
"Padahal awalnya gue suka dengan lo,bahkan karna lo gue kerja partime,gue merasa lo anak yang baik-baik dan pekerjaan itu tampak menyenangkan,tapi kesini gue tau bagaimana sifat lo,berawal dari lo marahin gue di rooftop,lo langsung menyimpulkan tanpa tau kebenaran, dan lo diam-diam bergerak perlahan menjelekkan gue dengan anak yang mau dekat sama lo,ahhh...lisa lisa,lo harus nya cari tau siapa yang lo hadapin,gue selama ini nggak pernah cari ribut dengan orang, tapi kalau mereka mulai gue bukan mundur, gue malah melayani sampai titik terakhir mereka tidak mampu berdiri dengan benar, seperti lo sekarang,dan apa lo tau alasan linda malah mengakui kesalahannya, yang jelas lo tau kalau diantara cewek lain siapa yang paling dekat dengan jacob kecuali gue,itu karna dia sudah tau gue lis,hanya saja gue masih kasih kesempatan dia karna gue memang tidak punya perasaan apa-apa dengan jacob,jadi sekarang lo nikmatin hadiah dari gue."tutur moanna panjang lebar dalam keadaan ruangan hening karna mendengarkan ucapan moanna,mereka sangat kaget melihat moanna yang seperti itu,apa selama ini mereka memang belum mengenal jauh dengan moanna, padahal untuk dina, mereka sudah berteman kurang lebih enam tahun, lebih tepatnya saat awal masuk SMA dulu sampai sekarang, tapi dia tidak pernah melihat sosok moanna seperti ini.
Bukan hanya dia, bahkan keluarga nya pun menatap tak percaya,sampai riko berfikir jika itu bukan adiknya.
"Siapa dia mi,aku tidak mengenal nya." Bisik riko ditelinga maminya yang masih melihat kaget ke anak bungsu nya,sama dengan dimas,tapi pria tua itu dengan cepat mengembalikan ekspresi wajahnya.
Atensi mereka pun teralihkan pada pintu yang lagi terbuka dan menampakkan beberapa polisi masuk kesana."atas nama melisa ayudia,anda kami tahan atas kasus pencemaran nama baik,saksi dan bukti telah diberikan oleh korban,anda berhak diam dan menyiapkan pengacara anda."
"Tidak pak,ini bukan salah saya, dia yang salah karna hanya diam saat saya dibully oleh linda,dia juga pelakunya pak!!!" Teriak lisa tak terima.
Moana menatap datar ke lisa yang memberontak."kejadian pukul 12:52, saya masuk kedalam toilet setelah berpisah dengan dina yang akan pergi ke kelas duluan,saat saya masuk saudari linda berdiri diantara pintu toilet dan ruang depan cermin, serta antek-antek nya mengelilingi saudari lisa yang terduduk dilantai,saya diam saja dan hanya melangkah untuk membasuh tangan,melihat lima orang berdiri mengelilingi seperti itu bukan saya seorang jagoan untuk mencoba membantu,saya berfikir cepat keluar dan cari bantuan,tapi sebelum saya keluar tanpa melanjutkan kegiatan mereka,linda dan teman-temannya keluar dari sana,tak lama mereka keluar,lisa buru-buru berdiri,dari waktu lisa berlari keluar saya melihat kearah jam saya dan menunjukkan pukul 13:05, saya masih diam walau saya mendengar ucapan lisa yang memfitnah saya,bukan hanya omongan belaka karna saat saudari lisa bicara saya membuat sebuah rekaman video saya sendiri didepan cermin dengan backsound suara lisa yang berada diluar."semua orang semakin terdiam,bian tampak melihat takjub pada gadis kecilnya,dia tak menyangka orang yang dia khawatir kan memiliki pemikiran setajam itu menyelesaikan masalah, dan dia semakin menyukai gadisnya.
Tampak dari rekaman itu jarak antara moanna dari pintu lumayan jauh,dan jelas tak mungkin moanna mendorong lisa, apalagi keadaan ruang disana menyamping.
"Habis...gue habis." Lirih lisa, dia pun terduduk tak sanggup menahan kaki nya yang terasa seperti jelly.
"Anda bisa ikut kami ke kantor untuk keterangan lebih lanjut dan bukti sebuah video." Ujar seorang polisi,moanna hanya mengangguk kecil, tapi baru saja ingin melangkah, tubuhnya oleng dan tak sempat diraih jatuh ke lantai ruangan itu.
"MOANNA!!!"