Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
7



"Really?!!"


"My ghost!!!dia ganteng banget!!!"


"Jacob jelas lebih ganteng"


"Dika juga nggak kalah ganteng kok."


"Ayok mo,entar nggak kedapatan tempat kita,gue nggak mau ya dimarahin jacob nggak bawa lo nonton kesini."dina menarik tangan moanna untuk menyempal dipintu masuk ruang indor basket kampus mereka,karna pemain basket kebanyakan cowok idola, itulah yang membuat ruangan ini pilihan utama para maha siswa siswi untuk menontonnya.


" Aaahhhh akhirnyaaaaa."lega dina saat sampai di kursi tempat duduk mereka yang telah dipilih jacob dan cris,mereka sengaja menduduki tpat duduk itu agar moanna dan dina tak perlu berebutan tempat duduk.


Jacob tersenyum pada moanna."akhirnya nonton juga,susah banget ya buat lo lihat gue main,padahal banyak orang yang berebut biar bisa nonton gue."moanna hanya tersenyum,lalu tangannya terulur mengusap rambut jacob pelan.


"Semangat ya,menangin juga kalau bisa." Ujar moanna.


"Kalau gue menang gue boleh minta hadiah nggak?"


"Woooooo modus modus, jangan mau mo,cari kesempatan tuh." Teriak ade dari lapangan tapi mendengar ucapan jacob tadi yang lumayan kuat,bahkan bukan hanya ade, sebagian penonton disana pun mendengar nya termasuk lisa dan Linda yang juga sudah berada disana bahkan duduk mereka tak jauh dari moanna dan jacob.


"Berisik!!!" Ketus jacob, melihat kesal ke ade, ade dan julian mentertawakan wajah merah jacob yang jelas menahan marah pada ade dan juga malu secara bersamaan.


"Mau apa?" Tanya moanna tak peduli kan ucapan teman-teman nya.


"Nanti aja,nanti gue tagih." Jacob pun pergi dari sana dengan senyuman yang mengembang sampai-sampai membuat keadaan disana histeris karna jacob jelas orang yang jarang senyum, itu pun senyum hanya jika bersama moanna, itu bukan rahasia lagi.


***


"Hahhh...gue bosan,apa hidup gue gini-gini aja? Gue harus cari kesibukan dari pada diam saja menjadi anak penurut, yah... Pasti menyenangkan." Belum selesai permainan basket tadi, moanna pergi dari sana dengan alasan akan ke toilet, dina sebenarnya ingin menemani nya tapi moanna menolak,jelas dia menolak karna dia ingin waktu sendiri tanpa diganggu siapa-siapa, tapi...


"Lo kenapa?" Tanya moanna tampak kaget melihat pakaian lisa yang basah dan ada bagian yang koyak.


Lisa pun melihat ke moanna dengan tatapan datar,"sebaiknya lo nggak usah pura-pura baik,bilang aja lo ingin tertawain gue kan,lo sama saja dengan yang lain,menindas orang miskin kayak gue,lo nggak perlu sok baik karna disini nggak ada yang lain jadi lo bisa lihatin sifat asli lo,"moanna terkesiap,gadis ini baru saja mengatainya.


"Gue ada salah sama lo?kayaknya kita nggak punya masalah deh,lagian juga tadi lo yang nabrak jacob, gue cuma nolongin, jadi perasaan gue reaksi lo salah deh." Ujar moanna belum mengerti.


Lisa menatap sinis ke moanna,"lo rombongan cowok tadikan?"


"Siapa?" Tanya moanna lagi, masih belum ngeh.


"Julian,dia teman lo kan,udahlah, lo nggak usah sok nggak ngerti gini,lo sama aja deng... "


"Oh...jadi Julian ngatain lo miskin,dan gara-gara dia yang ngomong gue juga kena." Kata moanna memotong ucapan lisa,wajah yang tadi tampak ramah kini berubah dingin terhadap lisa."jangan samain gue dengan yang lain,karna gue itu gue, bukan mereka."tambahnya menekan ucapannya didepan wajah lisa,dia yang tadi ingin tenang harus rusak dengan ucapan lisa yang tak berdasar.


Setelah kepergian moanna tak lama muncul dina yang entah kapan berada disana,sepertinya dia mendengar ucapan mereka tadi,tapi kenapa dia tidak mengikuti moana.


"Seharusnya lo nggak ngomong gitu dengan amo,dia jelas beda dengan julian,sebaiknya lo minta maaf sama dia sebelum jacob dengar ini semua." Ingat dina dan berlalu dari sana mengejar moanna.


"MO... " panggil dina kuat,jalanan yang ramai tak membuat dia menghentikan langkahnya mengejar sahabat,dia khawatir jika keadaan moanna yang emosi dapat dilihat jacob,karna bukan moanna yang dapat masalah tapi siswi batu itu yang akan jadi bulanan jacob sendiri.


"Mo... Ikut gue." Tarik dina membawa moanna masuk kedalam ruangan khusus mereka, mereka disini adalah rombongan anak orang kaya yang berarti masih rombongan mereka.


Selain di rooftop, ini tempat kedua mereka untuk istirahat atau sekedar nongkrong ala ala.


belum ngantuk, masih sakit perut gare** angin sibuk,ikutin terus kisahnya...