
Xavier beberapa hari ini menjadi sering pulang ke rumah membuat Roya begitu bahagia sama seperti kisi dan Tara, namun berbeda dengan Keinna yang merasa jengah karna selalu disuruh untuk duduk melihat Xavier makan dan juga Roya yang semangkin memusuhi nya.
"Hei" panggil Xavier, Keinna yang merasa dipanggil langsung menghampiri.
"Ada apa tuan"
"Temani aku keluar, ganti baju mu" Ujar Xavier membuat para pelayan terkejut, apalagi mata Roya yang seakan mengeluarkan kilatan.
"Tuan saya yang membersihkan kolam berenang hari ini, bisakah kak Roya yang menemani"
Xavier mengeluarkan seringainya, baru kali ada wanita yang berani memberikan alasan untuk keluar bersamanya, Xavier tidak pernah merasa bahwa dia pernah ditolak seorang wanita. Keinna menjadi takut melihat Xavier lantas tersenyum kikuk.
"Tuan"
"Ganti bajumu ikut aku sekarang " Tekan Xavier membuat Keinna langsung buru-buru pergi ke kamarnya mengganti baju pelayannya dengan baju sweater dan sebuah rok berukuran panjang di atas lutut, rambutnya di kucir tinggi membuat kesan manis pada Keinna. Xavier memperhatikan Keinna dari atas hingga bawah sungguh seperti anak-anak. Xavier melangkah pergi namun Keinna masih berdiri bengong dengan memegang tasnya, Xavier sungguh ingin marah namun dia harus sabar dengan anak kecil.
"Ayo" Ujar Xavier barulah Keinna sadar langsung mengikutinya.
Supir membukakan pintu untuk Xavier dan Keinna didalam hanya ada kecanggungan, mangatasi kecanggungan Keinna melihat ke arah luar pemandangan cukup bagus tiba-tiba saja perutnya berbunyi. Keinna sungguh merasa sangat malu sambil menunduk memegangi perutnya.
Xavier tersenyum ingin tertawa melihat wajah Keinna yang merah menahan malu.
"Ka...kalau ingin tertawa yaaa tertawa saja!" Keinna memalingkan wajahnya.
"Pff..." Xavier tertawa kecil melempar kan beberapa makanan ringan yang ada di mobilnya kepada Keinna.
Supir sampai mengucek matanya apakah itu sungguh tuannya yang berwajah datar itu? Ohhh astaga dia bahkan bisa tertawa, Dewi dari mana prempuan ini pikirnya.
Keinna langsung memakannya, terlihat pipi Keinna yang menggembung saat memakan beberapa makanan itu, Xavier hanya melihat namun ketika Keinna membalikkan wajahnya Xavier malah fokus melihat kesamping.
Mereka sampai disebuah pusat perbelanjaan, Keinna heran kenapa dirinya kesini.
Mereka masuk tidak sengaja Keinna melihat 2 orang paling tidak ingin dilihat Keinna, mereka adalah sepupu Keinna Sabrina dan mantan tunangannya Hansel. Mata Keinna memanas dan mematung di tempat.
"Ada apa?" Tanya Xavier, Xavier mengikuti arah mata Keinna dan melihat disana dua orang disana cukup dikenal Xavier dia adalah orang pemilik perusahaan biasa yang berkali-kali mengajaknya kerja sama. Xavier melihat tangan Keinna mengepal.
Sepertinya gadis ini memilik dendam dengan mereka. Batin Xavier lantas tersenyum miring.
"Ayo"
Xavier langsung menarik tangan Keinna, Keinna yang bingung tangannya di tarik dan tidak tahu di bawa kemana hanya menurut saja.
"Dandani dia"
Ujar Xavier kepada pelayan yang berada disana, pelayan mengangguk pergi membawa Keinna. Keinna sangat bingung bagaimana dia di dandani bahkan dipakaikan baju sangat mahal.
"sudah selesai tuan"
Keinna melangkahkan kaki dengan heels menampilkan dirinya dengan sebuah dress berwarna pink terkesan manis namun kekanak-kanakan.
"Dandani dia ulang dan aku mau bajunya tidak terlihat seperti anak-anak"
"Baik tuan"
Keinna kembali keluar dengan baju berwarna biru Dongker cukup membentuk badannya rambutnya yang lurus dibuat lebih ikal cukup terlihat seksi dan dewasa. Jika pakaian yang tadi di gunakan Keinna akan muncul berita bahwa Xavier berkencan dengan anak kecil dan menjadi omongan publik. Dandanan tadi membuat Keinna seperti anak baru 15 tahun. Xavier menggandeng Keinna.
"Tuan Xavier kita mau kemana, kenapa dandan cantik" Ujar Keinna polos, Xavier hampir gemas melihat Keinna.
" Perang"
"Hah perang" Keinna bingung kenapa perang mereka bukan di Medan tempur.
"Tunggulah disini sebentar ada yang mau ku beli"
Xavier meninggalkan Keinna disana, Keinna yang bingung ditinggalkan disana lantas melihat-lihat baju yang terpampang, dulu Keinna sangat boros bahkan berbelanja saja bisa tidak melihat harga langsung ambil. Keinna menatap baju yang digunakannya ini sangat mahal bahkan bajunya saat dulu hanya ada 4 atau berapa yang seperti ini, padahal dulu Keinna adalah tuan putri kaya. Keinna sungguh penasaran bagaimana kayanya Xavier yang memberi baju ini secara cuma-cuma.
Keinna melihat sekeliling tanpa sengaja bertemu kembali dengan Hansel dan Sabrina, Hansel melihatnya begitu pun Sabrina ingin sekali Keinna pergi dengan cepat dari sana namun Hansel terlebih dahulu mendekat dengannya. Keinna langsung membalikkan badannya membelakangi Hansel maupun Sabrina enggan menatap Mereka.
"Wah Keinna sepupu manis ku" Ujar Sabrina dengan tangan yang disilangkan di dada.
"Apa yang kau lihat disini Keinna" Tanya Hansel. Meskipun membelakangi mereka Hansel maupun Sabrina tau itu Keinna.
"Sttt sayang jangan begitu, mungkin dia menginginkan baju ini, namun tidak terbeli bagaimana jika aku membelikan satu untukmu Keinna?"
Keinna membalikkan wajahnya melihat Hansel dan Sabrina dengan sorot marah, Hansel begitu terkejut dengan penampilan Keinna yang sangat berubah begitu pun dengan Sabrina yang terkejut Keinna menggunakan baju yang sangat mahal apalagi dandanan yang seperti ditangani oleh profesional. Baju yang digunakan Keinna adalah baju yang paling diinginkan oleh Sabrina. bagaimana bisa Keinna mendapatkannya terlebih dahulu sebelum dirinya. Sabrina sangat marah ditambah melihat mata Hansel terus menatap Dania.
"Dania!" Ujar Sabrina.
"Ada apa terkejut?"
"Dari mana kau dapatkan ini! dan kenapa kau bisa ada disini" hampir Sabrina lupa tempat ini bukan sembarang orang bisa datang. Bukankah Keinna seorang diri sekarang pikir Sabrina
"Bukan urusanmu!"
"Kau kemana saja Keinna kami mencarimu" Hansel memegang tangan Keinna, Keinna langsung di tepis begitu saja.
"Hah setelah kalian ambil milikku lalu mencari ku kembali? Lucu sekali!"
Sabrina langsung menarik tangan Hansel menjauh dari Keinna, kilatan permusuhan kini terjadi antara Keinna maupun Sabrina.
"Heh menggunakan barang palsu untuk mencari perhatian sungguh aneh"
"Kau yang aneh! tidak bisa membedakan barang palsu dan asli" Ujar Keinna tak mau kalah kini ikut melipatkan tangannya di dada.
"CK apakah pekerjaanmu jadi simpanan kakek tua?"
"Sepertinya kau berbakat jadi simpanan kakek tua, ehh tidak cocok kakek tua terlalu bagus untukmu, bukan kah kau seorang nenek sihir jelek merebut hak orang"
"Jaga omongan mu!"
Hansel menarik tangan Keinna memandangi Keinna dengan tajam. Sementara disisi lain Xavier meremas sebuah kaleng hingga kaleng itu remuk.
"Keinna apakah benar kau menjadi seorang simpanan!"