Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
16



Setelah kejadian malam itu,jacob seperti menjauhi moanna,awalnya moanna ingin bertanya tapi saat melihat pemuda itu dekat dengan seseorang, seperti nya ini saat nya dia sedikit menjauh dari jacob, dia tidak bisa terus menggantung kan hubungan mereka walaupun bukan keinginan moanna,awalnya juga memang mencoba untuk semakin dekat mana tau perasaan jacob bisa terbalaskan, tapi baru beberapa hari dan lebih tepatnya sejak kedatangan bian, dapat moanna pastikan jika dia tidak bisa menerima pemuda itu.


"Mo...lo bertengkar dengan jacob?" Tanya Lina setelah mereka selesai membereskan bawaan mereka dan akan pergi ke kantin untuk mengisi perut.


"Enggak, kenapa?" Tanya amo pura-pura tak tau jika mereka sudah beberapa hari tidak berkumpul dengan yang lain.


"Gue lihat dia kayaknya jauhin lo, malahan dia lagi dekat dengan siswi baru itu." Ujar dina, mereka telah sampai dikantin dan sudah mendapatkan tempat duduk mereka.


"Oh ya,gue ngerasa gitu,mungkin dia lagi banyak pikiran kali." Jawab amo santai sesantai mungkin,padahal aslinya ada rasa bersalah dihatinya, tapi sudahlah,dia hanya ingin pria matangnya,akhhh pria matang,panggilan apa itu,moanna jadi merasa ingin tertawa mengingat bian yang protes karna amo memanggilnya om.


"Kakak bukan tua mo, ini namanya matang,sudah siap nikahin kamu." Kata bian waktu ditoilet kemarin-kemarin.


Mengingat itu wajah moanna terasa panas."heh lo kenapa,lo sakit ya."tanya dina menyentuh dahi moanna untuk memastikan.


"Panas mo,lo demam,kita ke UKS yuk,lo juga, udah capek kuliah malah kerja partime segala,sakit kan lo jadinya." Sewot dina ingin mengajak amo ke UKS tapi langsung ditolak amo.


Dina hanya tertawa saja karna memang benar,dia lagi malas masuk jam kedua." Tau aja si bambang."


"Dimas din,papi gue dimas." Koreksi amo tertawa, dina pun ikutan tertawa,tanpa mereka sadari jika kini moanna terus ditatap seseorang yang duduknya tak jauh dari mereka,sepertinya amo dan dina tak menyadari saat mereka lewat tadi atau mungkin juga mereka sekarang masa bodoh dengannya.


"Lo masih berantem dengan amo jac?" Tanya lisa pelan,semenjak kejadian malam dimana jacob mabuk dibawa kakaknya, setelah sampai dirumah bukannya istirahat tapi jacob langsung pergi lagi keluar,singkat cerita dia berjalan sampai tempat tak jauh dari lisa bekerja,saat itu lisa akan membuang sampah kafe, tapi matanya tak sengaja melihat ke jalan dan melihat jacob yang ingin menyebrang, tapi lisa dapat melihat jika jacob saat itu tidak dalam keadaan baik-baik saja, dia pun langsung mengejar jacob sebelum dia melangkah untuk menyebrang,dan saat hampir melangkah dari arah lain ada mobil yang melaju kencang,lisa langsung menarik kuat tangan jacob dan membuat tubuh mereka terpental kebelakang.


Makanya setelah kejadian itu hubungan jacob dan lisa tampak dekat walau masih tampak jacob enggan bicara dengan lisa, tapi karna rasa Terima kasihnya dia pun menerima kehadiran lisa diantara mereka,dan untuk julian jangan ditanya,dia masih bersikap dingin pada lisa tal jarang dia kadang ketus menjawab ucapan lisa.


"Kenapa duduk disini sih jac,gue mau gabung dengan amo dan dina,lagian lo kenapa sih kayak jauhin dia, kalau lo marah lo bilang sama dia biar dia tau,biasanya juga gitu,sekarang lo kenapa?" Puas beberapa hari mengikuti jacob yang selalu menghindari amo, ade merasa kesal sendiri, belum lagi dia rindu dengan gadis manis sahabat amo itu.


"Iya... Lo kenapa sih jac?" Tanya cris yang jarang bicara juga merasa aneh, tidak sampai tahap kesal.


Belum lagi jacob menjawab, julian sudah berdiri."gue gabung dengan mereka."katanya melirik sejenak ke lisa dengan tatapan dayat, lalu membawa makanannya ke arah bangku amo dan dina.