LoveRelution

LoveRelution
Beginner




Satu bulan telah berlalu.


Gue dan sebelas teman-teman gue malam ini bersiap akan berangkat ke Jepang untuk shooting video clip sebuah minuman ringan.


Flash Back


Satu hari setelah pengumuman audisi, Pak Herlambang beserta Management mengundang para orang tua kami untuk penanda tanganan kontrak kerja sama karena rencananya kami berdua belas akan langsung di kontrak kerja dengan sebuah produk minuman ringan asal Negeri Sakura Jepang dan label rekaman raksasa Sony Music. Keren gak tuh? Tapi tidak cuma-cuma doong... Ada sederet ketentuan yang berlaku selama kami di kontrak sebagai artis mereka. Salah satunya adalah ketentuan dimana kami semua para member tidak boleh punya pacaran dan ataupun memiliki hubungan khusus tanpa terkecuali. Yang sudah tentu ketentuan nomor satu ini sangat disetujui oleh orang tua kami semua. Apalagi mama gue.


"Bagus nih ketentuannya pah. Jelita jadi harus lebih fokus sama pendidikan juga karirnya. Mama suka kalau gini." Ujaran provokasi mama langsung mendapat anggukan tanda setuju dari papa dan juga tante Evi.


Gimana sama gue? Gue yang saat itu masih beloon dan gak ngerti apa-apa hanya bisa jadi followers alias ngikut aja apa kata orang tua. Daripada gue dikutuk jadi kumbang manis ditaman kan?


Perjalanan menuju hari keberangkatan ke Jepang lancar? Tentu tidak. Terjadi drama setelah hari kedua dan satu minggu setelahnya.


Dihari kedua, terjadi kehebohan penjemputan paksa dari papa kandungnya Vina yang seorang pejabat daerah. Papa kandungnya yang terpisah rumah dengan Vina menganggap bahwa Vina tidak ada ijin khusus untuk ikut-ikutan audisi seperti kemarin. Papa Vina menentang keras jika Vina menjadi artis. Vina akan dipindahkan sekolah. Kejadian ini kembali melibatkan pak Herlambang selaku kepala sekolah. Melalui diskusi yang agak alot alias sulit, akhirnya papa kandung Vina menyadari kekeliruannya. Dan Vina akhirnya di ijinkan bergabung dengan kami. Vina bisa bernafas lega dan bahagia.


Seminggu kemudian.


Adele. Tau kan si Adele yang gak pernah suka sama gue. Dia kembali membuat ulah.


Setelah doi tau kalau gue ikutan audisi ini, Adele sangat menunjukkan rasa tidak sukanya sama gue. Mukanya super jutek setiap kali kami papasan. Gak di kelas, gak di koridor, gak di WC bahkan di kantin.


Gak sampai disana, Adele juga terang-terangan mengata-katai gue dengan bilang bahwa gue miskinlah, anak gak mampu yang lagi mimpi. Seperti hari itu :


"Emang lo punya duit buat hidup di jepang Jel?"


"Jepang itu apa-apa mahal. Lo gak bakalan mampu hidup disana."


"Emangnya ortu lo punya banyak uang buat kasih uang saku lo selama di Jepang nanti? Yang ada bikin susah ngutang-ngutang."


"Kalau lo batalin lo akan kena phenalthy 3x nilai kontrak Jel." Begitu kata Suzan saat gue curhat.


Gue semakin stress karena nilai kontraknya tidam sedikit. Kalau gue batalin, gimana gue dan keluarga gue bayar uang penaltinya nanti? Duuuh... gue harus gimana???


Saking kefikiran banget, gue sampai gak enak makan, gak enak tidur, gak enak belajar. Dan terjadi lagi gue pingsan pas upacara sekolah karena gak sarapan, juga beban fikiran.


Diruang UKS, akhirnya gue yang didampingin tante Evi, bu Gita sebagai guru BP diberi kekuatan dan diberi pengertian bahwa Adele mencoba membulying gue dengan perkataan dengan maksud menghalangi gue untuk sampai ketujuan. Dan barulah gue sadar "lah kan gue ke Jepang di biayain total sama management. Ngapain gue pusingin ya?" Memang bener-bener jahat sih dia.


Dirumah, tante Evi mengajarkan gue untuk menjadi anak gadis yang kuat dan berani. Bahwa apa yang dilakukan Adele ini akan menjadi tidak berarti apa-apa dibanding perkataan diluar sana jika gue sudah menjadi besar nanti. Dunia diluar sana akan bisa jadi lebih kejam kalau gue tidak benar-benar siap.


Ya, tante Evi benar. Untuk menjadi bintang, gue harus siap bersinar terang memberikan cahaya gue yang paling berkilau.


Back to Reality


Dan disinilah gue hari ini. Di bandara Soekarno Hatta bersama sebelas teman-teman gue yang didampingin Kak Putri, Ibu Gita yang akan mewakili sekolah untuk mendampingi kami selama di Jepang supaya kami tetap bisa belajar walau dengan jarak jauh.


Suara pemberitahuan bahwa kami harus segera boarding telah memanggil kami. Gue, Sevi, Nanda dan Dewi berjalan beriringan.


"Akhirnya kita ke Jepang!!! Yeaaaayyy!!" Seru kami dengan kompak.


*************


Akan ada cerita seru apalagi ya selama mereka di Jepang nanti?


Gimana perasaan Anji yang tau Jelita pergi selama 3 bulan atau mungkin lebih?


Ikutin terus cerita LoveRelution ya...