Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
6



jangan lupa like komen, vote nya bray


see you tomorrow!!


"Sepertinya maha siswi pindahan."


"Kenapa dia datang hari,apa pak Bimo tidak memberitahu jadwal hari ini."


"Lihatlah, sepertinya dia miskin."


Sekuat hati menahan kakinya terus melangkah tanpa memperdulikan bisikan orang terhadapnya,dapat masuk ke kampus ini sungguh berkah untuk nya, setidaknya ini awal dia akan menempuh kehidupan yang lebih layak,ya walaupun dia sekarang harus lebih ekstra bekerja untuk memenuhi kebutuhan kuliah disini.


Brak


"Akhhh..."


"Lo nggak papa?" Tanya moanna ikut berjongkok untuk membantu gadis didepannya ini untuk berdiri.


Padahal bukan dia yang ditabrak tapi jacob lah,hanya saja tampaknya pemuda itu acuh saja, malah menatap tajam pada gadis itu.


"Tidak apa-ap... " Mata lisa langsung melebar saat melihat orang yang telah menolong nya,seumur hidupnya baru kali ini sepertinya dia melihat keindahan yang disandingkan dengan keramahan.


"Bener lo nggak papa?" Tanya moanna lagi memastikan,lalu dia melihat ke jacob.


"Lo gimana?"


"Ssttt dada gue sakit." Ringis jacob,dina, cris, dan tiga orang yang berada disana tampak cengok tak sangka.


Seharusnya gadis itu yang kesakitan karna menabrak tubuh yang jauh lebih besar darinya,potongan tubuh lisa bisa dibilang cukup mini dibanding moanna,tapi juga terkesan imut.


"Oh ya udah lo ke UKS aja,de temenin jacob ke UKS,tadi gue dipanggil pak bimo."wajah jacob langsung berubah datar dengan kehilangan nya moanna disana.


Pfffttt


" Hahahahah...sssttt dada gue sakit buahahahaha."puas rasanya julian mentertawakan jacob yang saat ini terdiam sendiri, niat ingin ditolong moanna malah ditinggal dengan teman laknatnya.


"Lo anak baru disini?" Atensi mereka teralihkan ke dina yang kini berdiri didepan lisa,mereka pun mulai memperhatikan siswi asing itu.


"Iya...oh iya maaf tadi gue nggak sengaja nabrak lo." Kata lisa melihat ke jacob, tapi pemuda itu tampak acuh, masih kesal dengan moanna dia pun pergi dari sana tanpa memperdulikan lisa yang masih menatap nya.


"Akuntansi,oh ya kenalkan, lisa." Ujarnya memperkenalkan dirinya,dia merasa jika orang-orang ini adalah orang baik,jadi tak masalah kan dia memperkenalkan dirinya.


"Dina, dan ini cris, julian, dan ade." Jawab dina sambil menunjuk teman-teman nya yang hanya dia mengikuti langkahnya.


"Oh.. Hay." Sapanya,kedua pemuda itu hanya tersenyum kecil dan mengangguk saja,beda dengan ade yang tersenyum lebar.


"Oh ya, yang tadi..."


"Oh itu jacob,bentar lagi juga kesini tuh anak,lo gabung sini aja dulu,hati ini nggak ada kelas karna nanti kita ada tami kampus lain." Kata dina akrab, mereka pun sampai di rooftop,lisa memandang takjub pemandangan dari atas.


"cantik banget." Ujarnya dengan senyuman yang mengembang di bibir nya,julian tampak mengulir matanya melihat tingkah lisa yang tampak sangat norak.


"Lo anak beasiswa ya?" Tanya julian membuat lisa menoleh kaku pada mereka.


"Ha?"


"Gue nanya lo anak beasiswa ya,karna yang gue tau hanya anak kesetaraan saja yang kelakuan nya kayak lo." Ujar julian tampak sinis,cris dan dina mengerucut kan dahi mereka.


"Memangnya kenapa kelakuan dia lian,perasaan gue biasa aja." Kata ade.


"Lo nggak lihat tampang bodoh dia lihat pemandangan disini, gue yakin dia anak beasiswa,yang berarti orang tidak mampu."


"Julian!!!" Tekan cris,ada apa dengan julian,kenapa dia berbicara seperti itu.


"Ada apa cris, memang benerkan, coba aja tanya dia." Tunjuk lian menggunakan dagunya pada lisa, sedangkan gadis itu sudah tertunduk ingin menangis, dia kira dia akan diterima disini, tapi mereka sama saja dengan yang lainnya.


Disaat mereka terdiam,pintu penghubung rooftop dengan tangga oun terbuka."eh... Lo juga disini?"tanya moanna sedikit kaget tapi semakin kaget saat gadis tadi kini menabrak bahunya pergi dari sana.


"Woy hati-hati dong!!!" Teriak jacob kesal, untung dia cepat menangkap tubuh moanna, jika tidak moanna mungkin sudah terbentur dinding disana.


"You oke?" Moanna mengangguk mengerjab,kejadian terlalu cepat dan buat dia kaget, dia pun melihat ke dina.


"Ada apa din?"


"Tauk... Tanya aja tuh sama anak orang kaya."