Mafia'S Little Maid

Mafia'S Little Maid
mantan tunangan



"Lepaskan aku, itu bukan urusanmu!"Keinna memberontak berusaha melepaskan tangannya yang dicekram kuat Hansel .


"Jawab aku Keinna!"


"Hansell!!" Panggil Sabrina yang merasa cemburu.


"Lepaskan aku Hansel nenek sihirmu memanggil!"


"Jawab aku!"


"LEPASKAN DIA!"


Xavier melangkah masuk dengan langkah panjang, tangannya langsung menarik tangan Keinna hingga Keinna berada di dada bidangnya,membuat Keinna melotot . Pandangan kelam Xavier memandang tajam ke arah Hansel. Hansel tunduk takut dengan orang di depannya itu tentu bukan orang biasa dia adalah Xavier Mark Herison pemilik perusahaan Herison tentu saja orang paling terpandang di negri ini.


"Kau tidak apa-apa" Tanya Xavier Keinna hanya menggeleng lalu menatap tajam ke arah Sabrina dan Hansel.


Sabrina yang awalnya hanya melihat Hansel kini melihat ke arah Xavier, sungguh pria sempurna pria idaman Sabrina, yang selama ini dia impikan tentu saja Sabrina mengenal pria yang sedang memegang tangan Keinna dengan baik Sabrina adalah fans berat Xavier.


"Tu...tuan Xavier" Sabrina mendekat ke arah Xavier matanya berbinar, Xavier lantas menatap tajam wanita aneh ini. Membuat Sabrina tidak berani dan takut


"Keinna apa hubungan mu dengan dia" Tanya Hansel memberanikan diri.


"Tidak ada hubungannya denganmu" Jawab Xavier.


"Tentu ada aku tunangannya!" Mata Xavier seakan pisau mendengar perkataan Hansel yang akan menusuk Hansel, Hansel bergidik ngeri dengan mata kelam itu.


"Hanya mantan!" Bentak Keinna tidak terima membuat Hansel mendelik kaget, Karena dulu Keinna lah yang selalu mengemis perhatiannya dan mengharap cinta yang besar dari Hansel.


"Keinna kau siapanya tuan Xavier berani sekali kau mendekatinya" Sabrina berlari kearah Keinna ingin mencakarnya namun kecepatan Sabrina sangat mudah bagi Xavier, Xavier hanya perlu mengelak dan membuat Sabrina tersungkur.


Hansel melihat Sabrina bagaikan wanita murahan yang dimana ada pria sempurna dimatanya, dia akan melakukan apa pun sungguh sekarang dia sangat merasa jijik melihat Sabrina, dia sangat menyesal menyelingkuhi Keinna waktu itu.


"Menyedihkan" gumam Keinna yang didengar jelas Sabrina.


"Jangan senang dulu kau Keinna! Keluargamu sudah tidak ada, bahkan tunangan mu menjadi milikku, kau sudah tidak punya apa-apa dan yang kau miliki sekarang akan ku rebut juga" Sabrina tersenyum miring.


"Sepertinya kau harus berobat, kau sakit seperti nya sangat senang merebut milik orang" ujar Keinna menatap miris Sabrina. Xavier melihat Keinna sungguh bijak santai menjawab Sabrina namun juga menusuk.


"Dania jaga omongan mu!" Sabrina mendekati Dania tangannya sudah ingin melayang, Xavier dengan cepat menggapai tangan Sabrina lalu menghempaskan Sabrina ke Hansel.


"Jaga wanitaku sebelum aku marah" Ujar Xavier singkat namun dapet membuat Hansel meneguk ludahnya.


Keinna dan Xavier berbalik pergi menjauh dari Hansel dan Sabrina.


"KEINNA KAU ITU HANYA MAINAN RANJANG BAGI XAVIER!!" Teriak Sabrina membuat Keinna berbalik beruntung bahwa tempat itu hanya ada mereka berempat.


"Lalu kenapa? Kau bisa?" Xavier sedikit terkejut mendengar ucapan Keinna.


"Dasar j*Lang murahan"


"Terus? Aku melebarkan paha ku untuk pria luar biasa, tidak murahan seperti pria yang ada di sampingmu"


Xavier tersenyum sangat tipis lalu matanya menyorot tajam ke arah Hansel dan Sabrina. Hansel sangat kesal dengan ucapan dari Keinna apakah benar gadis polos yang dikenalnya sudah menjadi begini tidak masalah bahwa Keinna mengatakan itu tentangnya bahwa memang benar Hansel lah yang tergoda rayuan Sabrina. Hansel hanya melihat punggung Dania yang semangkin menjauh darinya bersama pria yang kini menggenggam tangan Keinna dengan erat.


"Aduh tuan pelan" Ujar Keinna karna Xavier menariknya dengan langkah sangat cepat hingga Keinna kesulitan mengimbangi apalagi dengan sepatu heels yang dia gunakan.


"Kau pulang lah naik taksi atau minta supir lain menjemput" Ujar Xavier kepada supirnya. Supirnya tunduk hormat meninggalkan Xavier disana.


"Awww" Ringis Keinna, Xavier menutup pintu mobil menindih tubuh Keinna membuat Keinna sangat kaget apalagi jarak mereka begitu dekat, Keinna dapat merasakan nafas Xavier didekat lehernya membuat tubuh Keinna panas dingin.


"Tu...tuan"


Keinna takut tapi entah kenapa Xavier menjadi candu melihatnya, dimana tampang Keinna seperti semangkin manis. Keinna menahan tubuh Xavier namun Xavier malah melihat ke arah bibir ranum Keinna yang seakan menggoda untuk di cicip.  Xavier memijat pelan bibir Keinna membuat Keinna terfokus pada wajah Xavier yang sangat tampan. Saat Xavier mendekat ke arah bibir Keinna.


"Ahh mesum" Teriak Keinna spontan memalingkan wajahnya.


"Hmmm? Aku hanya mengambil sabuk pengaman kau berharap apa?" Xavier mengambil sabuk pengaman memakaikan ke tubuh Keinna. Keinna malu memalingkan wajahnya kearah lain dia mengira Xavier akan menciumnya.


"Kan aku bisa mengambil sendiri" Ujar Keinna menggenggam erat sabuk pengaman. Xavier hanya diam tapi dia berpikir mempermainkan gadis kecil di sebelahnya cukup menyenangkan.


"Tuan kenapa kita keluar hari ini?"


"Aku ingin membeli sebuah dasi"


"Lalu kenapa tidak di tempat tadi bukankah itu tempat yang bagus"


"Tidak cocok"


Xavier kini berhenti di sebuah mall besar lagi, Xavier turun diikuti Dania yang menyusul di belakangnya.


"Pilihkan aku dasi" Ujar Xavier Keinna hanya mengangguk. Melihat-lihat banyak dasi yang terpasang, tangan Dania menggapai dasi dengan harga yang mahal lalu mengambil dasi yang lain.


"Tuan ini yang bagus kutemukan" Xavier mengangguk lalu memerintahkan pelayan untuk membungkusnya.


Xavier melihat-lihat Keinna yang seperti beberapa kali matanya melirik baju.


"Ambil yang kau mau"


"Hah tidak tuan aku tidak mau"


"Ambillah bukankah kau dari tadi melirik dress itu?"


Keinna kaget padahal dia hanya sembarangan lihat mengatasi rasa bosannya Xavier malah mengira Keinna menginginkannya.


"Tidak tuan" Keinna masih menggeleng Xavier hanya tersenyum menyeramkan bulu kuduk Keinna merinding.


"Bungkus beberapa untuk dia"


"Baik tuan"


Keinna begitu kaget dia membawa banyak tas belanjaan dengan isi yang begitu banyak dari make up, baju, dan lain dia begitu senang mendapat bos yang sangat murah hati.


"Tuan bolehkah aku membagikan ke Roya, Tara, dan Kisi mereka pasti senang" Mata Keinna berbinar menatap belanjaannya, Xavier hanya tersenyum sangat tipis melihat tingkah Keinna yang seperti anak kecil yang mendapat mainan.


"Terserah"


Xavier pulang dengan Keinna yang di belakangnya membawa belanjaan. Roya memperhatikan dari lantai atas dandanan Keinna yang sangat cantik bahkan bajunya juga rasa iri Roya seakan bisa meledak dengan apa yang dilihatnya apalagi Keinna membawa banyak tas belanjaan. Roya sudah bertahun-tahun bekerja tidak pernah diajak kemana pun ingin rasanya Roya mencekik Keinna namun dia harus menahan karna tuan Xavier akan marah dia tidak suka banyak keributan disini.


Keinna membungkuk hormat pada Xavier untuk ke atas menaruh belanjaan. Xavier hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Keinna menaiki tangga untuk menjumpai temannya.


"Dari mana kau dan tuan Xavier?"