
"OOO aku ingat aku pernah diundang diacara pertunangannya" Tutur Xavier menatap nakal Keinna, Keinna langsung membuang muka. Mengingat tunangannya saja membuatnya mual.
Roya, Tara dan Kisi kaget melihat Caselin dan Xavier tampak seperti tahu Keinna yang sepertinya bukan orang biasa kini pertanyaannya adalah kenapa Keinna bisa bekerja ditempat Xavier.
"Sayang sekali tunangannya meninggalkannya" Caselin kini tersenyum puas melihat tampang Keinna yang tampak marah.
"Ehemm" Batuk Xavier membuat mata kini tertuju padanya.
"Aku dengar ada perkelahian di rumah ini aku mau tau apa penyebabnya"
Keinna dan Roya saling pandang layaknya musuh bebuyutan
"Pak saya hanya menegurnya namun dia marah" Roya membela diri dengan mata yang berkaca-kaca.
Xavier melihat kearah Keinna" apakah itu benar?" Tanya Xavier.
"Yaa benar" Tutur Keinna yang tak ingin membela diri yang ia rasa akan percuma. Roya tersenyum puas.
"Tapi tuan" potong Kisi membuat Roya menatapnya dengan tajam, begitupun Xavier ikut menatap kisi dan malah Kisi juga mendapat cubitan dari Keinna.
"Ada apa?" Tanya Xavier, Kisi hanya menggeleng.
"Baiklah karena pelakunya adalah kau, hukuman mu bersihkan kamarku menjadi tugasmu" Tutur Xavier santai menatap Keinna.
"Hah apa tidak"
"Iya tuan, biar itu jadi tugas saya sepertinya dia tidak terlalu mengerti melakukannya.
"Majikannya aku atau dirimu?" tanya Xavier dengan mata kelam menatap Roya membuat Roya takut.
"Anda tuan" Tunduk Roya tidak berani protes begitupun Keinna yang terbungkam kesal dengan Xavier yang seenaknya.
Xavier dan Caselin makan dengan tenang dilayani baik oleh para pelayan disana. Namun satu hal membuat Keinna kesal yang merasa bahwa Caselin tengah merendahkannya.
"Hai pelayan aku mau jus baru" Tutur Caselin kesekian kalinya namun saat Kisi, Tara yang mengambil ia justru menginginkan Keinna mengambilkan ulang untuknya.
Keinna membawa jus jeruk untuk Caselin dengan baik ditaruh dengan perlahan.
"Kok jus yang ini!" Bentak Caselin kepada Keinna.
"Jadi jus apa yang anda mau nona?" Tutur Keinna yang hampir kehilangan rasa sabarnya.
"Juss stroberi!"
"Baik tunggu sebentar" Tutur Keinna cuek langsung nyelengos ingin ke dapur.
"Heh!" Tutur Caselin membuat Keinna langsung menoleh, namun ia malah disiram jus oleh Caselin tepat diwajah.
Semua orang disana terkejut apalagi Xavier namun Xavier menahan amarahnya melihat apa yang akan dilakukannya Keinna.
Caselin dan Roya tersenyum puas "aku rasa jus ini tidak baik disia-siakan jadi aku harus berbagi benarkan?" Ucap Caselin, kesabaran Keinna kisi sudah habis ia hanya tersenyum sambil menutup mata.
"Iya terima kasih ya, tunggu sebentar aku akan mengambil yang baru"
"Tunggu jangan lupa sup juga aku mau lagi"
"Baik"
Keinna tersenyum licik seakan kepalanya bisa mengeluarkan tanduk iblis hatinya tertawa hehehe lihat bagaimana aku akan membalas mu.
Keinna masuk ke dapur menyiapkan makanan ia melihat garam disana ia memasukan garam sebanyak mungkin layaknya psikopat kedalam jus pengganti dulu sedangkan supnya ia menaruh banyak sekali cabai dan sebisa mungkin ia buat cabai itu tak terlihat.
Nampak dibawa Keinna dengan anggun dengan senyuman manis menghiasi wajahnya, Xavier menyeringai melihat Keinna apa yang akan dilakukan gadis kecil itu.
"Baik ini untukmu atas pelayanannya" Ujar Caselin sambil melemparkan uang bukannya merasa terhina Keinna mengambilnya dengan senang hati.
"Terima kasih nona"
Keinna kembali ke barisan para pelayan ia tertawa-tawa licik yang dapat diperhatikan oleh Tara dan Kisi mereka berdua bergidik ngerih melihat Keinna.
Caselin meminum sup tanpa pikir panjang hingga habis matanya mendelik dikala menikmati sup ia langsung melempar supnya loncat-loncat sambil kepedesan ditambah dirinya juga tersedak karena sangking pedasnya.
"Aaa pedas!!pedass!! Air" Teriak Caselin merasa tenggorokan nya sangat sakit sekarang. Tanpa pikir panjang ia mengambil jus didekatnya yang sangat asin tersebut meminumnya. Caselin kembali mendelik melempar gelas kelantai hingga pecah.
"Asin sekali pedas!!"
Xavier menyeringai sambil melihat Keinna yang tengah tersenyum puas. Xavier merasa puas melihat Keinna yang berani membalas dan tidam takut dengan Caselin.
Dasar kucing liar ujar Xavier dalam hati.
Disaat Caselin ingin mengambil air putih dengan sengaja Keinna menjatuhkan dirinya kemeja membuat air ikut tumpah.
"Aduhh maaf aku tidak sengaja" Ujar Keinna pura-pura merapikan meja.
"Kau sengaja!" Bentak Caselin kearah Keinna namun hanya dibalas senyuman.
Caselin ingin berlari mencari minum dengan terburu-buru namun baru ingin berlari tubuhnya ditahan oleh Keinna mendudukkan Caselin ditempat duduknya.
"Kenapa berlari terburu-buru ayolah makan dulu" Keinna mengambil Sup yang masih ada dimeja menekan pipi Caselin memasukan paksa sup itu. ia menahan tangan Caselin melihat dimeja ada roti tawar Xavier dengan sengaja melirik saos agar Keinna mengambilnya.
Keinna langsung menuangkan saos banyak ke roti memasukan paksa kedalam mulut Caselin, mata Caselin sudah terlihat sangat marah namun mata Keinna lebih menyeramkan.
Keinna mengambil Sup yang berada didekat Xavier ia mengingat perbuatan Caselin yang menyiramnya dengan jus dan menyiram langsung sup tepat di wajah Caselin.
Keinna duduk diatas meja dengan tangan yang dilipat di dada. Caselin yang tangannya dilepas oleh Keinna langsung buru-buru mencari air minum.
Sungguh rasanya Tara dan kisi ingin tertawa sekencang mungkin melihat kelakukan Keinna yang sangat jahil saat membalas perbuatan seseorang.
Xavier berdiri mengelus kepala Keinna mengelap Keinna dengan tisu karena disiram oleh Caselin tadi. Mata Keinna mendelik melihat apa yang Xavier lakukan sama halnya dengan Roya namun dengan pandangan marah.
"Kau sengaja kan melakukannya!" Bentak Caselin yang telah datang dengan bibir yang telah bengkak membuat Semua orang disana tertawa begitupun Xavier yang tertawa kecil.
"Pfff"
"Xavier kau" Mata Caselin berkaca-kaca.
Keinna langsung melompat dari meja mendekat kearah Caselin yang tengah mematung dengan tatapan sombong Keinna menatap remeh Caselin.
"Kau!!" Tangan Caselin terangkat akan melayang kearah Keinna namun ditangkis Xavier.
"Caselin mau aku seorang tuan putri atau seorang pelayan sama saja kau buka tandingan ku" Ujar Keinna berbisik.
Caselin menatap tajam Keinna "Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu"
"Silahkan aku bukanlah orang yang bisa ditindas aku bisa membalas berlipat-lipat"
Xavier mendengar Perkataan Keinna menyeringai lalu menatap tajam kearah Caselin "Aku menerimamu datang hanya untuk menghargai ayahmu bukan untuk membiarkanmu mencari masalah" Tutur Xavier langsung menghempaskan tangan Caselin.
"Maaf Xavier aku hanya"
"Hanya iri denganku?" Sambung Keinna.
"Aku tidak pernah iri dengan orang rendahan sepertimu" Tunjuk Caselin tepat di wajah Keinna.
Keinna tertawa "Haha banyak yang bilang kau iri denganku sekarang aku percaya. Kau sangat iri dengan kehidupanku sebagai tuan putri bahkan mempunyai tunangan tampan yang diincar ribuan gadis" Tutur Keinna membuat Caselin bungkam.