
Ini adalah hari pertama gue latihan menari.
Karena ini adalah pe-er pertama pelajaran seni tari, maka gue dan juga teman-temannya sepakat untuk membuat koreografi dengan ide kami ber-sembilan.
Tanpa meminta bantuan dari koreografer atau guru tari khusus pastinya.
Terus, bagaimana caranya kami mendapatkan gerakan-gerakannya?
Hari pertama ini, kami sedang mereview VCD tarian dari film 'High School Musical', film-film koleksi disney miliknya Ika dan Tineukeu, juga koleksi film india milik April.
Setiap gerakan-gerakan tariannya pun dicoba diikutin.
Pokoknya kami sepakat, dalam tiga hari ini mereka akan mengeksplore tarian sebanyak-banyaknya sebagai bahan referensi mereka.
Dan memang pada dasarnya kami terlalu semangat juga antusias dalam mengerjakan pe-er ini, baru di hari pertama saja kami sudah menemukan beberapa ide gerakan untuk di aplikasikan kedalam tugas kami.
Ditambah, lagunya ini ada unsur etniknya.
Jadilah ide kombinasi gerakan tarian antara modern dan tradisional tercetus.
Setiap gerakan yang dapat dijadikan ide, kami catat terlebih dahulu kedalam buku agenda kegiatan sebelum akhirnya benar-benar disepakati secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
Ah pancasila banget sih kami ini.
Saking serunya dengan kegiatan kami, tanpa terasa waktu berlalu sudah hampir lewat dari jam dua siang.
Gue yang teringat kalau hari ini ada pertemuan basket dadakan, langsung berseru kepada teman-teman.
"Temen-temen, kalo kalian masih mau lanjut sok mangga tapi gue gak bisa ikutan ya... soalnya gue harus balik ke sekolah buat latihan basket. Maaf ya..."
Ika menunjukan raut kecewanya sambil melirik jam dinding di ruang tengah rumahnya.
"Oh, iya! Janjinya kita kan cuman sampe jam 2. Hehe kita juga keasikan nih kayaknya. Tapi gue mah bebas sih kalo kalian mau lanjut ya hayuk aja."
"kita lanjut besok lagi deh. Toh, yang kita catet ini udah banyak banget. Kita kasih waktu supaya kita bisa istirahat. siapa tau besok nemu ide baru lagi ya, gak?" Dewi membenarkan.
Yang lainnya mengangguk pertanda setuju.
"Yaudah, kalo gitu mah. Catetan kalian jangan sampe hilang, ya! Pokoknya semangat! Kita pasti bisa lakukan yang terbaik!" Upik ikutan menimpali.
"Okeee kalo gitu, Jelita duluan balik ke sekolah ya! Dah semua, dadah Ika! Makasih loh, mie bule nya enak!" gue sambil berpamitan.
"Spageti, jel... namanya spageti..." sahut ika dan teman-teman lainnya secara kompak.
Merekapun kembali lanjut membereskan barang-barang dan DVD yang dibawa sambil di selingi gosip-gosip ringan.
Sementara gue segera berlari kembali ke sekolah. Beneran lari, karena jarak rumah Ika ke sekolah cuma beda dua gang.
Untung jarak rumah Ika ke sekolah cuman selemparan sendal jepit alias deket banget cuuuy!
Gue memasuki gerbang sekolah sambil celingukan sedikit.
Hati gue deg-degan karena terlambat menghadiri pertemuan basket.
Ini pertama kalinya gue terlambat.
Dalam hal apapun, gue selalu berprinsip pada diri sendiri untuk selalu disiplin dan tepat waktu.
Gue mengetuk pintu sekretariat basket dengan ragu-ragu. Karena tidak ada sahutan, akhirnya gue mencoba membukanya perlahan. Ah, untung gak di kunci.
"Permisi Bang. Maaf gue terlambat."
Ada Bang Daniel di depan sana yang sedang menghadap ke para anggota yang duduk manis sambil menyimak.
Gue masuk pelan-pelan sambil sebelumnya berkata minta maaf kepada Bang Daniel dan teman-teman semua.
"Oke! Duduk ditempat yang kosong ya Jel."
Sahut bang Daniel sambil kemudian kembali melanjutkan 'pidato'nya.
"Oke guys, karena Jelita juga baru dateng. Sorry kalo gue mengulang lagi kabar yang gue sampein barusan. Dalam satu bulan lagi, kita akan mengikuti pertandingan basket tingkat daerah Cimahi. Dan pertandingan ini selain menampilkan team basket putra, juga adalah penampilan perdana team basket putri. Nah masalahnya sekarang adalah team inti putri kekurangan personel, dikarenakan Irma sedang cedera tulang belakang, maka dari itu semalam gue dan manager basket yaitu Pak Nandang sudah berdiskusi dan memutuskan Jelita yang akan ikut serta bermain menggantikan Irma. Dan elo, Jelita! Bukan mentang-mentang lo junior disini gak berarti lo gak bisa. Lo pasti bisa! Kita akan perketat latihan kita mulai siang ini. Sorry kalo berita ini terkesan dadakan, tapi kita semua butuh bantuan elo."
Gue yang kaget karena nama gue ditunjuk secara mendadak malah jadi celingukan.
"Gue?" Gue mengulang bertanya.
Kemudian saat semua mata tertuju sama gue.
"Ada selain elo yang namanya Jelita?"
Ledek bang Daniel di sertai tawa teman-teman yang lain.
"Gue bang!" Anji ikut-ikutan meledek sambil mengangkat jari telunjuknya dan dengan suara di imut-imutkan.
Membuat gue kembali harus melototkan mata tajam kearahnya sambil misuh-misuh.
"Oops, galak banget. Makanya nyimak!" Celetuk Anji lagi.
"Lo pasti bisa, Jel! Kita semua disini akan dukung lo."
Seperti biasa, Adit si gendut itu mengeluarkan kata-kata mutiara saktinya yang membuat gue kembali tidak merasa insecure.
Mau tidak mau, gue mengangguk.
"Oke kalo semua sudah sepakat, kita kembali kelapangan dan SEMANGAT SEMUANYA!!!"
Seru bang Daniel dengan suara menggema.
"SEMANGAT!!!"
Dan sejak siang itu gue mulai menjalani latihan basketnya sampai menjelang maghrib.
Capek? Sejujurnya iya.
Tapi karena gue latihan bersama teman-teman yang seru dan kompak, rasa capek itu sirna berganti rasa senang.
Selanjutnya, apakah gue dan teman-teman basket RIGA berhasil membawa nama team basket sekolah ini menjadi juara?
Kalau gitu, lanjutin aja episode selanjutnya dan follow terus cerita ini ya, ya, ya!!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...