Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
17




"Hai." Sapa julian dan langsung duduk di samping dina tampa menunggu disuruh pada kedua gadis itu.


"Julian...loh kok lo sendiri, mana yang lain?" Tanya dina celingukan lalu matanya melihat ke arah tak jauh dari belakangnya.


"Lah...WOY!!! KALIAN NGAPAIN DISANA?!!" dina memang tak tau malu,keadaan kantin yang ramai tak membuat dia malu teriak.


Ade membalas lambaian tangan dina dengan tersenyum lalu melihat ke jacob."yuk gabung yuk, udah marahnya,gue rindu sama ayang gue."kata ade memelas.


"Lo aja,gue disini aja."jawab jacob cuek,mengalihkan dengan meminum minuman nya.


" Gabung aja yuk jac, ramai kan lebih seru, lagian gue juga mau minta maaf sama amo."kata lisa mencoba membujuk jacob, semenjak dekat dengan jacob memang dia merasa jacob jauh dari amo.


Dahi jacob mengernyit."minta maaf kenapa?"


"Gue kemarin pernah ngatain dia sama dengan anak yang lain, merendahkan gue dan sok baik,tapi setelah mendengar kata dina gue pun cari tahu kalau amo tidak seperti itu,gue sebenarnya malu tapi kalau nggak minta maaf juga nggak enak." Jelas lisa pelan tertunduk,cris hanya membuang wajah pelan kesamping dan melihat ke arah moanna yang tampak ikut melihat ke bangku mereka.


"Ya udah, kita gabung." Putus jacob,seharusnya tak apa kan?


"Kalian kenapa sih malah duduk disana,jelas kalian lewat disini dan harusnya duduk disini malah duduk disana,lo ngindarin siapa ha? Nggak mungkin kan amo,cinta kadong medok gitu,tapi kalau ngindarin gue tambah mggak mungkin ya." Cerocos dina saat jac dan ketiga yang lain sudah duduk gabung disana,tidak seperti biasanya yang jacob biasa duduk disamping moanna tapi kini disebelah moanna ada cris dan ade,jacob malah milih duduk berdua dengan lisa.


"Mo...gue mau minta maaf soal dulu." Kecanggungan yang sempat terjadi dipecah oleh suara lisa yang kini melihat ke amo,amo menghentikan gerakan tangannya dan melihat kearah lisa, tidak seperti biasanya tatapan yang dulu terlihat ramah kini menatap datar pada lisa.


"Soal apa?perasaan kita nggak punya masalah." Jawab amo dingin,dina menyipitkan matanya melihat perubahan amo, begitu pun yang lain, tapi tidak dengan julian, dia malah tersenyum sinis pada lisa.


Lisa gelagapan melihat reaksi amo,dia tak menyangka jika wajah yang selalu tersenyum itu kini melihat nya dengan dingin, apa dia marah padanya karna hal dulu?"pikir nya.


"Tadi lisa bilang sama kita kalau dia mau minta maaf karna dia bilang lo sama dengan yang lain merendahkan dia dan sok baik." Jawab ade rencana ingin meluruskan keadaan yang tampak tegang,baru kali ini dia melihat amo dalam reaksi seperti itu,dia agak takut menjawab nya.


Pandangan amo pun beralih ke ade."apa lo sekarang jadi juru bicara dia,oh hebat juga...baru sebentar disini lo sudah dapat dukungan,yahhh wajar saja,orang yang tampak lemah memang butuh perlindungan dan lo sudah dapat itu."jawab amo tenang,dia pun berdiri dari duduknya dan melihat ke teman-teman nya, "dan kalian juga diperbolehkan untuk gabung dengan mereka." Ujarnya pergi dari sana meninggalkan mereka dengan kebingungan.


"Ada apa dengan amo???"


Jantung jacob berdetak kencang,amo marah padanya,benarkan,perempuan itu tengah menyinggung dan memperingati nya kan?


Dina dan julian pun lantas cepat bangkit dari sana ingin mengejar amo,tapi sempat-sempatnya julian dan dina melirik tajam pada lisa.


"Ini salah gue,seharusnya gue lebih cepat minta maaf sama amo, bukan...seharusnya gue nggak ngomong seperti itu kan, ini salah gue." Lisa menangis takut melihat tatapan tak suka dari orang-orang disana yang mendengar ucapan amo tadi,selama ini mereka mengenal amo dengan baik tapi tadi perempuan itu tampak maran,jelas saja lisa mendapat tatapan tak suka.