Mafia'S Little Maid

Mafia'S Little Maid
obsesi pembantu



Haisss tapi orang seperti kita tidak mungkin mendapatkan tuan muda, itu cuman haluan" Ujar Tara lalu mereka tertawa berdua bersama.


"Heh siapa bilang tidak akan dapat" Ujar seorang yang sedang menempelkan foto Xavier di sekeliling kamarnya. Terdapat sangat banyak foto Xavier bahkan terdapat juga dasi Xavier disitu. Semua kegiatan yang Xavier lakukan di foto itu ada.


Roya  tidak lain atau tidak bukan tertawa keras memeluk sebuah bingkai foto bergambar Xavier yang sedang meminum kopi. Dia seperti orang gila berbicara sendiri dengan foto Xavier.


"Haha tuan Xavier hanya milikku ya kan tuan kita pasti bersama" Ujar Roya mencium foto itu lalu melakukan hal yang tidak senonoh disana.


2 Hari sudah tuan Xavier belum pulang. malam tiba bel rumah berbunyi Roya langsung saja berlari membukakan pintu. Tercengang melihat Xavier yang membawa wanita sangat seksi juga cantik.


Wanita itu berjalan masuk ke dalam berjalan dengan gaya seksinya seperti memamerkan dirinya kepada pembantu itu. Seakan tahu bahwa Roya mengagumi Xavier, Dari tatapan wanita seksi itu seakan mengatakan pembantu yang tidak sadar diri.


"Xavier aku lapar" Ujar wanita itu bergelayut manja di lengan Xavier. Xavier hanya diam melanjutkan langkah tepat di meja makan.


"Layani tuan dan juga wanita itu" Ujar Roya kepada ketiga pelayan lainnya, sedangkan dia pergi ke kamar pelayan.


Wanita itu, Keinna menoleh dan terlihat wanita cantik dengan pakaian cukup terbuka Keinna sungguh tidak asing dengan wajahnya. Keinna memicingkan matanya memastikan bahwa wanita itu adalah Kesi model papan atas yang sedang naik daun.


Wanita cantik dan pria tampan sangat cocok batin Keinna. Tara dan kisi telah menyelesaikan hidangan makan tugas Keinna adalah mengantarnya.


Tanpa banyak bicara Keinna menghidangkan dengan sopan makanan itu.


Xavier memperhatikan Keinna dari atas hingga bawah tanpa sengaja saat Keinna menunduk memperlihatkan bagian belahan buah dadanya. Sisi laki-laki Xavier terbangun tanpa sadar Xavier menggigit bibir bawahnya sendiri menikmati pemandangan memikat didepannya.


"Saya permisi tuan, nona" Ujar Keinna menunduk sopan.


Xavier hanya diam memperhatikan hal itu tidak disukai Kesi, Kesi melihat pelayan itu dengan pandangan sinis.


"Xavier suapi aku" Ujar Kesi manja namun Xavier hanya cuek melanjutkan makan, membuat Kesi berdecak sebal dengan pria dingin disebelahnya.


Hingga Xavier menarik lengan Kesi langsung membawa ke kamarnya dengan tergesa-gesa, para pelayan hanya melihat dari kejauhan sementara Roya matanya seperti berapi-api melihat pria yang dicintainya memegang tangan wanita lain.


"Aku tidak sukak menunggu lama buka baju mu" Ujar Xavier langsung pada intinya. Kesi membuka bajunya memperlihatkan tubuh polosnya yang indah.


Dan yang terdengar hanya suara-suara ******* yang dihasilkan Kesi maupun Xavier. Roya seperti orang gila yang kesurupan menangis, meraung, kamar Roya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar apa yang dilakukannya sekarang.


***


"Jangan heran jika tuan Xavier membawa wanita kerumah apalagi seorang model ataupun artis itu sudah biasa" Ujar Tara sambil menyusun piring.


"Iya terkadang mereka sendiri yang datang ke tuan" Sambung Kisi memakan sebuah cemilan lalu menawarkan ke Keinna maupun Tara


"OOO begitu kak Roya kemana biasanya dia yang melayani tuan Xavier"  Tara dan kisi hanya melihat satu sama lain dan menggeleng.


"Setiap tuan Xavier membawa wanita Roya tidak kelihatan langsung kembali ke kamar selalu seperti itu"


"Ooo mungkin dia lelah"


"Tidak dia pasti menyukai tuan, jadi dia cemburu apalagi tuan membawanya ke kamar"  Keinna bukanlah anak yang begitu polos dia mengerti apa yang dilakukan bosnya didalam sana.


"Ahh semua laki-laki sama saja" Gumam Keinna.


"Hah Kenapa Keinna? Kau bilang apa tadi?"


"Hah tidak apa-apa"


"Owhh"


Pagi yang cerah menampakan wujudnya dibalik sela-sela tirai kamar Xavier, Xavier bangun dengan tubuhnya yang hanya tertutup selimut begitu pun Kesi. Xavier melilitkan handuk di pinggang langsung mandi menyegarkan tubuhnya. Kesi terbangun dengan suara kertas yang didengarnya.


"Pagi Xavier" Ujar Kesi manja. Xavier tidak menjawab hanya melempar cek dengan isi uang yang sangat banyak. Kesi bingung menatap cek itu.


"Apa ini Xavier?"


"Jangan lagi muncul, dengan uang ini jika kau hamil kau tahu harus apa" Xavier begitu dingin seperti rumornya, dia tidak suka wanita yang banyak menuntut. Kesi hanya bisa memegang cek itu mengangguk patuh.


Xavier turun kebawah ditemani Kesi yang hanya memakai atasan kemeja putih. Keinna melihat itu dugaannya benar bos nya adalah orang yang mesum.


Kenapa aku merasa gadis kecil ini melihatku seperti aku ini orang mesum pikir Xavier dalam hati Karena dia melihat Keinna memandangnya saat turun tadi dengan pandangan aneh.


Roya melihat itu pandangan tajam, sementara Kesi seperti memberikan senyum licik menatap Roya dengan pandangan pamer membuat Roya jadi geram.


Bram tangan kanan dari Xavier tiba-tiba datang membawakan satu set pakaian dari brand ternama tentu saja itu untuk dipakai Kesi, dari kejauhan Keinna melihat gaun itu dulunya dia sangat sering menggunakannya sekarang dirinya malah menggunakan pakaian pelayan membayangkan itu membuat Keinna menjadi sedih.


Tak sengaja Xavier melihat ke arah Keinna memandang pakaian itu dengan wajah sendu, seperti ada yang terbesit dalam dada Xavier tidak tega melihat gadis kecil itu.


Apakah dia menginginkan pakaian seperti ini? Batin Xavier.


Roya juga kesal Xavier melihat ke arah Keinna memandangnya, Roya disini kenapa Xavier memandangi Keinna.


Xavier meninggalkan Kesi untuk berbicara kepada tangan kanannya, bukannya makan Kesi mendekati Roya.


"Dasar pelayan, berani sekali mengagumi bos sendiri hahaha apakah kau tidak sadar diri"


Roya diam tidak mampu melawan wanita yang dibawa bosnya ke rumah dan lagi Kesi seorang model dia hanya pelayan biasa.


"Dan kau tidak usah cari muka di depan Xavier, kau pikir kau siapa" Tunjuk Kesi kepada keinna, Keinna yang tidak mengerti dan tidak melakukan sesuatu lantas kebingungan.


"Maaf nona, aku tidak pernah mencari muka di depan tuan Xavier, dan lagi aku hanyalah pelayan baru yang baru bekerja tentu saja baru mengerti tentang tuan" Jawab Keinna memandang Kesi, baru kali ini dia menjumpai gadis yang berani melawannya.


"Jangan karna kau masih kecil aku tidak bisa sungkan padamu!!"


"Terserah mu nona, aku merasa aku tidak ada mendambakan tuan Xavier dan lagi kau seorang model kenapa dengan pembantu saja tidak percaya diri?" Bungkam sudah mulut Kesi.


Xavier melihat dari kejauhan pelayannya yang satu ini begitu pemberani, Xavier sudah melihat dari tadi hanya saja dia penasaran apakah gadis ini hanya menunduk takut.


Ternyata dugaannya salah gadis belia ini melawan Kesi dengan berani.