
Xavier mendapatkan panggilan telepon dari tangan kanan nya mengatakan bahwa markas mereka di serang geng Tiger, emosi Xavier meluap-luap, hujan yang begitu deras bahkan tidak dipedulikannya Xavier melajukan mobil mewah untuk cepat sampai tujuan.
Xavier tiba semua orang membungkuk hormat pada dirinya Xavier buru-buru kelantai atas tempat dimana hanya anggota inti saja berkumpul.
10 orang pria sudah menunggu Xavier, mereka menunduk hormat saat Xavier melewatinya, Xavier duduk dengan tangan kanan juga merupakan wakil dari geng Blackwolf disebelahnya. 10 orang di sana adalah yang terkuat di anggotanya ada Jack penembak jitu, Max petarung hebat, Exal yang paling pintar, Kelzy hacker andalan, Maykel mata-mata dan sisanya orang terkuat juga terbaik yang dipilih Xavier.
"Lapor tuan Xavier 10 orang tiba-tiba datang menyerang melakukan penembakan serta mereka membom bagian belakang" Ujar Ken wakil dari Xavier.
"Apakah ada korban?"
"Tidak ada tuan, semua aman dan 20 orang kini ada di ruang bawah tanah mereka berhasil di Sandra"
"Terus bagaimana"
Seorang wanita panggilan yang sangat seksi kini menuangkan segelas bir untuk Xavier, Xavier hanya mengangkat menggoyangkan gelas itu menunggu jawaban dari Ken
"Mereka belum menjawab tujuan mereka kami sudah menginterogasi nya namun tidak ada jawaban tuan"
Xavier menyeringai mata kelamnya melihat ke arah 10 orang disana yang merupakan anggota inti, 10 orang di sana meneguk ludahnya susah payah mata kelam Xavier membuat semua orang disana takut. Xavier membanting gelas yang digenggamnya hingga pecah dan hancur semua orang di sana terdiam. Xavier memang orang yang tenang namun jika dia marah tidak dapat di bayangkan apa yang akan terjadi.
"Bagaimana aku punya anggota seperti kalian jika mengintrogasi saja tidak bisa" Ujar Xavier berdiri dari kursinya, diikuti oleh Ken.
"Kalian cari tahu ketua anggota Tiger suruh yang lain cari anggota nya lalu habisin secara perlahan"
"Baik tuan Xavier"
Xavier keruang bawah tanah tempat yang biasa dilakukan saat menghabisi seseorang, Xavier melihat 20 orang yang berani menyerang markasnya terdapat tato berlambang geng Tiger keadaan mereka sudah babak belur serta basah kuyup. Xavier memandang satu pria yang terlihat kuat disana, Xavier menyeringai mengeluarkan sebuah pistol.
Dorr!!
Pistol mengarah dekat dengan kepala pria disana, semua orang kini memandang ke arah Xavier, ketakutan dengan siapa yang turun tangan menangani mereka, pria yang hampir tertembak tadi tubuhnya sudah bergetar jika saja Xavier membidiknya dengan benar mungkin peluru itu bukan mengarah ke dinding.
"Xavier" gumam mereka serentak.
Hawa membunuh seakan sudah berada di sekitar Xavier, mereka tidak bisa lari, Xavier sendiri yang turun tangan tidak ada yang lolos dari genggaman mafia berdarah dingin itu. Xavier mendekat mengangkat dagu orang yang hampir ditembaknya dengan pistol.
"Bicaralah sebelum pistol ini yang bicara" Xavier menyeringai namun matanya tidak melotot melainkan kelam dan tenang, namun mampu membuat siapa pun di sana bergetar takut.
"A..aku"
"Jangan bicara!!" Teriak salah satu orang yang juga di Sandra.
Dorr!!
Lagi-lagi pistol tidak mendarat ke orang itu melainkan tepat di sebelahnya. Orang yang berteriak tadi ketakutan meneguk ludahnya, merasa bodoh karena berteriak peluru itu bisa menancap ke tubuhnya.
"Sekali lagi aku tanya, jika tidak"
Xavier melihat sekeliling di sana semua hanya takut padanya namun tidak ada yang berniat menjawab, Xavier lantas tertawa sinis kenapa orang-orang kecil ini sungguh menyepelekan dirinya.
"Ken"
"Baik tuan"
Ken yang mengerti perintah dari tuannya lantas mengeluarkan sebuah pisau mendekati salah satu di sana langsung memotong tangan orang itu tanpa pikir panjang semua yang ada di sana kaget. Teriakan dari orang di sana menggelar sangat keras, Xavier lantas melihat ke arah sisa orang disana.
"Aku akan bicara!!" teriak salah satu orang lainnya yang sudah tidak perduli lagi.
"Tahan dirimu jangan lakukan itu!!" Teriak yang lain.
"Potong tangannya" ujar Xavier, Ken hanya mengangguk mendekati langsung memotong tanpa pengampunan hanya sebuah jeritan kesakitan yang terdengar membuat yang lain semangkin takut jika mereka tidak menjawab juga tangan mereka akan dipotong.
"Bicara" ujar Xavier kepada orang yang tadinya ingin bicara.
"Ketua menyuruh kami untuk menyerang markas Blackwolf sekedar mencari informasi yang ada di dalam, ketua kesal lantaran tuan Xavier tidak menerima ajakan kerja sama dengan ketua, yaitu menghabisi musuh ketua yaitu geng kegelapan jadi tuan juga menyuruh kami menghancurkan markas"
"Haha lucu sekali, geng seperti kalian ingin mengajak geng ku" Xavier tertawa pistol kembali di simpan ke jaketnya. Membuat 8 orang yang tersisa mampu bernafas lega.
"Potong tangan yang lain juga" Ujar Xavier membuat semua yang di sana terkejut mereka kira mereka akan bebas setelah mengatakan kejujuran namun sama saja.
"Ken, kumpulkan tangan mereka itu akan berguna" Xavier melangkah pergi namun sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Bagaimana kau bisa sekejam itu kami sudah mengatakan yang sebenarnya!!"
Xavier berbalik menatap ke orang yang berani berbicara kepadanya itu.
"Kau lupa aku siapa?" Tanya Xavier melangkah pergi dari sana.
Mereka kini melihat sendiri bagaimana aslinya Xavier, orang yang mulutnya terkunci rapat bahkan Xavier dapat membukanya dengan mudah, nama Xavier memang benar di takuti di dunia mafia.
Kelzy mendatangi Xavier yang sedang melihat deras nya hujan di balik jendela kaca "Lapor tuan" Kelzy menunduk hormat pada atasannya.
Xavier membalikkan tubuhnya "Ada apa"
"Tuan aku sudah mendapatkan informasi tentang ketua geng Tiger, dia berada di luar kota dan akan kembali seminggu lagi"
Xavier tersenyum puas, dia tidak pernah salah memilih orang untuk menjadi anggota intinya dalam hitungan sekejap hacker andalannya mampu mengorek semua informasi.
"Apakah Max sudah bergerak"
"Dia sudah bergerak sedari tuan perintahkan bersama anggotanya untuk menghabisi sebagian geng Tiger"
"Bagus kau bisa pergi"
Kelzy pergi dengan tidak lupa membungkuk hormat.
Kelzy mendatangi wanita yang tadi menuangkan bir kepada Xavier "Buat tuan Xavier senang" Wanita panggilan itu menurut tersenyum senang dengan langkah anggun mendatangi Xavier.
"Tuan Xavier" panggil wanita itu membuat Xavier menoleh, wajah Xavier hanya datar di datangi wanita seksi itu, Xavier tau apa tujuan wanita itu datang.
Xavier langsung duduk diikuti wanita panggilan yang juga duduk di pangkuannya mengelus dada bidang Xavier, Xavier tidak seperti menikmatinya hari ini.
"Tuangkan aku bir hari ini aku tidak ingin melakukannya"
Wanita itu langsung turun tidak lupa mengecup pipi Xavier sekilas " Baik tuan"
Xavier hanya memiliki anggota laki-laki dalam gengnya dia tidak menerima prempuan untuk masuk jika ada prempuan yang ada di dalam markasnya, itu hanyalah wanita panggilan sekedar menuangkan minuman atau pun memuaskan hasrat dirinya dan para anggotanya