Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
15



"Kamu dari mana aja sih mo,kakak dengan yang lain puas cariin kamu, HP kenapa nggak aktif? Terus kenapa bisa dengan kak bian?" Cerocos riko geram dengan moanna,hampir satu jam dia mencari moanna di club itu bahkan dia dengan yang lain mencari sampai kamar-kamar disana takut moanna di culik orang dan kerjain orang.


Moanna berdehem untuk membersihkan tenggorokan nya yang terasa serak,mata sesekali melirik ke bian yang diam-diam tersenyum."perut aku sakit kak,dari tadi bolak balik ke toilet."bohongnya,bian dengan sekuat hati bersikap biasa saja, ingin sekali rasa nya dia tertawa mendengar alasan moanna.


Jacob hanya diam saja,jika yang lain sibuk mencari tapi pemuda itu hanya diam duduk didekat bartender dengan beberapa gelas sudah diminum nya,bian melirik ke adiknya itu,dia tau apa yang dipikirkan adiknya itu tapi mau bagaimana, cukup dia sudah mengalah selama ini,dan untuk satu ini dia tidak akan mengalah lagi,dia sekarang hanya mempersiapkan untuk memutuskan hubungannya dengan lena.


Karna mendengar ucapan adiknya riko yang tadi kesal berubah menjadi khawatir,dia pun meraih bahu adiknya."sekarang bagaimana,kita kerumah sakit yuk."ajak riko sibuk sendiri.


"Udah nggak papa kok kak,ya udah kita pulang aja yul,aku juga udah ngantuk." Kata moanna,lalu dia melirik ke jacob dan dahi nya mengernyit,dia pun berjalan mendekati pemuda itu."jac...lo kenapa kayak gini,lo mabuk?"kaget moanna meraih bahu jacob yang tampak sudah sangat teler,jacob pun melihat ke arah moanna dengan tatapan satu khas orang mabuk, dia tersenyum pada moanna.


"Eh mo,lo udah balik?lo nggak papakan?sorry tadi gue nggak nyusul lo di toilet." Ucapnya dengan suara mabuknya,moanna meraih tubuh kacob yang akan jatuh, dia pun meletakkan tangan jacob melingkar di bahunya.


"Gue nggak papa, ya udah kita pulang dulu yuk,lo istirahat aja lagi biar hue bawa mobilnya." Kata moanna sambil memapah tubuh javoc yang linglung, tapi kemudian tubuh itu sudah berpindah tempat.


"Kamu pulang sama riko aja pakai mobil kakak,jacob biar sama kakak."kata bian mengambil alih tubuh jacob, tapi dengan kemudian tubuhnya langsung didorong jacob.


"Jangan nyusahin orang,kalau dia ngantarin kamu gimana dia pulangnya,biar sama aku saja." Kata bian lagi,kini jacob berusaha menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah bian,ditatap nya sebentar sebelum kalimat mengagetkan keluar dari mulut jacob.


"Apa hubungan kalian,kenapa kakak nyusul moanna ke toilet?"


Moanna dan yang lain tampak kaget,jacob melihatnya tapi tidak memberitahu kan pada riko dan yang lain mencari moanna,tapi tunggu...kenapa bian menyusul moanna tapi tidak memberitahu kan di mana dia, padahal tadi riko sempat menghubungi nya.


"Kak?" Panggil riko ingin minta penjelasan, tapi sebelum bian sempat membuka suara mereka dikagetkan dengan tubuh jacob yang limbung ke pelukan moanna,bian pun dengan cepat mengambil alih dan membawa mereka untuk keluar dari sana.


"Menurut lo apa yang akan dijawab dengan bian dari pertanyaan adiknya itu,gue lihat juga bian tampak tertarik dengan adik riko." Kata rema setelah bian,riko, moanna, dan jacob telah pulang duluan, kini tinggal dia dan ketiga lainnya masih berada disana.


"Nggak mungkin,bian kan sudah punya tunangan, si lena." Jawab jay.


Rema berdecih sinis,"apa lo nggak tau kalau selama ini bian cuma terpaksa dengan wanita itu,semua tingkah bian tampak jelas pada lena,dia tak pernah menyukai nya."ujar rema panjang,rema termasuk dekat juga dengan bian, dan selama ini mereka masih berhubungan, hanya dengan riko mereka sempat lost kontak.