LoveRelution

LoveRelution
Kosong



P.O.V Anji


Tiga bulan sejak kepergian Jelita dan teman-temannya. Hari ini adalah hari pembagian rapot kenaikan kelas. Seperti biasa, bapak Kepala Sekolah mengumpulkan siswa-siswinya di Aula sekolahan untuk memberikan sambutan dan petuah. Pak Herlambang juga memberikan ucapan selamat kepada team basket sekolah yang terus menerus menorehkan prestasi yang membanggakan. Bahkan beberapa personel anggotanya sudah ada yang di lirik oleh Manager Basket Liga Indonesia, diantaranya ada Adit dan Anji yang akan mendapatkan latihan khusus sebelum bergabung kedalam anggota Liga Basket Indonesia. Mimpi yang menjadi kenyataan Anji tentunya.


Menjadi atlet basket Nasional adalah mimpinya. Tentu tidak mudah, untuk mewujudkan mimpinya. Butuh perjuangan, dan Anji menikmati proses demi prosesnya. Baginya, ini adalah langkah awal dan Anji gak akan melewatkan kesempatan baik ini.


"Andai lo ada disini dan ikut bangga lihat gue." batin Anji.


Selepas sambutan dan himbauan dari Pak Herlambang, siswa-siswi kembali diarahkan kedalam kelas masing-masing untuk dilanjutkan prosesi pembagian Raport. Anji melangkah gontai keluar Aula menuju kelasnya.


"Nji!" Panggil seseorang.


Anji menoleh kearah sumber suara. "Yoga." Yoga adalah teman SDnya dan juga Jelita dan dia juga adalah anaknya Pak Aming, wali kelas saat di sekolah dasar dulu. Biasanya, rumahnya dijadikan basecamp oleh teman-teman sekelas karena selain bisa bebas bertanya pelajaran kepada Pak Aming, rumah Yoga ini banyak makanan dan cemilan yang sangat di gemari teman-temannya. Ya siapa sih yang gak doyan cemilan, apalagi gratisan. hahahha...


Yoga mengimbangi langkah Anji menyusuri koridor sekolah.


"Selamat ya Nji. Gue ikut bangga sama temen-temen gue. Lo jadi atlet. Jelita juga jadi artis." Ucap Yoga penuh kebanggaan.


"Hei, lo lupa siapa diri lo? asik-asik banggain orang, gak ngaca lo siapa? Atlet dayung daerah. suka merendah sih gini kan.." Sahut Anji sambil meninju lengan Yoga.


"Omong-omong, ntar pulang sekolah ikutan kumpul di rumah gue yuk. Denger-denger sih Arman sama anak-anak yang laen bakal dateng kerumah gue. Katanya pada kangen sama bokap." Ujar Yoga lagi.


"Oke, siap. Gue nyusul kerumah lo ntar ya." Pamit Anji saat sudah tiba di pintu depan kelasnya.


"oke, sampe ketemu dirumah gue Nji." Sahut Yoga sambil kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju kelas Yoga.


*Dirumah Yoga*


Anji memarkirkan vespa birunya di halaman pekarangan rumah Pak Aming. Dilihat sudah banyak motor dan sepeda disana tapi Anji tidak melihat motor milik Arman. Aaah, anak itu memang gak berubah. Janjian jam berapa, ntar datengnya jam berapa.


"Assalamualaikum.." Sapa Anji dari depan pintu rumah.


"Waalaikum salam... Eh Anji, masuk sini. Tuh, kawan-kawanmu sudah di halaman belakang lagi pada makan pisang gorengnya Ibu." Sambut Pak Aming. Anji menghampiri Pak Aming seraya mencium punggung tangan beliau.


"Bagaimana kabar kamu, Nak? Bapak dengar kamu di pinang oleh Liga Basket ya? Bapak ikut bangga atas kesuksesan anak-anak didik bapak."


Anji tersenyum merendah. "Terima kasih Pak. Semua karena didikan mental dari Pak Aming. Hehe..."


"Kamu Bisa saja."


Tak lama terdengar suara pintu mobil dari pekarangan depan. Lalu muncullah sosok Arman.


"Assalamualaikum..." Sapa Arman dari ambang pintu.


"Waalaikum salam, loh Arman diantar Ibu?" Sahut Pak Aming kemudian.


"Iya pak. Mami titip salam untuk bapak. Mami minta maaf gak mampir."


Ujar Arman sambil mencium punggung tangan Pak Aming.


Pak Aming tersenyum penuh haru, melihat sopan santun mantan anak didiknya terhadap dirinya. Walaupun mereka sudah lama tidak menjadi anak-anak didiknya, mereka tidak pernah melupakan adab terhadap orang yang lebih tua.


"Sudah, sudah kalian ke belakang sana bergabung dengan yang lain." Titah Pak Aming kemudian.


Anji dan Arman pamit untuk berjalan ke halaman belakang rumah.


"Lu kok baru sampe Man?" Tanya Anji.


"Dari Jakarta gue." Jawab Arman sambil menjinjing tas ranselnya.


Arman mengangguk malas.


Ditengah perjalanan menuju halaman belakang, mereka melewati ruang TV yang saat itu memutar iklan minuman ringan yang di bintangi oleh Lunars.


Arman dan Anji mendadak berhenti secara otomatis dan menyimak iklan tersebut.


Arman tersenyum kecil, lain halnya dengan Anji yang tertawa tak percaya.


"Lo liat, mujur banget nasib tu anak jelek. Awas aja kalo balik ke Cimahi ntar dia jadi sok-sokan ngartis."


Arman menoleh kearah Anji.


"Kangen?"


"Dih! Ogah! Lu aja kali." Bantah Anji sambil melengos jalan.


"Gue sih ngaku kangen. Gak ada dia gak asik, gak ada yg gue cengin." Sambung Arman sembari menyusul Anji.


"Arman! Anji!" Seru Santi.


Teman-teman yang semula sedang asik ngobrol sambil makan gorengan pun ikut menoleh kearah yang di serukan Santi.


"Sini, atuh!" Ajak Yoga dengan lambaian tangannya.


"Biasanya yah, kalau ada Anji sama Arman pasti ada si Jeli." Ujar Jolly Wang.


"Eh, iya bener. Masih di Jepang dia teh ya?" Santi ikut menambahi.


"Jadi rame alumni kita teh banyak jadi orang hebat yah. Alhamdulillah." Sambut Nurhasanah si anak paling Sholehah di kelas.


"Alhamdulillah" sahut yang lain kompak sambil cekikikan.


"Sampe berapa lama sih dia di Jepang? Pantesan dibelakang rumah meuni sepi gak ada yang teriak-teriak manggilin adik-adiknya. Kangen juga sama suara cemprengnya." Tambah Kharisma yang rumahnya memang menempel di belakang rumah Jelita. Biasanya, siang hari Kharisma sudah khas dengan suara teriakan Jelita sewaktu ngomelin adik-adiknya.


"Kita tulis kartu pos untuk dia yuk!" Dani si mantan ketua kelas memberikan ide.


"Setuju! Bilang kita bukan fans, tapi kita semua kangen sama dia. Nanti dia ge-er disangka kita fans dia. Hahahaha"


Dan siang itu disela gurauan, mereka kompak menulis koresponden dalam Pos Card untuk di kirimkan ke Jepang.


Dear Jelita, kumaha kabarnya? Cepetan kembali ke Indonesia, kembali bercanda ditengah kita. Kita semua kangen sama Jelita. -Santi Maniez-


Jelita awas kalo balik ngga bawa oleh-oleh -JollyWang anak TigerWong-


Jelita adik kamu ngacak-ngacak kamar kamu. Gak mau kamu omelin? -A Kharis-


Jelek, gue gak mau tulis apa-apa -AnJ


Lekas Sembuh Je -Ryan-


Bawain gundam dong -Arman-


Salamin buat sailormoon -Maya-