
"Om!!! " Kaget moanna, niat hati mau ke toilet tapi tak menyangka saat akan keluar disana sudah ada arbian dengan bersilanh tangan didada menatap tajam padanya,tampak oleh moanna kalau saat ini arbian tengah memindai tubuhnya dan lagu tubuhnya bergetar,dia teringat kembali ucapan bian dahulu.
"Om jangan lihatin aku kayak gitu." Ujar moanna tertunduk menahan tubuhnya agar tidak terlalu keliatan jika dia ketakutan,dia tak ingin dilihat lemah apalagi dengan pria ini,dia cukup yakin jika ucapan dulu hanya gurauan tapi dia tetap saja tidak bisa menghentikan tubuhnya.
Melihat moanna tertunduk ketakutan,bian membuang nafas lemah,"jangan panggil om,aku tidak setua itu!!!"ucapnya masih gatal dengan kata panggilan dari moanna,dia mencoba untuk bersikap santai dengan amo agar amo biasa padanya dan kembali seperti dulu,jika diturutkan saat ini ingin sekali dia memeluk tubuh itu, menyalurkan rasa rindu pada gadis kecilnya.
Dan benar, moanna mengangkat pandangannya dengan wajah tampak kesal."om itu memang tua,coba lihat,jambang sudah banyak seperti itu,itu tandanya om sudah tua, jadi wajar aku panggil om,entah kemana wajah tampan kakak ku."ujar moanna diujung kalimat dia berucap pelan memandang kelain.
Sudut bibir bian terangkat sebelah mendengar kalimat terakhir moanna, tapi juga sedikit kesal karna dia bilang kakak tampannya dulu, jadi sekarang dia tidak tampan lagi?
"Apa kakak sekarang sudah tak tampan lagu?"bulu leher moanna meremang karna entah sejak kapan bian sudah sangat dekat dengannya, bahkan dia merasakan nafas lembut dileher nya.
Gleg
" Om jangan dekat-dekat, aku takut."jujur nya takut-takut mengatakan pada bian,diaasih setia menundukkan kepalanya.
Dan seketika pula kepala moanna tegak dan menatap kesal ke bian, hebat sekali moanna ini,cepat sekali merubah reaksi wajah dan tubuhnya, bahkan bian merasa takjub dan bingung apa moanna sengaja atauang takut padanya."ITU DIA,ITU YANG BUAT AKU TAKUT,OM LAGI-LAGI BILANG HAMILIN AKU,SIAPA YANG NGGAK TAKIT DIHAMILIN ORANG HA,DULU JUGA SEPERTI ITU, SUDAH NGOMONG DAN BUAT ORANG TAKUT TAPI OM HILANG BEGITU SAJA TANPA KABAR,OM CUMAN MAIN-MAIN AJA KAN SAMA AKU?!!"mata bian melebar mendengar penuturan moanna,apa maksud gadis ini,jadi selama ini dia selalu mengingat pertemuan terakhir mereka, dan karna itu dia ketakutan,oh bian...jelas ini salah mu.
"Mo dengarin kakak dulu,kakak bukan maksud buat takutin kamu tapi kakak punya alasan ngomong seperti itu..."
"APA?!!" Lagi-lagi moanna ngegas dengan tatapan galak,bian sempat terkekeh karna moanna sedikit santai padanya, tubuhnya tidak bergetar ketakutan atau melihatnya takut, dan gadis itu malah berani memarahinya,boleh di acungkan jempol.
Bian mencoba meraih tubuh moanna masuk kedalam pelukan nya, dapat bian rasakan tubuh moan langsung tegang,lagi dia terkekeh pelan.
"Kenapa om peluk aku,aku nggak mau dihamilin." Ujar moan pelan dan terdengar kaku,arbian tak bisa menahan tawanya, saat itu pula dia tertawa kuat tapi tidak melepaskan pelukannya, malahan dia mengecup gemas dikepala moanna.
"Bukankah kamu sangat menggemaskan mo? Ssstttt...kakak rindu sekali dengan kamu,maafin kakak tidak kabarin kamu dulu ya,juga maafin kakak ngomong seperti itu sama kamu dulu,tapi asal kamu tai, waktu itu kakak serius, sampai sekarang pun masih berlaku." Moanna langsung menarik kasar tubuhnya lepas dari bian dan menatap horor pria itu.
DASAR PRIA GILAA!!!