
Sebulan berlalu sejak pengisian form ekstra kulikuler sekolah.
Masih ingat kan kalau gue sempat ogah-ogahan untuk ikut ekskul.
Walhasil dengan segala bujuk rayu dari Kak Ido, Suzan dan juga teman-teman sekelas, akhirnya gue memilih ekskul basket.
Kok Basket? Kan basket bukan ekskul baru seperti yg sudah di umumkan bapak Kepala Sekolah yg kece itu.
Benar, basket bukan ekskul baru di sekolah.
Gue memilih bergabung menjadi anggota basket karena gue ingin ekskul yang akhirnya di pilih ini bukan hanya sekedar ekskul gaya-gayaan.
Tapi lebih kepada manfaat dalam mengolah ragakan tubuh.
Dan, alasan sederhananya adalah bahwa gue memang gak mau nambah-nambahin beban otak gue yg cuma seuprit ini dengan memilih ekskul yang berat-berat.
Cukup pelajaran matematika aja yg paling berat dan harus gue hadapin sehari-hari.
Dan disinilah Gue malam ini.
Malam pelantikan anggota basket yang baru.
Setelah sebelumnya selama 3 minggu lebih gue sudah di gembleng dengan latihan fisik dan semacam seleksi anggota.
Dan gue juga sudah mampu melewati masa-masa sulit tapi menyenangkan menurut gue sih ini.
Dengan melalui malam ini, artinya gue sudah resmi menjadi bagian dari keluarga basket SMP Negeri 3 Cimahi.
Malam itu, di weekend pertama di bulan Maret tahun 1996 disebuah bumi perkemahan Sukawana, Cisarua Cimahi.
Disaksikan api unggun yg menyala membara ditengah-tengah anggota basket putra dan putri yang saling bergandengan tangan melingkar membentuk lingkaran.
Bang Daniel sebagai pelatih basket memberikan pengumuman akan ke anggotaan terbaru tahun ajaran 1996-1997. Wajah-wajah penuh haru menjadi perhiasan berharga malam itu.
Terutama juga dengan gue pastinya. Bagaimana tidak, gue sudah ikut latihan sampai badan dan kaki ini memar. Kan keterlaluan banget kalau sampai gak lulus, hehe.
"Saya Daniel, sebagai pelatih dan juga mewakili teman-teman senior Basket club SMP Negeri 3 Cimahi mengucapkan Selamat bergabung untuk adik-adik semua dan semoga kamu, kalian, dan kita semua bisa sama-sama bahu membahu membanggakan nama club basket kita ini dan membawa club basket ini menjadi juara. Mari kita junjung sportifitas dan tetap hidup sehat! Terima kasih, dan terus semangat buat kita semua!" Ujar bang Daniel yang di sambut riuh yel-yel ala club basket.
"Kami RIGA! Kami adalah Basket Negeri Tiga!"
Lalu setelahnya dilanjutkan acara Games tebak-tebakan seputar pengetahuan basket. Bagi peserta yang kalah harus dihukum dengan menunjukkan performance entah itu nyanyi, main gitar, merayu senior dan lain sebagainya sambil di iringi tawa canda.
"Bahagia banget." Bisik Anji yang tiba-tiba sudah duduk disebelah gue yang barusan sedang asik tertawa terbahak menertawai teman-teman disini yang sedang di hukum karena gagal menjawab.
"Hahahahahaa habisnya lucu." gue menjawab masih disela tawa sambil mata gue terus kearah teman-teman yang lain. Serius ini tuh seru dan lucu.
"Gue disini kali, bukan disana." Ujar Anji seolah tidak suka dirinya di abaikan.
Mendengar Anji mulai sedikit sewot, gue cepat-cepar menoleh kesebelah.
"Lo kenapa nji?" Tanya gue dengan wajah polos sok tidak berdosa. yang membuat Anji gemas sendiri.
"Gak papa." Lanjut Anji berbohong.
"Jel, besok siang lo pulang dari sini dijemput atau gimana?" Anji kembali bertanya.
Gue jadi teringat kalo papah sudah janji mau jemput gue disekolah.
"Kayaknya sih klo Jeli gak salah denger, papa yang mau jemput disekolah." Jawab gue jujur.
"Oh syukur deh udah ada yg jemput." Sahut Anji dengan nada masam tapi wajah datar membuat gue terbengong-bengong heran.
Maksudnya Anji apaan sih? Gak paham lagi gue dengan maksud pertanyaan dan respon dari Anji barusan.
"Oiii.. asik-asik aja berduaan. Ikutan dong!"
Keheranan gue tersingkir kemudian saat tiba-tiba Adit muncul memecah kecanggungan antara gue dan Anji.
"Jel, selamat bergabung ya. Gue bilang juga apa, lo pasti bisa kan." Cerocos Adit.
Gue hanya senyum-senyum malu menanggapi celotehan Adit barusan.
"Terima kasih Adit" balas gue kemudian.
Malam ini, adalah malam dimana pertama kali gue melihat dia dengan sosok yg berbeda.
Siapa lagi kalau bukan Jelita.
Gue kenal dia dari jaman piyik cuy, dari Jaman SD.
Gue udah sahabatan sama dia sejak kecil.
Eh sahabat apa temen ya?
Awalnya sih musuh soalnya gue suka aja kalo berhasil isengin dia.
Tapi baru hari ini gue melihat dia sebagai sosok gadis yang berbeda.
Aaah... gue mikir apaan sih? Ngaco.
Dari barisan samping, gue melihat dia sedang asik memperhatikan teman-teman yang lain yang sedang bercanda-canda dalam menerima hukuman.
Gimana kalau gue isengin? Lagi.
Gue pun berdiri beranjak bergeser posisi supaya lebih mendekati Jelita.
"Bahagia banget." Bisik gue secara tiba-tiba.
Dia pasti kaget kenapa gue ujug-ujug sudah duduk disebelah dia yang barusan sedang asik tertawa terbahak menertawai teman-teman disini yang sedang di hukum karena gagal menjawab.
"Hahahahahaa habisnya lucu." Gadis itu menjawab masih disela tawanya sambil mata dia terus menatap kearah teman-teman yang lain.
Gile, gue di cuekin dong. Gak bisa begini.
Eh tapi, serius wajah dia tuh gemesin dan lucu.
"Gue disini kali, bukan disana." Ujar gue berakting seolah tidak suka kalau gue di abaikan.
Nampak Jelita cepat-cepat menoleh kearah gue. Apalagi reaksi dia nengok sambil ngembungin pipinya.
Kocak, tapi gemes.
"Lo kenapa nji?" Tanya dia dengan wajah polos dan semakin lucu untuk ditatap dan membuat gue bertambah gemas sendiri.
"Gak papa." Lanjut gue berbohong.
"Jel, besok siang lo pulang dari sini dijemput atau gimana?" Gue kembali bertanya.
Sial, Anji... kenapa lancang banget sih lo... Gue berkali-kali merutuki kebodohan gue.
Nampak Jelita seolah berfikir. Bola matanya berputar-putar menampilkan wajahnya yang damn, kembali lucu.
"Kayaknya sih klo Jeli gak salah denger, papa yang mau jemput disekolah." Jawabnya lagi-lagi dengan polosnya.
"Oh syukur deh udah ada yg jemput." Gue menyahut cepat sebelum dia melayangkan pertanyaan apalagi meledek gue.
Gadis itu masih menatap gue dengan ekspresi penuh pertanyaan.
Duh, kenapa gue jadi deg-degan gini sih. Ah sial!
"Oiii.. asik-asik aja berduaan. Ikutan dong!"
Thanks God, Adit muncul memecah kecanggungan antara gue dan Jelita.
......................
Kak Muthia memberikan aba-aba untuk bernyanyi bersama sebagai penutup acara malam pelantikan ini sebelum mereka semua menuju tenda masing-masing.
Lagu Kemesraan Ini menjadi penutup yang mengharu biru lantaran para anggota baru termasuk Jelita sama-sama ikut menyematkan tanda-tangan di atas sebuah kaos basket bertuliskan RIGA yang sebelumnya juga sudah ada tanda-tangan senior lainnya.
Welcome to the Club gaess!!!
Anji.