
Hai, kenalin nama gue Jelita anak kelas 1 SMP. Ini adalah hari pertama gue pindah ke sekolah gue yang baru. SMP Negeri 3 Cimahi. Gue dipindahkan ke sekolah ini karena kata nyokap disini adalah sekolah negeri dengan peringkat nomor dua yang ada di kota administratif Cimahi. Dengan harapan anak gadisnya bisa ketularan pinter kalau lingkungan sekolahnya bagus dan mendukung dalam kemajuan pendidikan. Yah, semoga intuisi nyokap tentang hal ini gak salah. Jujur, gue sebenernya pinter tapi kurang rajin aja. Karena pada dasarnya passion gue bukan dalam bidang akademis, melainkan dalam bidang olahraga raga. Gue lebih menyukai semua hal yang bisa menggerakan tubuh. Belajar mah cuman perkara otak. Tubuh kita ngapain? kan sayang kalau di anggurin. Ya gak? CMIIW. Eh, dijaman dulu belom kenal singkatan ini deh. Lupa, gue. Hehehe.
'Selamat pagi boys and girls, 105,9 Ardan FM siap menemani pagi kamu dan berikutnya ada Denada dengan Sambutlah buat kamu-kamu semua ayo kita Sambutlah hari senin yang ceria..'
Suara merdu sang penyiar mengalun ringan dari Radio dual band milik penjaga sekolah ini. Itu dia orangnya. Namanya Mang Tatang. Orangnya sudah tua, ya kira-kira berusia 40 tahunan lah. Tapi masih gaul dan gak kudet alias kurang update.
Pagi itu Mang Tatang yang sedang asik membersihkan Pekarangan Sekolah dari daun-daun yang berguguran seolah musim semi pindah ke negeri ini eh ke kota kecil ini.
Cimahi.
Senin pagi.
Jam besar di dinding Ruang Guru yang mengarah ke Lapangan Upacara menegaskan bahwa hari masih sangat pagi.
Masih pukul 6 pagi.
Dan perlu diketahui, udara kota Cimahi kala itu masih sangat sejuk.
Mang Tatang bahkan bernyanyi di iringi asap yang mengebul dari dalam mulutnya seolah sedari tadi asap itu dikulum olehnya.
Iya, ditahun itu udara pagi kota Cimahi masih diwarnai embun dan kabut pagi yang segar.
Mang Tatang menghirup dalam-dalam udara nan sejuk ini. Fresh.. Dan juga, ini adalah hari pertama di bulan Januari 1996. Semoga segala kesegaran pagi ini menjadi pertanda awal yang indah, begitu kiranya salah satu doa yang Mang Tatang panjatkan selain doa-doa seperti 'semoga menjadi orang sholeh', 'semoga diberikan rejeki melimpah entah dari mana datangnya mungkin dari uang kaget', dan lain-lain, dan lain-lain.
Mang Tatang membuka pintu gerbang sekolah lebar-lebar sehingga dari luar nampak jelas tulisan SMP Negeri 3 Cimahi.
Baru saja Mang Tatang membuka lebar pintu gerbang, nampak seorang siswi dengan rambut di kuncir dua dan tersenyum ke arah Mang Tatang menampilkan lesung pipitnya yang manis.
"Pagi Mamang!" Sapanya.
"Neng Dewi tumben pagi-pagi udah sampe sekolah" ujar Mang Tatang kemudian.
"Kan ada upacara senin pagi mang." Balasnya sambil kemudian berjalan menyusuri koridor.
'Aduh meuni manis budak teh (aduh, manis banget anak ini)'.
Namanya Dewi. Dia adalah siswi kelas 1G. Kalau senyum pipinya langsung kempot alias berlesung pipit. Dewi ini selain wajahnya manis, sikapnya juga manis. Penuh sopan santun, penurut pulak. Pokoknya tipe-tipe anak idaman Ibu-Ibu kompleks banget deh.
Seketika Mang Tatang lupa kalau setiap senin pagi rutin di wajibkan seluruh siswa-siswi dan juga pejabat sekolah untuk menunaikan upacara sebagai lambang kesetiaan pada pedoman Pancasila dan sekaligus mengenang semua jasa-jasa perjuangan para Pahlawan Bangsa. Eh kenapa juga mamang jadi sok patriotis gini? hehehe..
"Dooooor!!" suara lain mengejutkan lamunan Mang Tatang tentang kepatriotan.
Nyaris Mang Tatang terloncat dari nyender manisnya di pagar besi sambil menatap hamparan lapangan luas.
"iiih, si neng Kibo ngagetin Mamang, kade bisi kualat ih (hati-hati ntar kualat loh)." omel Mang Tatang tanpa jeda.
Sementara yang kena omel malah nyengir tanpa dosa.
Nama cewek yang satu ini lengkapnya adalah Bonita, anak kelas 1G tapi karena dia memiliki keunikan di rambutnya yang kribo manja, jadilah teman-temannya mempunyai nama panggilan 'sayang' untuk Bonita yaitu Kibo alias Kribo.
"Selamat tahun baru Mang!" ujar Bonita sambil ngeloyor santai.
"Minggir Mang!!!" belum selesai rasa kaget karena ulah Bonita, kali ini Mang Tatang mendapat kejutan kedua.
Nah, yang ini namanya Bona. Anaknya tomboy, dan jago banget main basket, suka banget pake sepatu basket, pokoknya segala apapun atribut yang dipakai Michael Jordan dia pasti suka.
Bona adalah siswi kelas 1F.
Bona yang sedang ngebut bersama sepedanya hampir saja menabrak Mang Tatang yang masih berdiri ditempat.
"Astaghfirullah, ih budak yah (Astaga anak ini ya).. Hati-hati neng Bona kalo bawa sepedah teh." omel Mang Tatang (lagi). Bona menoleh ke arah suara.
"Maap, maap Mang. Soalnya ini sepedah gak punya klakson. hehe.." ucap Bona ringan sambil garuk-garuk rambut pendeknya yang tidak gatal.
Bona lalu memarkirkan sepedah pada tempatnya sambil kemudian digembok terlebih dahulu supaya tidak hilang. Soalnya kalau hilang, orang tuanya gak akan menggantikan lagi dengan yang baru dan kalau Bona harus nekat membeli sepedah baru dari sisihan uang sakunya, mau sampe dia lulus SMP mungkin baru bisa kebeli.
*****
Suasana sekolah kini sudah mulai ramai dengan siswa-siswi yang sudah hadir. Dilapangan juga sudah bersiap salah satu kelas yang hari ini kebagian menjadi petugas upacara, yaitu kelas 1F. Dimana saat ini Bona sedang asik memimpin kelasnya dalam paduan suara. Iya, Bonita ditunjuk sebagai Dirigen yang mendadak jadi bawel dan galak gara-gara teman-temannya bersuara Fals.
"Ah.. kalian yang kompak doong!!" Perintah Bona kesal.
"Ulangin ya.. sebentar lagi dimulai beneran nih." herannya, teman-temannya menurut dan kembali bersiap mengambil suara.
Sementara itu, suasana agak ricuh datang dari kelas 1G. Adit, Panji, dan Deni sedang asik bertengger di koridor depan pintu kelas mengamati aksi anak-anak kelas 1F.
"Duh, Vina cantik ya.." gumam Panji yang dapat didengar oleh yang lainnya.
"Vina!! Panji suka sama Vina katanya!!" Teriak Adit tanpa perduli keadaan.
Kalau cewek yang lagi dirumpiin barusan namanya Vina. Mojang geulis asli Bandung. Dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya sexy. Dari wajah sampai body semuanya adalah impian para abege banget.
Vina yang sedang sibuk latihan menjadi petugas pembawa bendera sedikit menoleh akibat teriakan Adit, lalu tersenyum sebentar membuat Adit dan teman-temannya terkekeh kegirangan.
"Kata gua juga apa, senyumnya manis kan." gumam Panji lagi.
"Lagi pada ngapain sih, seru banget kayaknya." Sapa Arifin yang tengah menghampiri teman-temannya. Arifin tidak datang sendirian, tapi ditemani Upik pacar Arifin. Eh, pacar atau bukan ya? Katanya belom resmi jadian sih, baru pedekate.
Upik adalah teman sekelas mereka eh, teman sekelas gue juga deh nantinya. Upik juga yang menjabat menjadi wakil ketua kelas. Ketua kelasnya siapa? Adit. Tapi hanya sebagai jabatan tertulis. Faktanya yang banyak bertindak dan bertanggung jawab adalah sang wakil. Ya Upik ini. Untung aja Upik orangnya baik dan mau-an dalam hal memimpin. Katanya sih cita-citanya jadi Presiden wanita pertama di Indonesia. Aaamiiin..
"Tapi kayaknya sebentar lagi posisi Vina sebagai junior tercantik di sekolah ini bakalan tergeser." ujar Upik tanpa perduli dengan tatapan mengejek teman-temannya.
"Maksudnya elu gitu yang bakal gantiin gelar cantiknya dia? ngimpiiiii..." ledek Panji.
"Eh ngomong naon maneh (ngomong apaan lu)? Upik ini cantik hatinya udah gitu pinter kan.. kebukti kan.." Sahut Arifin dengan bangga.
Adit, Panji, dan Deni lantas mengamati wajah Upik. iya siih Upik memang terbilang cantik. Kalau di lihat-lihat lebih jelas, wajah Upik memang imut yaaa gak jauh beda lah sama artis Cut Tari. Tapi kalau dilihat lebih jelas lagi, ya tetap masih kalahlah sama Vina.
Upik yang merasa sedang di amati teman-temannya merasa risih.
"Bukan gue. Kalian masa gak tau gosip yang lagi up to date? Soal murid baru. Katanya akan ada Murid baru pindahan dari Jakarta, anaknya artis Top ibu kota." Upik melanjutkan ceritanya.
"Maksudnya maksudnya? Murid baru disekolah kita?" sahut teman-temannya nyaris kompak. Upik mengangguk.
"Gosipnya sih hari ini. Gak tau kalau masuk kelas mana mananya." Lanjut Upik berbarengan dengan bunyi lonceng sekolah penanda jam upacara senin pagi akan segera dimulai.
Murid-muridpun segera berlarian ke lapangan Upacara dan menempati barisan kelasnya masing-masing.
......................
Upacara Senin pagi pun dimulai. Wah, bagi yang benar-benar menghayati upacara ini tentunya upacara adalah hal yang mengasyikkan karena terdapat banyak nilai-nilai dan pesan luhur dari setiap rangkaian acaranya. Dari mulai pengibaran bendera Merah-Putih dan menyanyikan Indonesia Raya yang seolah antara bendera dan lagu merupakan ruh yg menyatu yg bikin merinding, Mengheningkan Cipta untuk mengenang jasa pahlawab, Pembacaan teks Pancasila sampai dengan pembacaan teks Undang-Undang Dasar 1945 dan terakhir adalah Pidato atau Amanat dari pembina upacara.
Ada yang sedikit berbeda dalam upacara hari ini dimana yang bertugas sebagai Pembina adalah bapak Kepala Sekolah langsung. Dalam kesempatan ini juga, dimanfaatkan Pak Alvarado atau biasa di panggil Pak Avo untuk berpamitan dari masa tugas dan jabatannya sebagai Kepala Sekolah.
Murid-murid merasa sedih. Tapi tidak dengan anak-anak kelas 1 yang baru saja 6 bulan bergabung menjadi siswa-siswi di SMP 3 Cimahi ini. Mereka sedih, tapi sedihnya hanya ikut-ikutan kakak-kakak kelasnya yang turut memberi ucapan rasa terima kasih atas masa jabatan Pak Avo.
Selain pengumuman tentang 'Pamit'nya Pak Avo, juga ada kabar yang agak membuat semangat siswa-siswi terutama anak-anak kelas 1.
Yaitu pengumuman murid baru.
Ada 1 orang siswa dan 2 orang siswi yang hari ini resmi menjadi Murid kelas 1 SMPN 3 Cimahi. Salah satunya gue.
Kamu bertiga di pajang di tengah Lapangan, berdiri di samping Pak Avo. Dan hal ini sontak membuat mata murid-murid terpukau.
Disebelah kiri gue, murid baru seorang cowok yang namanya Pramudya dan gantengnya bikin murid-murid cewek ke Ge-eR-an. Wajahnya perpaduan East dan West. Kebule-bulean gitu deh.
Pram ini katanya pindahan dari London dan akan ditempatkan di kelas 1A.
Sontak cewek-cewek kelas 1A bersorak menyambut kehadiran Pram dengan senang hati.
Kemudian cewek disebelah kanan gue. Namanya Yuanita. Cewek ini memiliki paras sangat cantik dan memiliki senyum yang menawan ditambah Rambut panjang hitam dan tebal yang terurai cantik, serta tubuh yang tinggi untuk anak cewek se usia gue. Eh, apa gue yang keliwat mini ya?
Yuanita akan ditempatkan di kelas 1D dan itu langsung disambut keriuhan sorak-sorai murid-murid kelas 1D yg bergembira dan juga kelas lainnya yang kecewa.
Daaaan cewek murid baru berikutnya adalah gue, kalau di lihat hanya sekilas sih biasa aja tidak ada yang istimewa selain body kecil mungil dan kulit gue yang sangat bersih dan putih kemerahan, rambut sebahu dengan poni terpapar menutupi dahi gue (soal potongan rambut dan poni, ini adalah kreasi nyokap gue yang terlalu pelit untuk kirim anaknya ke salon. Dia lebih ikhlas memotong rambut anaknya sendiri dengan cetakan mangkok. Kreatif bukan?).
Nama gue Jelita dan akan di tempatkan di kelas IG yang kemudian disambut sorak-sorai Adit dan teman-teman gue lainnya.
"Lumayan, daripada gak ada" Seru Ipul disela tepuk tangannya yang di sahutin 'huuuuu' oleh teman-teman yang lainnya.
Dan Pak Avo meminta gue yang menjadi perwakilan sebagai murid baru untuk memberi sepatah kata sambutan.
Gue dengan mantap naik ke podium. Dan disinilah gue seolah nampak tinggi eh maksudnya baru terlihat agak jelas sosok Jelita yang memang se mirip nama gue gitu.
"Selamat pagi semuanya.." Gue menyapa seluruh peserta upacara yang disambut sahutan yang biasa saja. mungkin karena semangat mereka agak kendur karena berjemur serta kepanasan. Kesel gak dicuekin? Keselaaah... Maka dengan manisnya gue kembali menyapa kali ini dengan power agak tinggi.
"Sekali lagi Selamaaaat Pagiii semuanyaaa.." dan barulah sapaan gue kali ini seolah menularkan semangat kepada para peserta upacara. Gue gak kuat untuk tertawa polos yang membuat semua mata seolah terhipnotis dengan tawa gue pastinya.
"Waah.. jangan pada lemas doong.. Salam kenal ya teman-teman terutama teman-teman di kelas aku yang baru. Sebelumnya perkenalkan nama aku Jelita. Temen-temen boleh panggil aku Jeli. Terima kasih untuk Pak Avo yang sudah memberikan kesempatan buat aku mewakili temen-temen baru aku disini. Mohon dukungan teman-teman semua dan kakak-kakak kelas semua ya. Salam kenal."
Lonceng berbunyi pertanda upacara bendera akhirnya berakhir dan murid-murid sudah harus kembali ke kelasnya masing-masing.
......................
Gue, Pramudya dan Yuanita kemudian di giring keruang guru untuk menuliskan data pribadi kami, serah terima seragam batik dan olahraga dan kini kami bertiga sudah siap di antar oleh wali murid kami masing-masing.
"Jelita?" Panggil seorang guru wanita.
Gue segera bangkit dari duduk.
"Saya bu."
"Saya Ibu Rihana Umbrella ela.. elaa.. ehm wali kelas kamu dan saya mengajar bahasa inggris. Kebetulan sekarang jam pelajaran saya. Selamat bergabung ya." Ucap Bu Rihana ramah. Gue mengangguk.
"Yuk ikut saya ke kelas." Ajak Bu Rihana yang kemudian gue ikuti dan berusaha mensejajarkan langkahnya.
Kami melewati koridor panjang dan kelas demi kelas. Sepanjang koridor, gue celingukan karena ada semacam hawa dan aura kuat. Tenang tenang.. bukan aura ke gelapan atau seram ya. Gue buat cerita tentang drama anak sekolahan kok bukan tentang cerita horor hehe.
Apakah ini sebuah pertanda akan perjalanan hari-haru indah Jeli selama menjadi murid disekolah ini? Takdir seseorang siapa yang tau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai ketemu di bab berikutnya...
Ajak-ajak teman kamu untuk membaca cerita LoveRelution yaaa!!
Sambil ditunggu komen dan sarannya ya..