


"Kamu keluar." Usir bian tertahan,nafasnya memburu karna jelas dia tahu kalau berita itu pasti palsu, gadisnya bukan orang seperti itu walaupun mereka baru bertemu.


"Heh kamu kenapa sih,bilang sama aku,aku nggak mau keluar,aku tunangan kamu bian." Tolak lena mentah-mentah dan mengingat kan status nya pada bian.


Bian langsung melihat ke lena dengan berang."apa kau tak paham dengan kata keluar,atau perlu aku menyeret mu pergi dari sini HA!!!"lena terperanjat kaget mendengar bian meneriaki nya,jika selama ini bian sering mengusir nya tapi tak sampai membuat pria itu akan teriak marah seperti ini.


Sedangkan dikediaman Dimas Agung Wijaya, tampak sepasang suami istri dalam keadaan panik,dari tadi mereka menghubungi anak bungsu mereka tapi tidak diangkat sama sekali, lalu tak lama pintu rumah mereka terbuka kuat.


"Dimana amo mi?aku sudah datangin ke kampus tapi aku tak menemuinya." Tanya riko tampak panik,setelah mendapat berita itu dia langsung menuju kampus adiknya, dia tau jika saat itu adiknya pasti tengah terguncang,tak mungkin adiknya seperti itu karna selama ini dia jelas tau siapa adiknya sendiri.


"Kami juga tak tau nak,dari tadi papi hubungi tapi nomornya tak aktif." Jawab dayana sudah menangis mengingat kalau anaknya pasti ketakutan, tidak tau saja mereka jika saat ini moanna berada di apartemen,hanya tempat itu yang terlewatkan riko saking paniknya.


"Baru saja sampai ke rumah berita itu sangat cepat tersebar,apa mereka memang sebodoh ini?"gumam amo malas,bukan malas tapi lebih ke lemah,sepertinya dia akan sakit.


Dia pun menegakkan lagi badannya dan mencari powerbank,ponsel nya habis daya jadi doa tidak tau kalau sudah banyak orang menghubungi nya, jelas termasuk bian.


Dia pun turun lagi ke lobi untuk pergi ke kampus menerima panggilan langsung dari dekannya.


"Woooooo ternyata selama ini cuma topeng aja, pick me wooooo!!!" Teriak anak-anak yang masih ada kelas saat melihat moanna baru sampai diparkiran,ternyata bukan hanya mereka yang masih tertinggal,Teman-teman nya yang lain pun ternyata masih ada disana walaupun jadwal mereka habis.


Saat akan melewati rombongan dia biasanya,moanna tampak hanya berlalu tanpa memperdulikan mereka sampai tangannya akhirnya dicekal kuat oleh jacob,disana juga ada lisa yang tampak tertunduk disamping jacob,sepertinya mereka baru dari ruang dekan juga.


"Gue nggak nyangka lo seperti itu." Katanya, tampak kilatan marah pada mata jacob, tapi kemudian tangan jacob langsung dilepas kasar oleh seorang yang baru datang disamping moanna, bukan hanya satu, tapi dua orang yang dina tau salah satunya asisten pribadi moanna, walaupun moanna belum bekerja tapi dia sudah diletakkan asisten pribadi untuk memenuhi kebutuhan moanna.


"Jangan mencoba menyakiti nona kami kalau anda tak ingin berurusan dengan saya." Kata damar, asisten sekaligus bodyguard moanna yang baru hari ini dipakai selama papinya memberikan perintah,seperti nya dia membutuhkan damar saat ini.


Moanna menatap jacob dengan dingin."CARI TAU ORANG YANG MENYEBARKAN VIDEO ITU, TANDAI ORANG NYA,JIKA KASUS INI SELESAI GUE AKAN BUAT PERHITUNGAN DENGAN MEREKA DENGAN MENGELUARKAN DARI KAMPUS INI DAN TIDAK DITERIMA DIKAMPUS MANA PUN, TERMASUK ORANG YANG BUAT NAMA GUE RUSAK!!!"kata moanna kuat dan melihat tajam ke lisa yang tampak semakin tertunduk,nampak dimata amo jika tubuh lisa bergetar hebat,entah hanya akting atau memang merasa terancam.


Setelah ucapan yang keluar dari mulut moanna tampak disana menjadi ribut, ribut ketakutan,walaupun memang moanna pelakunya mera masih merasa tak aman apalagi latar belakang moanna yang jelas kuat.


"Lo sudah terbukti salah tapi lo malah ngancam orang lain,lo memang hebat mo,gue salut sama lo,hahhh kenapa gue bisa suka sama lo begitu lama ya, hahahaha...kasian sekali kakak gue, tapi gue yakin setelah ini pun dia akan ninggalin lo,dan apa lo tau...dia juga sudah punya tunangan, jadi jangan mimpi lo akan dapatin dia!!!"ucap jacob kejam,rahang moanna mengeras, bukan karna marah nya jacob tapi rasa terkejut nya tau jika bian telah memiliki tunangan,tak ingin membalas ucapan jacob, moanna ingin cepat pergi ke ruang dekan dan menyelesaikan nya.


"Gue jadi saksi."