Mafia'S Little Maid

Mafia'S Little Maid
Turunin!



Tampan? Ribuan gadis? entah kenapa Xavier sangat kesal atas apa yang keluar dari bibir mungil Keinna


Lihatlah anak kecil biar aku buat bibirmu itu bengkak jika kau terus mengatakan itu.


"Lalu jika kau ingin mengambil mantan tunanganku yang bajingan itu silahkan dengan senang hati aku melihat kalian menjalani kisah segitiga"


"Heh kau pikir aku masih menyukainya?"


"Kenapa tidak dia tampan dan kaya"


Aura hitam serasa keluar dari tubuh Xavier tanpa pikir panjang ia menarik tangan Keinna.


"Aduhh Sakit!" Ringis Keinna memberontak.


"Suruh dia pergi! Jika kalian tidak mampu melakukannya suruh satpam pergi"


Caselin mendelik tidak percaya dengan apa yang baru saja Xavier katakan ia disuruh pergi? Dan Xavier menarik tangan Keinna.


"Keinna dasar kau j*lang!" Teriak caselin.


Keinna tak terima ingin mengejar Caselin tangannya berusaha menepis tangan Xavier yang begitu erat menggenggamnya. ia sungguh emosi namun genggaman tangan Xavier masih lebih kuat dari tepisannya.


Xavier yang hilang kesabaran langsung menggendong Keinna di bahunya. Keinna melotot begitu pun jgk Tara, Kisi berserta Caselin yang berada disana bahkan menganga tidak percaya.


"Turunin! Ihhh turunin!" Keinna memukul punggung belakang Xavier "Aku mau cakar muka j*Lang itu turunin!"


Xavier seakan tuli dengan teriakan yang keluar dari mulut Keinna ia hanya berpikir bagaimana menghukum gadis yang ada di punggungnya sekarang.


"Nona silahkan keluar ini perintah dari tuan Xavier" Tutur Tara berbicara dengan hormat kepada Caselin.


"Apa hak mu dasar manusia rendahan! apa kau tau aku siapa?!" Bentak Caselin.


"Saya tahu tapi ini perintah dari tuan saya jika anda tidak keluar, saya dengan terpaksa memanggil satpam dan mengeluarkan anda secara paksa"


"Heh berani sekali dirimu! Jika aku jadi nyonya di rumah namamu lah yang pertama aku tandai"


"Berani sekali kau!" Teriak Caselin tangannya segera melayang namun hal mengejutkan terjadi Roya menangkis tangan Caselin dan langsung menekan tangan Caselin kebelakang.


"Heh nyonya rumah? Padahal dirimu saja sudah disuruh keluar seperti ini" Sinis Roya menarik kasar tangan Caselin.


"Berani sekali dirimu seorang pelayan memegang tanganku" Caselin terus memberontak sekeras mungkin namun tenaganya tak lebih kuat dari pembantu kurang ajar dibelakangnya.


perasaannya sungguh kesal sekarang apalagi jika mengingat tentang Keinna orang yang selalu dibencinya dari masa sekolah maupun sekarang.


Sumpah serapah ia tak henti ucapkan kepada pelayan Xavier.


"Silahkan keluar" Roya mendorong Caselin dengan kasar tak lupa memberi kode pada satpam yang sedang berada disana.


"Keterlaluan lihat saja nanti bagaimana kau!!"


"silahkan pergi" ujar Roya santai sambil menutup pintu rumah.


"Bagaimana bisa Tuan Xavier merekrut kalian menyuruh satu orang pergi saja begitu sulit"


Roya kini menyilangkan tangannya di dada menatap tajam kedua pembantu di depannya yang menunduk.


"Maafkan kami tidak akan terulang lagi"


Entah kenapa Roya tersenyum senang hatinya kembali berbunga-bunga saat Xavier menyuruh wanita itu tadi pergi ia merasa kesempatan padanya datang.


Hanya wanita bodoh yang mau bersaing dengannya mendapatkan hati Xavier. Bagaimana pun hanya Roya lah yang merasa dirinya sangat pantas bersama Xavier, ia telah bertahun-tahun menjadi pelayan disana yang ia anggap bahwa pelayanan dirinya adalah untuk melayani Xavier yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Kemana pelayanan tidak berguna itu pergi kenapa hanya ada kalian?" Tanya Roya.


Tara dan Sisi hanya saling pandang mengerti bahwa pelayan yang dimaksud Roya adalah Keinna.


"Kenapa kalian hanya diam? Jawab!" Bentak Roya membuat keduanya kaget.


"Ke..Keinna ditarik tuan Xavier pergi kelantai atas"