Moanna Its Mine

Moanna Its Mine
12



Riko jelas mengangguk yakin."jelas,malahan hubungan mereka sangat dekat, bisa dikatakan amo lebih banyak menghabiskan waktu dengan arbian dari pada kakak."ujar riko sambil memainkan ponselnya, tidak tahu saja jika saat ini adiknya tengah merasa ketakutan.


"Ngapain om disini?" Tanya moanna kaget karna arbian masuk kedalam kamarnya walau dia sudah melarang.


"Om???" Beo arbian kaget,setalh sekian lama tidak berjumpa dan bian ingat betul kalau dulu amo memanggilnya juga dengan kakak seperti riko, tapi sekarang gadis ini memanggilnya om.


"Keluar nggak, atau gue teriak!!!" Ancam amo,padahal dia selalu teringat dengan pria ini, tapi dia masih saja ketakutan bertemu dengan boan, apalagi teringat kalimat terakhir mereka dan juga.


Melihat amo yang tampak panik, arbian mencoba menenangkan nya."hey kamu kenapa?kamu nggak ingat lagi sama kakak?"tanya bian memegang kedua bahu amo tapi langsung ditepis amo dengan kasar.


"Jangan sentuh gue!!!keluar dari kamar ini,gue nggak kenal sama om!!!" Teriak amo,dia makin panik,dia ingin santai tapi tubuhnya bergetar sendiri dekat dengan bian.


"Amo!!! Kamu kenapa, ini kakak mo kenapa kamu takut sama kakak?" Bian tampak nya menganggap sepele ucapannya waktu itu sampai dia tak sadar jika moanna takut karna ucapan itu.


"Aa aaa aku nggak mau om, jangan hamili aku,aku nggak mau." Ucap amo lirih masih ketakutan, bahkan gadis itu sekarang sudah berjongkok memeluk tubuhnya, untung saja kamar nya kedap suara jadi orang diluar tidak mendengar keributan mereka.


Deg


Jadi amo nya ketakutan karna ucapannya waktu itu,tubuh bian gamang,dia tak menyangka,karna rasanya yang tak wajar pada anak SD membuat bian ingin memiliki amo tapi takut tidak direstukan, makanya dia mengatakan hal itu,dia benar-benar buta bahkan rasanya terlalu membuncah setiap waktu mereka menghabiskan waktu bersama,moanna jelas cantik saat umur nya masih muda, apalagi pembawaan gadis itu yang lemah lembut dan manja padanya,bian terlalu nyaman dengan perasaannya sampai-sampai rasanya ingin dia miliki saat itu juga.


Setelah mendengar ucapan amo,bian langsung keluar dengan wajah pias,rasa bersalah nya membuat dia menunda mendekati amo,melihat hadis itu ketakutan jelas membuat dia sakit, pertemuan yang dia harapkan akan memeluk gadisnya menjadi rasa bersalah.


Tak ingin menimbulkan kecurigaan, amo tetap ikut dalam kumpulan dengan rombongan kakak nya, dia jelas pergi dengan jacob karna sudah janjian dari awal.


"Lo oke mo?" Tanya jacob kemudian merasa amo lebih banyak diam tak memperdulikan nya seperti biasa,walau gadis itu juga jarang memulai pembicaraan tapi wajahnya selalu cerah tidak seperti sekarang,semenjak dia keluar dari kamar nya sudah bersiap, amo jadi pendiam.


"Semenjak...semenjak kak bian pergi ke kamar moanna, amo jadi pendiam,ya...karna sebelum nya dia masih ceria, tapi semenjak bertemu kakaknya amo kadi pendiam,ada apa diantara mereka?"


Tapi sekarang bukan itu yang jadi masalah nya,tapi moanna...


"Gue oke, kenapa?" Tanya moanna balik,jacob merasa tak fokus,susah mengendalikan diri jika didekatkan dengan sosok yang disuka dengan menggunakan pakaian seperti itu,walaupun gaya moanna seperti biasa, pakai dress ketat atau atau rok pendek, tapi ini sungguh membuat jacob terus menahan keinginannya untuk menyerang moanna.



Crop top hitam yang menampakkan perut rata mulus dipadukan rok span pendek dan terbelah setengah dari bahan rok yang digunakannya itu, membuat paha mulus amo terpampang jelas.


Gleg


Sekali lagi jacob merasa kesusahan menelan salivanya sendiri,"oh Tuhan kuatkan aku."


Bukan hanya jacob yang tak fokus melihat penampilan amo,begitu pun kakak dan arbian,riko sempat kesal dengan adiknya saat keluar kamar tadi menggunakan pakaian itu, tapi lagi-lagi dia kalah.


"Aku menyuaikan tujuan kita kak,tak mungkin kan aku pakai gamis."kata amo saat kakaknya tadi menyuruh ganti baju.


like komennya jangan lupa, kalau lupa... nih mimin ingatkan!! kalau udah baca bagian ini langsung aja like komennya,🤣🤣🤣