LoveRelution

LoveRelution
The Opportunities



Sabtu sore ini adalah hari dimana audisi diselenggarakan.


Gue sudah berada di sebuah ruangan besar didalam salah satu mall terkenal di Bandung. Gue tidak sendirian memang, ada teman-teman sekolah yang juga ikutan audisi ini. Ada Upik, Suzan, Dewiq, Bonita, dan lainnya.


Iya, ada sekitar 150 orang didalam ruangan ini.


Gue *******-***** jemarinya yang terasa dingin dan kaku. Gugup? sudah pasti.


Didepan sana ada Yuanita yang sedang menunjukkan penampilannya.


Gue memandang kagum pada sosok dihadapan gue saat ini. Nampak sangat bersinar, dan aura bintangnya nampak sangat terlihat. Cantik, cerdas, dan mempesona.


Usai penampilan Yuanita, semua penonton dan peserta riuh bertepuk tangan.


Yuanita berlari kecil menghampiri tempat duduknya yang berada disebelah kiri bangku gue.


"Aaah! Lega." Serunya setengah berbisik sambil menghembuskan nafas panjang-panjang.


Yuanita lalu menatap gue yang sangat terlihat gugup.


"Deg-deg an ya?" Tanya Yuanita.


Gue menjawab dengan anggukan.


Yuanita lalu meraih jemari gue.


"Sini pegang tangan aku." Ujarnya.


Gue menyambut dengan uluran tangan dan benar, Yuanita menggenggam jemari gue seolah berkata 'jangan takut'.


"Tarik nafas kuat-kuat, lalu buang sekuat kamu bisa. Percaya sama diri kamu sendiri, bahwa kamu bisa menampilkan yang terbaik. Tunjukkan seolah kamu adalah maghnet yang kuat yang bisa menarik perhatian mereka."


Aaah, gue jadi meleleh mendengar petuah bijak dari Yuanita.


"Yua, kamu luar biasa." Gue memeluk Yuanita secara refleks.


Yuanita menepuk-nepuk pundak gue.


"Kamu pasti bisa."


Sampai kemudian nama gue dipanggil untuk maju keatas panggung kecil di depan hadapan para peserta lain dan juga pengunjung mall.


Gue menatap tante Evi yang hari itu ikut mendampinginya.


Tante Evi yang duduk di barisan pendamping, nampak memberikan kode 'Semangat!' untuk gue.


“Halo nama aku Jelita Laksani Sun kalian bisa panggil aku Jeli. Dengan tubuh miniku, aku akan membuat kalian terpesona.”


Gue memberikan salam perkenalan pertama kalinya dengan menirukan gaya Usagi Tsukino tokoh dalam animasi Sailor Moon.


Dan tak disangka-sangka sambutan penonton dan juga juri nampak begitu antusias dan meriah.


"Halo Jelita, selamat malam." Sapa seorang juri wanita bernama Dimas Malik yang tak lain adalah seorang penari terkenal sekaligus beliau adalah sosok pencari bakat bertangan dingin.


Konon, tidak ada satupun artis dan idola yang gagal dibawah asuhannya.


"Malam, kak." gue menjawab.


"Apa yang mau kamu tunjukan malam ini sama kami ?"


"Aku mau bernyanyi." ucap gue dengan mantap.


Dalam penampilan pertama ini, gue sudah mendapatkan latihan khusus bersama tante Evi selama tiga malam.


Gue menampilkan suara gue dalam bernyanyi.


Lagu pertama adalah 'Kokoronotomo'.


Gue sangat hafal lirik lagu ini karena sering dinyanyikan mama kalau lagi karaokean di rumah. Saking seringnya dan berulang, makanya gue otomatis menghafal.


Kemudian lagu kedua adalah lagu milik boyband Amerika Color Me Badd 'All for Love' sambil nge dance lincah ala video clipnya Color Me Badd dan sambil nge-Rap.


Nyanyi, Dance, dan Nge-Rap semua dikombinasikan dalam satu lagu membuat ke empat juri bertepuk tangan sambil berdiri.


Bahkan salah satu juri bernama Tuan Nakashimura sampai berseru


"Fabulous!"


Dan penampilan gue barusan juga disetujui oleh juri lainnya.


"Jelita punya talenta terpendam yaitu kemampuan bicara di depan umum yang baik. Bahasa kerennya Public Speaking. Malah cenderung lebih manis dibandingkan peserta lainnya tadi. Dia masih muda tapi bisa bicara tanpa ragu, nggak kaku, dan lancar. Selain itu kemampuan bernyanyi dan menarinya bahkan ada nge Rapnya ya tadi... tidak mengecewakan. Tinggal dipoles-poles sedikitlah. Kecil-kecil cabe rawit anak ini."


Jelas kak Wilson Tanuwijaya yang merupakan penulis novel dan juga pemilik sanggar 'Lawak Bocah'.


"Terima kasih, kak." Balas gue sebelum gue kembali kebangku peserta.


Wah! akhirnya gue mampu melewati tahap menegangkan seperti tadi dengan kata nyaris sempurna.


Guesempat melirik kearah tante Evi yang mengacungkan dua jempol kearah gue.


Setelah penampilan gue, kini giliran penampilan Tineuke dan seterusnya.


Semuanya memberikan penampilan yang maksimal dan sangat istimewa.


Apalagi penampilan April tadi yang memperlihatkan kemampuannya menari Jaipong, serta penampilan Nandha si bule yang jago nari Bali.


Sepertinya kini juri mulai kebingungan mencari siapa yang terpilih diantara yang terbaik.


Tibalah pada bagian yang paling menegangkan dimana Juri mulai mengumumkan. Bahwa dari 100 peserta akan di pilih dua belas orang yang akan diambil untuk menjadi member idol group.


Sebelumnya, juri mengumumkan lima besar nama-nama yang Lolos audisi hari ini.


Semuanya berwajah tegang.


Deg-degan itu sudah pasti. Ada perasaan takut juga iya. Takut jika apa yang sudah dia lakukan membuat kecewa terlebih pada diri sendiri.


Kecuali gue. Bagi gue, yang terpenting gue sudah melakukan yang terbaik. Urusan terpilih atau tidak, itu semua adalah bonus.


"Vina!" Juri mulai memanggil sebuah nama.


Semua menjerit ketika nama Vina di panggil.


Vina sempat tercengang lalu kemudian dia berdiri dan berlari keatas panggung.


"Yuanita!"


Jeritan peserta kembali terdengar ketika nama Yuanita dipanggil.


Yuanita juga kemudian berdiri dan berlari keatas panggung.


"Tineukeu!"


"Puspita!" alias Upik pun turut menjadi daftar lima besar yang lolos audisi.


"Terakhir adalah..." Juri sengaja menggantungkan kalimatnya, membuat suasana malam itu semakin menegangkan.


Bona, April, Ika, Bonita, gue dan yang lain saling bergenggaman tangan untuk menguatkan satu sama lainnya.


Semuanya dengan posisi kepala menunduk.


"Nanda!"


Aaaaaaaaaaaaaaa!!!


Jeritan dan sorak sorai kembali terdengar.


Bahkan Nanda sempat menutup telinganya karena tidak ingin mendengar jika bukan namanya yang dipanggil oleh juri.


Diam-diam Nanda sangat mengharapkan lolos audisi ini dan menjadi bintang iklan bahkan idola karena Nanda memiliki misi bahwa ia akan membawa seni tari Bali dan adat budaya Bali harus dikenal dikancah Internasional.


Akhirnya bagian dari mimpinya akan segera terwujud.


Nanda berlari keatas panggung usai memeluk teman-temannya yang lain.


"Semuanya harap tenang, acara belum selesai oke!" Tiba-tiba tuan Yasashimoto berdiri diatas panggung dan mengambil alih mic dari dewan juri.


Para peserta yang masih duduk dibangku peserta dan semula hendak bersiap-siap pulang spontan menatap kearah panggung audisi dengan raut keheranan.


Dengan logat Indonesia yang masih terbata-bata, Yasashi San kembali melanjutkan pengumumannya.


"Disini saya mau mengumumkan bahwa peserta audisi sisanya.."


seketika seluruh ruangan ballroom mendadak menjadi hening. Ketegangan kembali terasa.


"Sisanya, nama-nama yang terpajang di layar panggung ini lulus semua!"


Terpampang di layar raksasa adalah nama Jelita, Ika, April, Bona, Bonita, Dewiq dan Suzan.


Secara spontanitas saat itu juga semuanya kembali menjerit sambil memeluk satu dengan yang lain.


Suasana menjadi penuh keharuan. Rasanya tidak percaya, bahwa kami semua berdua belas orang akan menjadi idol.


"Oke, tenang.. tenang.. Tuan Nakashimura akan memberikan sebuah pengumuman penting. Semuanya, mari kita persilahkan Naka San untuk berbicara."


Ucap MC malam itu pertanda bahwa masih ada kejutan lainnya yang akan disampaikan para juri.


Tuan Nakashimura kemudian mengambil alih mic dan mulai berbicara dengan logat bahasa Jepang, dan disebelahnya adalah Kak Putri yang bertugas sebagai penerjemah bahasa.


Setelah selesai Naka San berbicara, giliran kak Putri yang memberikan terjemahan.


"Oke, adik-adik. Tadi Naka San berpesan bahwa kami para juri secara khusus memberikan ucapan selamat kepada adik-adik semuanya. Dari kedua belas peserta, telah lulus dua belas peserta yang artinya kalian semua lolos audisi.


Naka San telah menemukan kalian dua belas rasi bintang yang berkilauan diatas langit. Kalian memiliki daya tarik masing-masing, dan Naka San ingin bertaruh kepada dua belas member idola disini kalian seperti layaknya bintang yang akan bersinar dan Naka San sangat tidak sabar untuk melihat bintang itu memancarkan sinarnya yang cantik. Sinarilah langit sesuai dengan warna diri kalian. Selamat!"


Riuh tepuk tangan menggema dalam ruangan. Kemudian MC kembali memimpin mic dan bersiap berbicara.


"Sebelum acara ditutup, saya dapat pesan sekali lagi dari para dewan juri disini bahwa... kalian semua, dua belas member akan shooting iklan di Jepang. Untuk diskusi contract dan sebagainya nanti akan ada undangan khusus dari Naka San dan Yasashi San serta staff dari agency. Sekali lagi selamat untuk kalian, dan selamat pergi ke Jepang!"



"Halo, Pak Herlambang."


"Yes, Brother! Gimana, gimana? Sudah lihat penampilan mereka kan? Saya berani jamin intuisi saya tidak salah."


"Perfect, Pak. Sangat perfect."


"Sekali lagi, saya mohon maaf karena harus melibatkan mas Dimas dan teman-teman senior untuk membuat skenario seperti hari ini."


"Eazy Bos! Terlepas ini adalah skenario yang kita susun atau tidak, skenario Tuhan rupanya lebih indah. Mereka itu benar-benar berlian yang tersembunyi diantara puluhan permata. You bisa tebak, Jepang-Jepang tadi terkagum-kagum sama penampilan anak didik you. Kalau sudah begini, saya berani taruhan kalau si Jepang itu gak bakalan cari idol lain lagi."


(Pak Herlambang tertawa dengan teramat sangat bahagia).


-------------------------------------------------------------------------------------------