Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
24



Seperti yang diucapkan moanna,delapan orang menyebarkan dan lima orang memposting ulang video yang melihat kan kejadian waktu itu,mereka kini tengah berada di ruang dekan dengan ada moanna dan dina disana.


"Ahhh kalian ini mau jadi apa?menerima dengan bulat-bulat nasi panas, tanpa didinginkan dulu,itulah akibatnya,sesuai prosedur yang ada, kalian dikeluarkan dari kampus ini, untuk kelanjutan nya itu urusan kalian dengan pihak moanna,buka tak ingin membela tapi kalian harus menerima akibat perbuatan kalian sendiri."kata dekan menceramahi mahasiswa nya itu,setelah mengucapkan itu mereka disuruh keluar dari sana tanpa pembelaan apa-apa.


"Mo...maafin gue,gue janji akan lakukan apa aja agar lo maafin gue, jangan buat gue susah diterima kampus lain." Kata seorang perempuan maju berlutut pada moanna,perempuan yang memvideokan kejadian waktu itu bahkan menyebarkan nya,dan lebih tak malu nya sok menjadi pahlawan untuk lisa saat lisa jatuh saat itu.


Moanna tersenyum,"dari jarak waktu gue ingat kan kalian sampai terbukti nya gue nggak bersalah, kalian tidak bermaksud untuk menghapus video itu,jadi jangan harap keputusan gue akan berubah,sudah gue bilang, gue tidak sebaik itu apalagi pada orang yang memang tidak mempercayai gue, gue dengan senang hati memberikan pelajaran pada orang seperti kalian."ucap moanna panjang dengan diakhiri tertawa kecil,mentertawakan kemalangan orang-orang itu, ahhhh dina sangat merasa asing pada sahabat nya ini, ngeri-ngeri sedap.


Sudah empat hari dan kedatangan nya kembali ke sekolah, moanna tidak melihat jacob, walaupun dia kesal dan marah pada pemuda itu tak ada niat dia memperpanjang masalah mereka,dia mengerti jacob yang saat itu pasti juga kesal karna tahu orang yang disukainya dekat dengan kakaknya sendiri, dan entah apakah dia sudah tau kalau hubungannya tidak sesederhana kelihatan, jika dia tau apa yang diucapkan kakak nya, entah seperti apa.


Untuk bian,kemarin dia datang ke rumahnya berencana menjenguk, tapi moanna tolak mentah-mentah mengingat ucapan jacob saat itu.


"Dasar pria matang sialan, brengsek,kentut, eee ****, aaaaarrrggghhh...sok kegantengan lo!!!" teriak amo sendirian di atas rooftop sendirian,setelah waktu istirahat dia minta dina meninggalkan nya sendiri dulu, untung saja dina mengerti keadaannya dan gabung dengan anak laki-laki.


Bugh


"Astaga!!" Panik amo berlari ke tepi pagar untuk melihat botol yang di tendang nya tadi.


"Oh.my.god...sepertinya Tuhan mendengar keluhan gue." Gumamnya kosong saat melihat jika botol yang ditendang nya tadi terkena seseorang yang baru saja dia maki,ngapain dia kesini?


"Apa kalian melihat moanna?" Tanya bian yang datang ke kampus moanna,dia tidak memperdulikan kepalanya yang barusan dapat salam dari sebuah botol,sakit...tapi dia harus cari moanna dulu baru buat perhitungan dengan orang yang melemparkan botol padanya.


"Tidak." Jawab mereka bareng karna memang tidak tau dimana amo,bian tidak memperdulikan bisikan kagum dari mereka disana, dengan wajah tegas dan tampak angkuh itu pun memutuskan pergi ke ruang dekan.


"PANGGILAN ATAS NAMA MOANNA UNTUK DATANG KE RUANG DEKAN."


tebakan amo sedikit meleset,walaupun belum sadar jika nama nya dipanggil kqrna ulah bian, gadis itu dengan hati-hati keluar dari persembunyian nya, jangan sampai dijalan dia bertemu orang itu.


"Kenapa nama amo dipanggil? Ada masalah apa lagi tuh anak?" Ujar julian pada teman-temannya yang masih berada dikantin,tidak berencana menyusul ke ruang dekan mereka hanya santai disana.


"Nggak tau gue,bahkan gue sekarang merasa asing dengan dia." Jawab jujur dina menyampaikan pikiran nya pada ketiga cowok itu, sedangkan jacob hari ini lagi tidak masuk.


"Bener woy, ngeri-ngeri sedap!!!" Sambung ade bergidik ngeri mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Jangankan moanna yang manusia, kucing aja kalau lagi di tempat kan dengan keadaan bahaya akan ngeluarin cwkar nya,gue sih maklumin aja." Jawab cris realistis,hanya saja masih ada perasaan yang mengganjal, apalagi melihat pembawaan amo yang tampak tenang menghadapi masalah kemarin, jika itu orang lain pasti akan meledak-ledak di fitnah seperti itu, tapi moanna, entah lah