
Restoran japanese food menjadi pilihan arbian untuk makan siang hari ini,tentang lena,dia langsung meninggalkan wanita itu tanpa peduli lena menangis saat itu juga,masa bodo, itu bukan keinginan nya juga, cepat atau lambat dia harus menyelesaikan perjodohan itu.
"Kak." Panggil seseorang, melambaikan tangannya saat telah melihat sosok yang ditunggu nya tadi,orang itu pun mengangguk dan berjalan mendekati.
Orang itu pun memeluk tubuh arbian menyalurkan rindu mereka berdua, tak ada kecanggungan karna mereka sama-sama tau bagaimana sifat masing-masing.
"Apa kabar?kapan kakak tiba di sini?" Tanya Riko setelah mereka sama-sama telah duduk di kursi masing-masing.
Ya orang itu adalah riko,kakak moanna, jadi kalian jelas tau kan gadis kecil di taksir arbian."MOANNA."
Arbian sedikit tersenyum,"baik,baru kemarin dan hari ini langsung masuk ke kantor,bagaimana kabar kamu?"balas arbian.
"Yah... Seperti ini,siap tak siap memang harus menggantikan papi." Ujar riko mengangkat bahu acuh tapi jelas benar, sebagai anak laki-laki pertama dia diharuskan turun ke perusahaan.
Sambil memakan pesanan mereka,mereka saling bertukar cerita dan pengalaman,sampai dimana inti dari pertemuan itu diucapkan."bagaimana kabar amo?"
Riko menghentikan tangannya,ditegakkan nya Kepala nya untuk melihat ke arah arbian."kakak masih ingat amo?"
Arbian diam, meletakkan sumpit yang dipegangnya tadi dan melihat ke Riko juga."hm... Jelas,bukankah hubungan kami sangat dekat?"
Riko pun memainkan bibir nya mengingat kembali hubungan mereka dulu, dan jelas bersama amo yang memang sangat dekat dengan arbian,tapi saat terakhir kedatangan arbian ke tempatnya,gadis itu tampak ketakutan tapi juga tidak mau cerita.
"Hm...dia baik,dia juga sudah kuliah di kampus kita dulu." Jawab riko.
"Dimana dia sekarang?" Tanya arbian lagi.
Dahi arbian mengerut."kenapa kamu membuang nafas seperti itu?"
"Apa kakak tau,dia jadi gadis yang aneh akhir-akhir ini." Ujar riko ingin bercerita pada arbian,lagian juga arbian kenal dengan moanna dan dulu juga mereka dekat, jadi bagi riko tidak apa-apa juga bercerita padanya.
"Maksudnya?"
"Dia kuliah sambil kerja sambilan,dia bilang hidupnya terlalu monoton,datar, dan apa-apa lah,dimana orang ingin hidup enak dia malah mempersulit hidupnya sendiri." Ujar riko melanjutkan cerita nya, arbian yang mendengar nua tampak mengerutkan dahi tapi tersenyum geli,walaupun dia bingung kenapa seperti itu, tapi secara bersamaan, dia merasa geli dengan kelakuan perempuan itu,ahhh dia semakin tak sabar ingin bertemu.
"Dimana di bekerja?"
"Di kafe dessert dekat pantai, ahhh anak itu,aku tak bisa berbuat apa-apa menolak permintaan nya kak,selalu saja dia bisa mendapatkan keinginannya, dan asal kakak tau karna itu juga dia bekerja,dia bosan apa yang dia ingin kan terlalu mudah didapatkan, laku tak tau lagi harus seperti apa ngomong dengan dia,cuma bisa mengawasi dari jauh." Keluh riko,baru kali ini dia bercerita pada orang lain,sedangkan dengan maminya saja dia enggan bercerita.
Arbian terkekeh mendengar keluhan riko yang menggelitik perut nya, mendengar cerita tentang keinginan moanna membuat arbian semakin menyukai gadis itu."apa malam nanti kamu ada waktu,aku ingin mengajak mu kumpul dengan yang lain,mereka juga baru sampai tadi,seperti nya kita akan berkumpul bersama lagi."ucap arbian sedikit tersenyum.
"Sepertinya tak ada, hanya aku biasanya selalu bawa anak gadis itu,dia tinggal denganku saat ini."
"Di apartemen?" Tanya arbian cukup kaget.
"Hm...kan kampus nya juga dekat dari apartemen ku,nanti mainlah kesana,kalian juga lama tidak bertemu." Tawar riko,tidak tau saja tawaran nya membuat arbian senyum tertahan.
"Baiklah, nanti ajak saja dia sekalian,adik ku juga ikut dengan teman perempuan nya,nanti aku jemput kalian sekalian ketemu dengan dia, tapi kamu jangan kasi tau dulu tentang aku jika dia duluan pulang."
"Oh oke, aman." Jawab riko tersenyum.