
Gue dan Suzan menatap takjub menara dihadapan gw yang biasanya hanya bisa gw lihat dalam film doraemon dan Sailormoon. Ini semua lebih dari sekedar mimpi yang menjadi nyata.
"Tolong cubit pipi gue, Jel! Gue mohon." Seru Suzan dengan mata sipitnya tak henti menatap kedepan.
Tanpa banyak bicara, gue langsung mengikuti perintah Suzan dengan pandangan gue juga yang tak mau lepas dari Tokyo Tower didepan gue ini.
"Aoww! Sakit tauk!" Omel Suzan sambil memukul pundak gue dengan kencang. Gue pun tak kalah meringis sekaligus kaget karena serius, pukulan barusan sungguh menyadarkan gue dari lamunan.
"Ini beneran kita di Jepang Jel! Gue kira gue lagi ngimpi!"
Gue hanya sanggup mengiyakan karena gue masih merasa kebas akibat pukulan Suzan barusan.
Iya, akhirnya gue dan sebelas teman-teman gue menginjakkan kaki di Jepang sore ini. Untuk selama kami berada di Jepang, kami ditempatkan di sebuah bangunan apartement yang letaknya tidak jauh dari Landmark menara Tokyo. Sebenarnya kami diperbolehkan untuk berjalan-jalan disekitar sini menikmati sore hari di Tokyo. Tapi karena perjalanan Jakarta-Jepang ini adalah perjalanan panjang pertama kali bagi kami, makanya kami cukup kelelahan dan memilih istirahat aja di kamar apartement sambil memandang menara Tokyo yang cukup membuat kami takjub. Pun, besok kami sudah di sodorkan sejumlah jadwal kegiatan yang harus dijalani.
...****************...
Hari kedua di Jepang.
Kami tiba di kantor perwakilan Indonesia untuk negara Jepang dengan tepat waktu. Dan membanggakannya adalah kami disambut langsung oleh bapak duta besar indonesia. Senang bukan main dong.
Disini, kami diberikan pengarahan khusus dari bapak Duta Besar Indonesia.
"Selamat datang, adik-adik dari Indonesia yang saya cintai. Selamat datang di kantor perwakilan negara Indonesia yang berada di Jepang. Saat ini, kita semua berada di negara Indonesia dengan luas wilayah yang hanya segini. Terima kasih atas kunjungan adik-adik semua. Perlu diketahui, bahwa kedatangan adik-adik semua disini tentu bukan hanya untuk meraih mimpi kalian menjadi idola di Indonesia tetapi juga kalian sedang mewakili seluruh remaja Indonesia. Jadi saya memohon kepada adik-adik semua, jadilah perwakilan yang baik, menjadi contoh terpuji, tunjukanlah bahwa remaja Indonesia ini mempunyai budaya yang sopan, ramah, santun dan bersih. Semangat untuk seluruh rangkaian kegiatan kalian semua selama berada di Jepang, saya berkeyakinan bahwa kalian akan menjadi bintang yang besar di langit tinggi."
Pengarahanpun kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berderai airmata. Serius, ini beneran gue bilang. Disaat gue menyanyikan lagu Indonesia Raya di negara orang, gue merinding serasa lagu itu "bernyawa". Yang membuat gue menangis adalah gue merasa kecil, dan belum mempunyai andil apapun untuk negri.
Oke, kembali ke kegiatan kami berikutnya kami akan langsung menuju studio rekaman di Shibaura. Disana kami akan dilatih khusus oleh produser rekaman yang juga memproduseri artis terkenal Utada Hikaru.
Gimana kegiatan kami selanjutnya?
Gimana dengan kondisi sekolah selama kami di Jepang?
Kira-kira ada yang kangen sama Jelita dan teman-teman gak ya?
Tungguin terus episode selanjutnya sob! Arigatou gozaimasta!