
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya dayana tampak khawatir,hari ini wajahnya tak pernah melihat kan tampang lain selain khawatir sebab anaknya,baru saja menyelesaikan masalah dikampus, kini anaknya harus terbaring dirumah sakit karna pingsan,anak bungsu nya demam tinggi, dia tak menyadari saat dia memeluk moanna tadi di kampus,dan itu membuatnya terus menangis.
"Sudah mi,amo nggak papa, hanya demam biasa,dia hanya butuh istirahat saja,dia itu kecapean mi." Kata riko mencoba menenangkan maminya,tapi malah membuat maminya marah.
"Ini karna kamu pi,kenapa kamu izinkan dia bekerja jadi pelayan kafe,apa kamu takut dia menghabiskan uang mu ha!!!" Bentak dayana berang, melimpahkan kesalahan pada suaminya yang menyetujui moanna bekerja partime.
"Anak nyonya tidak apa-apa, benar kata tuan muda, nona hanya kelelahan saja, istirahat dulu nanti bangun dia akan lebih baik,tapi saya sarankan untuk menginap satu malam untuk melihat kelanjutan nya." Kata dokter memutuskan permusuhan disana.
"Oh baik lah dok, Terima kasih dok bantuannya."
"Sudah tugas saya nyonya,saya permisi dulu tuan, nyonya." Pamit dokter yang menangani moanna.
"Tante...kalau tante ingin pulang dulu berganti pakaian,biar dina jagain amo,amo juga masih tidur." Tawan dina yang tadi hanya diam bersama ketiga curut yang ikut dengannya, siapa lagi kalau bukan cris, julian, dan ade, untuk jacob, entah kemana teman mereka satu itu, entah ada muka atau tidak lagi dia ketemu mereka, apalagi moanna.
"Baiklah,tante pulang dulu sebentar ya, tante titip amo dulu, nanti tante kesini lagi,tante juga akan bawakan makanan untuk kita nanti." Kata dayana, lalu permisi pulang duluan,bukan maksud meninggalkan anaknya yang sedang sakit,tapi benar kata dina,amo juga masih tidur dan juga lagian,masalah itu belum selesai begitu saja,dayana tak mungkin diam saja hanya polisi sudah menangkap lisa,dia pasti akan meminta suaminya untuk memberikan pelajaran setimpal pada perempuan yang sudah menyakiti hati anaknya.
Dan untuk bian,dia pun pamit cepat pulang, dia harus menyelesaikan masalah nya dan juga ingin bertemu dengan adiknya, dia sudah tau apa yang telah terjadi dan keterlibatan jacob dalam masalah itu, bukan terlibat membully atau mencemarkan nama baik moanna, tapi pemuda itu memarah habis-habisan pada moanna.
"Aku ingin memutuskan pertunanganku dengan lena dan aku akan menyiapkan sebuah pinalti yang harus aku bayar karna keputusan ini." Kata bian didepan mommy dan ada juga jacob disana yang tampak memeluk mommy nya.
"Apa maksud kamu bian? Apa yang kamu katakan?" Tanya martia kaget,baru saja dia kaget melihat anak bungsunya menangis saat kembali ke rumah, kini anak sulung nya datang-datang ingin memutuskan pertunangannya.
"Aku ingin putus tunangan,jadi aku harap mommy menerimanya, untuk urusan keluarga lena biar aku yang urus." Kata bian serius.
"Tidak!!!kakak tidak bisa memutuskan pertunangan ini,mom...jangan biarkan kakak memutuskan pertunangan nya mom, dia ingin mengambil amo ku mom, aku nggak mau." Kata jacob menangis kuat, sudah berapa kali akhir-akhir ini dia menangis dan itu ada sangkut pautnya dengan moanna.
Bian tertawa sinis melihat ke jacob."setelah apa yang kau lakukan dan kau dengan tak malunya bilang amo ku,apa kau tak punya otak ha!!!"teriak bian,selama ini dia tidak pernah membentak atau memarahi adiknya tapi kali ini, untuk kali ini doa tak ingin mengalah, sudah cukup yang dia berikan pada keluarga ini,mereka boleh mendapatkan yang lain tapi tidak dengan moanna nya.
"Ada apa sebenarnya ini,amo siapa?"
"MOANNA AGUNG WIJAYA."